Mumpung lagi weekend, kami berencana untuk sekedar keliling kota mencari suasana baru. Karena di Banjarmasin memang wisata alamnya terbatas jadi kami memutuskan untuk ke Banjarbaru. Beberapa destinasi wisata di Banjarbaru yang pernah saya tulis diantaranya adalah Bukit Batu Riam Kanan dan Tahura Sultan Adam. Dan kali ini kami ingin mencoba destinasi lain yang berada dalam satu kompleks Perkantoran Pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Kebun Raya Banua.
Hari itu kami berangkat dari rumah siang hari sekitar pukul 1 siang. Sebelumnya kami mampir terlebih dahulu untuk makan siang baru kemudian melanjutkan perjalanan ke Kebun Raya Banua. Perjalanan dari Banjarmasin ke Kebun Raya Banua sekitar satu jam dan kami sampai disana sekitar pukul 4 sore.
Tiket Masuk dan Jam Buka
Untuk masuk ke Kebun Raya Banua kita harus membayar tiket masuk terlebih dahulu. Untuk tiket masuk mobil yaitu 3k dan tiket masuk dewasa @7k. Bukan termasuk harga yang mahal menurut kami.
Kebun Raya Banua buka setiap hari dari jam 08.00-18.30 WITA. Namun untuk pengunjung dibatasi maksimal masuk pada pukul 17.45 WITA.
Fasilitas
Kebun Raya Banua mempunyai luas sekitar 100 hektar yang terdiri dari berbagai spesies tumbuhan. Kebun Raya Banua adalah kebun raya dengan spesifikasi tanaman obat dan konservasi tanaman langka khas Kalimantan.
Saat ini Kebun Raya Banua terdiri dari 3 zona yaitu zona tumbuhan dikotil, zona atsiri dan zona tanaman obat. Hingga saat ini Kebun Raya Banua telah mengoleksi lebih dari 6000 spesies tumbuhan.
- Embung Botani
- Rumah Pembibitan
- Rumah Kaca
- Taman Aromatik
- Taman Labirin
- Menara Pandang, dll
Dan ternyata Kebun Raya Banua pada tahun 2023 dinobatkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia sebagai Kebun Raya terbaik ke-2 di Indonesia. Tentu saja hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Kalimantan Selatan.
Untuk fasilitas publik, Kebun Raya Banua juga dilengkapi toilet, area mushola dan terlihat beberapa warung yang menjual minuman dan makanan ringan. Pengunjung juga bisa membawa bekal piknik sendiri untuk dinikmati saat bersantai di Kebun Raya Banua.
Menjelajah di Taman Labirin
Kebun Raya Banua mempunyai dua pintu masuk yaitu Pintu Masuk Utama dan Pintu Masuk Utara. Kami masuk ke Kebun Raya Banua melalui pintu sisi utara sehingga lebih dekat dengan area embung dan taman labirin. Memasuki Kebun Raya Banua langsung terasa suasana yang nyaman karena dipenuhi dengan berbagai pepohonan dan padang rumput yang menghijau.
Terlihat jalanan penuh dengan mobil yang parkir rapi sepanjang sisi jalan. Sebenarnya sudah disediakan kantong parkir, tapi sepertinya pengunjung lebih memilih parkir di pinggir jalan utama yang lebih adem.
Kami terlebih dahulu berjalan memutar mengelilingi taman labirin dan taman aromatik sambil mencari spot yang menarik. Kemudian kami memutuskan untuk mencoba ke Taman Labirin yang terlihat paling menonjol dibandingkan lainnya.
Taman Labirin adalah sebuah taman yang berbentuk labirin memutar dengan menggunakan pohon sebagai pagar pembatasnya. Jenis tanaman yang digunakan adalah tanaman teh-tehan yang mempunyai banyak cabang dengan daun berukuran sedang dan berbentuk semak. Pada bagian tengah taman Labirin terdapat semacam manara pendang dan kita bisa naik menuju atas untuk melihat hamparan hijau Kebun Raya Banua yang sangat luas.
Saat itu di Taman Labirin terlihat tidak begitu ramai sehingga kami bisa bebas mengabadikan foto. Taman Labirin juga dijadikan salah satu spot foto favorit karena tempatnya yang unik dengan tanaman sebagai pagar pembatasnya.
Sebaiknya untuk ke Taman Labirin pilih waktu saat pagi atau sore hari saat matahari malu-malu. Karena jika siang hari akan terasa matahari yang menyengat tepat diatas kepala kita.
Picnic Ground yang Nyaman
Puas menjelajah di Taman Labirin kami melanjutkan untuk bersantai di picnic ground, kebetulan kami juga sudah membawa tikar piknik. Terlihat banyak pengunjung yang juga tampak bersantai di picnic ground sambil bercengkrama dan menikmati bekal piknik yang mereka bawa. Kita bebas memilih area piknik karena tempatnya yang memang begitu luas.
Waktu yang sudah sore membuat suasana terasa nyaman. Cuaca sudah tidak terlalu panas karena matahari sudah meredup ditemani angin sepoi-sepoi dan hamparan rumput hijau. Menurut kami suasananya sangat cocok untuk bersantai sambil membaca buku, namun sayang saat itu kami tidak membawa buku. Tak terasa hari sudah semakin sore, kami kemudian beranjak untuk meninggalkan Kebun Raya Banua.
Sebenarnya masih banyak bagian lain Kebun Raya Banua yang belum kami jelajahi. Mungkin lain kali kami akan kesini lagi untuk menjelajah area lain seperti Taman Aromatik dan Rumah Kaca.
Sekian cerita jelajah kami hari ini. Terimakasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💓💓



