![]() |
| Maiko dalam Kyomai Dance |
Mendengar kata Geisha yang pertama kali saya ingat adalah film "Memoir of a Geisha", tahu kan pasti karena memang seterkenal itu filmnya. Tapi cerita di film itu hanyalah sebuah cerita fiksi karena sejatinya Geisha adalah seorang seniman wanita yang bertugas menghibur tamu dengan cara memainkan alat musik, bernyanyi ataupun menari.
Di wilayah Gion Kyoto, para Geisha ini biasa disebut dengan nama Geiko. Para Geiko ini umumnya telah mengikuti kursus atau sekolah yang mengajarkan tentang seni dan budaya Jepang. Mereka yang sedang mengikuti sekolah tersebut disebut Meiko dan jika sudah lulus dan bekerja maka disebut Geiko.
![]() |
| Suasana malam jalan Gion |
Di sepanjang jalan Gion tersebut kami juga sempat beberapa kali berpapasan dengan para Geiko yang telah berdandan cantik dengan menggunakan baju adat Jepang atau kimono. Perlu diingat bahwa turis dilarang seenaknya mengambil foto para Geiko atau mengajaknya untuk selfie. Teman-teman bisa mengambil fotonya tanpa mengganggu aktifitasnya karena biasanya Geiko tersebut sedang berjalan untuk menuju tempat kerjanya. Jadi jika teman-teman ingin foto dengan bebas teman-teman bisa mengunjungi salah satu kedai yang ada di sepanjang jalan di Gion.
![]() |
| Gion Corner (sumber:viator.com) |
Pertunjukkan Gion Corner hanya diadakan dua kali setiap harinya yaitu pukul 18.00 dan 19.00 dimana setiap pertunjukan kurang lebih selama 50menit. Sebuah kebetulan yang sangat berharga sekali, tanpa perencanaan dan kami sampai disana tepat saat pertunjukkan baru akan dimulai. Tanpa berpikir panjang kami pun memutuskan untuk membeli tiket dan kebetulan masih tersedia karena ternyata biasanya habis terjual melalui reservasi terlebih dahulu. Untuk harga tiketnya memang agak mahal yaitu sekitar @500rb-600rb. Namun sebanding dengan performance art yang kita lihat nanti.
Gion Corner adalah sebuah sebuah pertunjukan seni dimana kita bisa melihat tujuh jenis seni budaya tradisional Jepang dalam sebuah panggung. Didalam gedung pertunjukan ini hanya berjumlah 165 kursi dimana 30 kursi adalah kursi premium. Kursi yang premium mempunya sudut pandang yang lebih nyaman dan dilengkapi digital tablet yang memberikan informasi detail tentang pertunjukan yang sedang dijalankan.
Saat pertunjukkan akan dimulai, kami pun bersiap antri menuju ruang pementasan. Saat akan masuk kami juga diberi pamflet yang menjelaskan isi pertunjukkan dalam bahasa Inggris. Terlihat banyak turis juga yang tertarik melihat pertunjukkan ini. Saya memilih tempat duduk di bagian paling depan agar lebih jelas. Tujuh macam seni pertunjukkan pada Gion Corner secara singkat adalah sebagai berikut :
1. CHANOYU / UPACARA MINUM TEH
![]() |
| Upacara Minum Teh |
Pada pertunjukan Chanoyu ini ditampilkan seorang wanita tengah baya yang didampingi seorang wanita lainnya yang sedang meramu teh. Ditawarkan juga dua orang volunter dari turis untuk duduk di samping panggung yang nantinya ikut mencicipi teh hasil ramuan tersebut. Upacara Minum Teh ini ditunjukkan secara detail dari mulai merebus air, memasukkan bubuk matcha hingga menyajikannya. Upacara Minum Teh dimaksudkan untuk menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan menenangkan bagi tamu dan tuan rumah.
2. KOTO MUSIC
![]() |
| Koto Music |
Koto adalah sebuah alat musik yang hanya kita nikmati alunan melodinya saja dan tidak digunakan untuk mengiringi sebuah nyanyian. Hingga saat ini Kota dan tetap populer baik dalam pertunjukan solo maupun ansambel.
Pada pertunjukkan Koto Music ini dipanggung terlihat dua orