adjQDGiw9zV3ZrtlDmdv0xUy2YCAW5gNJ7prCidQ

Melokal di Area Blok M

Blok M

Lanjut lagi cerita tentang liburan di Jakarta yang lalu. Sore itu setiba di hotel, setelah sedikit istirahat dan bebersih, kami memutuskan untuk melanjutkan menikmati Jakarta kala senja. Kami benar-benar membaur bersama warga yang hilir mudik di kawasan Senayan saat itu. Jumat sore menjadi awal weekend, sehingga suasana di Senayan terlihat lumayan rame menurut saya. 

Naik MRT Menuju Blok M

Salah satu tujuan ke Jakarta adalah ingin mencoba naik MRT. Mumpung hotel tempat menginap juga dekat dengan area stasiun, maka saya tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut. Apalagi setelah membaca banyak tulisan teman blogger yang membahas transportasi publik di Jakarta, hati ini ikut tergerak untuk mencobanya. 

Stasiun Senayan

Awalnya saya kira MRT ini sudah ada beberapa jalur, namun setelah melihat rute moda tranpostasi di Jakarta saya baru paham ternyata MRT di Jakarta baru tersedia satu jalur. Sepertinya harapan saya terlalu tinggi kala itu😊. 

Melihat rute MRT, kami memutuskan untuk menuju ke Blok M, salah satu kawasan yang tidak pernah sepi di Jakarta. Kami berangkat dari Stasiun Senayan, yang ternyata hanya beberapa meter dari fx Sudirman. Stasiun MRT Senayan adalah salah satu stasiun MRT bawah tanah. Stasiun ini terletak di bawah Jl Sudirman.

Turun ke stasiun MRT Senayan, saya jadi sedikit banyak merasakan suasana stasiun di negeri tetangga. Kurang lebih rasanya sama, terlihat orang yang hilir mudik menuju peron, apalagi stasiun Senayan ini juga di bawah tanah jadi semakin berasa suasananya. Saya rasa kalau kita kangen merasakan hiruk pikuk stasiun di negara tetangga, stasiun MRT Senanyan ini cukup mewakili 😁

Dari stasiun Senayan kami hanya perlu melewati dua stasiun saja yaitu Stasiun ASEN dan stasiun Blok M. Sepertinya kurang lebih hanya 10 menit perjalanan saja 😀. Jika stasiun Senayan adalah stasiun bawah tanah, maka stasiun MRT Blok M ini adalah stasiun layang. Stasiun Blok M berada diatas Jl Panglima Polim Raya. Dan stasiun ini juga terhubung langsung dengan Plaza Blok M lantai 1.

Akhirnya Sampai di M Bloc Space

Kami tiba di stasiun Blok M sekitar pukul 5 sore. Dari stasiun Blok M kami menyusuri jalan dan sampai di Taman Literasi. Taman Literasi ini adalah sebuah taman dengan hamparan rumput dan pepohonan, di mana bagian tengah kalau tidak salah adalah amphiteater. Terlihat suasana taman begitu ramai dengan anak muda, ada yang pulang dari kantor ada juga yang baru pulang dari sekolah.

Blok M

Kami lanjut berjalan dan sampailah di M Bloc Space yang terkenal itu. M Bloc Space ini adalah sebuah ruang publik tempat bertemunya para kreativitas dan komunitas. Dari pintu masuk terlihat deretan aneka macam cafe dengan berbagai menu andalannya. 

Berjalan masuk ke dalam maka kita akan melihat sebuah ruang kreativitas yang sepertinya biasa digunakan untuk pertunjukan. Berlanjut jalan, maka kita akan menemukan sebuah bangunan yang sepertinya adalah sebuah ruang pameran. Namun saat kami kesana sedang tidak ada event apapun, 

Blok M

Setelah perjalan yang lumayan panjang ditengah terik matahari, maka kami memilih singgah di salah satu cafe disana. Kami singgah di Rumah Kecil Talenta. Disana kami memesan es lemon madu, es teh sereh dan hekeng. Cafe ini sebenarnya mempunyai menu utama aneka misoa. Tapi karena kami ingin mencoba kuliner di tempat lain maka kami tidak memesan banyak.

Mencoba Gultik 

Sambil menikmati minuman dingin yang menyegarkan, kami melihat gmaps untuk menentukan destinasi selanjutnya. Karena perut sudah berasa lapar, kami mencari tempat makan malam. Tanpa sengaja terlihat titik gultik di gmaps, dengan semangat saya memutuskan untuk kesana. 

Sering mendengar tentang gultik membuat penasaran. Seenak apa sebenarnya gultik ini di tempat asalnya. Gultik ini singkatan dari gulai tikungan yaitu gulai sapi yang disajikan di warung tenda sepanjang Jl Mahakam. Menurut beberapa sumber, gultik ini muncul sejak tahun 1980an dan berlanjut sampai sekarang.

Blok M

Hingga saat ini pedagang gultik masih menempati lokasi yang sama, yaitu di sepanjang trotoar Jl Mahakam samping Plaza Blok M. Disini kita bisa melihat pedagang gultik yang berderat. Mereka menata meja kursi di sepanjang trotoar tersebut.

Kami memilih pedagang gultik yang pertama kami temui dan memesan dua buah gultik, air menaral serta beberapa sate. Dari review yang saya baca menyebutkan bahwa harga gultik cukup murah yaitu 10rb, namun porsinya hanya satu dua suap saja. Jadi jika benar-benar lapar pasti akan habis beberapa piring.

Dan benar saja saat gultik pesanan kami datang, saya pun tersenyum melihat porsinya. Memang sedikit tapi ya tidak sedikit yang saya bayangkan. Saya mencicipi kuahnya terasa gurih dan nikmat. Dagingnya juga tidak pelit untuk ukuran harga 10rb. Ditambah beberapa sate yang kami ambil, cukup menjadi menu makan malam kami. Kalau tidak salah ingat, semua menu pesanan kami di harga 60rban.

Keliling Blok M

Selesai makan. karena hari belum terlalu malam maka kami memutuskan untuk berkeliling area mall dan pedestrian blok M. Ada satu lokasi yang saya lewatkan yaitu Gramedia Jalma. Saya mengetahui tentang Gramedia Jalma dari beberapa teman blogger, salah satunya tulisan mba Lala di lalakitc.com

Gramedia Jalma ini masuk salah satu tempat yang ingin saya kunjungi. Tapi entah kenapa waktu kemarin ke Blok M saya melewatkan tempat ini. Meski saat saya lihat kembali di maps sepertinya kami juga mengitari lokasi di sekitar Gramedia Jalma ini. Sedih juga saat tahu telah melewatkan satu lokasi impian ini, tapi mungkin belum saatnya kesana.

blok M

Malam itu kami juga mampir ke salah satu tempat nongkrong anak muda yaitu Warkopolim yang berada di Jl Panglima Polim. Tempatnya tidak terlalu besar, hanya satu lantai, namun pengunjungnya sangat padat meluber sampai ke trotoar. Penuh dengan anak muda yang asik berkumpul disana. 

Udara yang cukup panas malam itu, membuat kami memilih duduk di area indoor. Untung masih tersedia beberapa meja kosong di area dalam. Kami memesan dua buah minuman segar dan cireng sebagai camilan. Warkopolim menonjolkan suasana tempo dulu baik pada bentuk bangunan maupun ornamen yang ada didalamnya. 

Kembali ke Senayan

Karena cuaca yang cukup panas malam itu dan sepertinya kami sudah cukup berputar mengitari Blok M, maka kami memutuskan untuk kembali ke Senayan. Kami kembali naik MRT dari stasiun Blok M menuju stasiun Senayan. 

Perjalanan malam yang sebenarnya tidak terlalu jauh namun cukup menjadi pengalaman baru bagi saya. Blok M yang sejak dulu sudah ramai, sekarang semakin ramai dengan banyaknya tempat publik dan juga berbagai cafe dan warung makan. Dan salah satu wishlist saya yaitu naik MRT, sudah terceklist 😉 

Kemana acara kami keesokan harinya?? Tunggu cerita selanjutnya ya,,,dan terima kasih sudah membaca 💗💗

24 komentar
  • Antung apriana
    Antung apriana
    Wah Fix nih kalau ke jakarta nanti blok m ini bakal jadi daftar tempat yang mau kukunjungi karena benar-benar oke ya tempatnya.
    Balas
  • Rahmah 'Suka Nulis' Chemist
    Rahmah 'Suka Nulis' Chemist
    Selalu dengar Blok M Blok M tetapi belum pernah lihat penampakannya secara nyata
    Waktu itu Om sibuk jadi bawa ke Dufan saja buat bermain
    Ternyata banyak kuliner enak juga ya di Blok M
    Balas
  • Dyah Kusuma
    Dyah Kusuma
    MRT begitu menarik untuk dicoba ya mbak, aku pun juga ingin coba naik MRT e mbak tapi belum keturutan. Yuk mbak lanjutkan ceritanya, itenarynya nanti bisa kutiru saat berkunjung ke Jakarta
    • erykaditya
      erykaditya
      hihihi ini tanpa itenary sie mba sebenernya... yau dah jalan aja dadakan mo kemananya hehe
    Balas
  • Aprillia Ekasari
    Aprillia Ekasari
    Iya MRT-nya masih membelah antara Jakarta Pusat ma Selatan aja hehe.
    Kalau mau coba rute lain pilihannya naik LRT ke arah Cibubur/ Bekasi tapi nanti perlu ke Dukuh Atas dulu.
    Arahnya kebalikan dari arah Mbak menuju ke Blok M.
    Trus dari Stasiun MRT Dukuh Atas/ Stasiun KRL Sudirman menuju ke arah Stasiun LRT Dukuh Atas (ketiga stasiun ini terintegrasi).
    Tapi kalau Mbak ke arah Blok M berarti udah menjauhi pusat dan menuju arah Selatan Jakarta-nya :D
    Wah aku malah belum pernah keliling MBloc, kalau ke sana sebatas turun MRT lalu langsung ke pusajsera atau ke plazanya hehe. Kalau MBloc tu tempat mainnya anak muda banget sih yaa.
    Gultik Blok M juga terkenal banget, tapi lagi2 aku juga belum nyobain wkwk. Baru coba pas tetangga ada yang buka gultik juga. Dulu kukira gulai ituk, nggak tahunya gulai tikungan =))
    Kapan2 jadi pengen deh nyobain yang di Blok M.
    Yaaa kenapa tu mbak belum ke Gramedia jalma? Apakah waktunya terbatas?
    Berarti next kudu kembali ke sana mbak. Jangan lupa juga ke masjid di atas pujasera hehe :D
    • erykaditya
      erykaditya
      laaaa aku malah belum cobain LRT brarti yaaa..kemarin naiknya MRT sama KRL aja soalnya :)
      iyaaa bener dulu pas awal2 juga aku pikir gulai itik gt ternyata gulai tikungan sereceh itu ternyata hihihi
      gak ke gramedia jalma karena gak tau kalo ternyata gramedia jalma itu letaknya di blok M mbaaa...waktu itu ya udah tujuan utama blok M nti sambil liat2 peta mo kemana lagi dan sepertinya aku ke skip waktu liat petanya mbaaa...
      Ehhhh ini pujasera mana mba??aku kok skip juga yaa area pujasera ini wkwkwk
    Balas
  • lendyagasshi
    lendyagasshi
    Ternyataaa... Blok M ini luass yaa..
    ehheeh.. aku juga tujuannya kalo ke Jekarda mainnya Blok M. Uda jatuh cinta banget sama Nurim, mashaAllah..
    Apalagi momennya kalo pas hari Rabu atau Sabtu.. makin happy~

    Dan gultik inii.. terBAIIKK kata aku maah..
    Porsinya mini-mini dan ada menu extras yang bikin makan gultik gak terlalu kenyang, tapi cukup.
    Bukankah sesuatu yang cukup ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah?
    ((hehhee..))
    • erykaditya
      erykaditya
      Nurim apa teh lendy?? maaf nih bukan warga jakarta hehehe....
      Bener secukupnya saja secara biar muat buat cobain kuliner lainnya ;)
    Balas
  • Ire Rosana Ullail
    Ire Rosana Ullail
    Pertanyaan pertama dan utama dulu, Mbakkkk, ini kapan? Kok ke Jakarta nggak kabar-kabar sih? Tau gitu aku ajak keliling Jakarta dan nyobain semua moda transportasinya he.
    Itu M Bloc udah pasca renovasi berarti nggak lama ini ya Mb.
    Untung udah nyobain gultik, baru mau kubilang, belum ke Jakarta kalau belum nyoba gultik. Mbak itu makan gultiknya km beneran cuma sepiring doang? aku biasanya 3 sampai 4 piring soalnya heheheh. Awas ya lain kali ke Jakarta nggak ngabarin :(
    • erykaditya
      erykaditya
      hahaha,,,maaf maaf gak kabar2 yakkk...soalnya takut ngrepotin aku tuhhh hihi..ini ke jkt bulan april kemarin mbaa..
      nahh iyaa aku makan gultik cuma seporsi aja karena udah kenyang minuman dan habis dr gultik ada rencana buat cari makan lagi kan takut kalo kekenyangan yang penting dh cobain dl :)
    Balas
  • Mr. Regen
    Mr. Regen
    Waktu dulu berstatus anak rantau ibukota, daerah Blok M ini termasuk tempat yang sering kita kunjungi, apalagi kalau habis gajian.. hehe.
    Terakhir ke Blok M itu tahu kemarin, ke taman literasi. Sekarang sudah banyak berubah, jadi lebih bagus dan tertata rapi, termasuk akses transportasinya juga, ya.
    By the way selamat berlibur Kak Ery. Always happy ya di Djekardah
    Balas
  • Asri M Lestari
    Asri M Lestari
    Asyik nih nyobain MRT terus jalan-jalan dan kulineran di kawasan Blok M. Saya belum pernah makan gultik. Sering dengar saja. Ternyata aslinya dari kawasan Blok M ini ya?

    Soal kelewat Gramedia Jelma, semoga lain kali bisa mampir ya. Ditunggu cerita hari berikutnya ☺
    Balas
  • Tukang jalan jajan
    Tukang jalan jajan
    Vibes sore di Blok M emang gak pernah gagal buat bikin kangen Jakarta. Sensasi naik MRT bawah tanah yang mirip di luar negeri sampai berburu gultik legendaris di trotoar Mahakam itu beneran definisi "melokal" yang asyif.
    Porsi gultik yang imut tapi gurih emang selalu sukses bikin senyum-senyum sendiri pas pertama kali datang.
    Sayang banget ya Gramedia Jalma-nya terlewat, tapi anggap saja itu 'tabungan' rindu biar ada alasan buat main ke Blok M lagi nanti.
    Balas
  • Ariefpokto
    Ariefpokto
    Blok M itu juara karena menjadi destinasi wisata di kota Jakarta yang penuh dengan aktivitas, kuliner dan pengalaman-pengalaman yang menyenangkan di ibukota sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi turis untuk menikmati berbagai hal yang ditawarkan oleh area ini kalau saya sih Menjalani untuk menginap supaya bisa menikmati suasana dari mulai Pagi siang sore sampai malam jadi pengalamannya komplit dan menyenangkan
    Balas
  • Fenni Bungsu
    Fenni Bungsu
    Wah kak Er sudah merasakan naik MRT. Nanti kalau MRT yang ke arah monas sudah rampung, jangan lupa untuk merasakan juga ya Kak, plus traveling pula naik LRT. Memang sekitaran Blok M banyak hal yang bisa dieksplorasi, terlebih transportasinya juga beragam, jadi bisa kemana² dan dari mana aja
    Balas
  • Yuni Bint Saniro
    Yuni Bint Saniro
    Aku pernah ke Blok M. Emang rame sih. Tapi, belum se-hype kayak sekarang.

    Waktu itu, aku cuma ke tempat buku bekas gitu. Banyak banget buku yang kubeli. Hehehe

    Pingin main lagi ke Blok M. Nyobain gultik juga
    Balas
  • Bunda Saladin
    Bunda Saladin
    Seruu ya Mbak, jalan2 di Blok M. Hekengnya keliatan enak. Daku juga penasaran dengan gultik, itu nasinya hanya 1/4 porsi apa gimana?
    • erykaditya
      erykaditya
      iyaaa mungkin mbaa cuma 1/4 kicik amat soalnya hahaha...gak ada 1 dolar lo itu hehe
    Balas
  • Fajarwalker.com
    Fajarwalker.com
    Wah akhirnya kesampean juga ya mbaaak nyobain naik MRT. Mana langsung ke stasiun terfavorit sejagad jakarta pulak, alias stasiun Blok M, hihihi. biasanya pengunjung MRT tuh ramai di beberapa stasiun, tapi langsung melompong begitu melewati Blok M. Soalnya banyak bangettt yang turun disana mbak. Secara memang banyak banget makanan dan tempat nongkrong yang asyik.

    Kalo secara rute, memang MRT ini masih dikit mbak. Tapi denger-denger sih, proses pembangunan fase berikutnya sudah lumayan jauh progressnya. Nantinya kita bisa naik MRT ini sampai tembus ke daerah Jakarta Kota, hihihi. Kalau itu beneran jadi, jangan lupa cobain juga mbak :D

    Agak sayang juga ya lewatin Gramedia Jalma, tp gpp mbak, mungkin belum rezeki aja.
    Kapan2 berkabar mbak kalo mau kesini lagi, hihihi
    • erykaditya
      erykaditya
      Padahal Gramedia Jalma jadi icon nya blok M yaa...entah kenapa waktu itu bisa terlewat..yaa mungkin memang belum rejekinya yaaa
    Balas
  • AlineaLala
    AlineaLala
    Alhamdulillah ya keturutan Mba naik MRT Jakarta dan ke Blok M. Dari turun MRT ke M Bloc lumayan dekat, tidak mampir ke Yaman literasi juga ya berarti? Alhamdulillah M Block sekarang udah rapi, baru beres di renovasi pada beberapa bagian.

    Nah, bener, kalau ke Blok M jangan lupa makan gultik emang. Sayangnya aku malah belum kesampaian nih makan gultik.

    Agak sayang sih nggak mampir ke Gramedia Jalma, padahal tempatnya enak buat ngadem, meski seringnya sih rame banget ya.

    Mantap betul beneran kulineran di Blok M ini sih judulnya ya. Next kalau ke Jakarta lagi, berkabar. Jadi bisa nemenin gitu berjalan-jalan di Jakarta. Kalau ke Blok M, sebaiknya bawa bekal kipas portable, akhir-akhir ini Jakarta lagi panas sekali.
    • erykaditya
      erykaditya
      Masuk mba ke Taman Literasi tapi ya cuma lihat2 suasana aja sie kan lebih kayak tempat buat kumpul2 gt yaa,,ruang terbuka...
      iyaa nie nyesel banget gak ke gramedia jalma..kenapa juga waktu itu aku gak nanya yaa rekomendasi klo ke blok M kemana aja gituuu..gak kepikiran sama sekali soalnya
    Balas
  • nurul rahma
    nurul rahma
    Aaaakk, seruu banget eksplor Jakarta pakai transum!
    sebagai arek Suroboyo, akupun suka FOMO dgn sistem MRT, LRT, dll di Jakarta
    aku juga ke blok M waktu itu mbaa, meet up dgn beberapa bloger, tapi engga lamaaaa soalnya ada aca9ra keluarga.
    kapan2 mauuuu ke Jkt lagiiii
    • erykaditya
      erykaditya
      Waaa seru yaa mbaa masih sempet kumpul blogger...jkt memang padet tapi klo cuma sejenak singgah enak juga sie ;)
    Balas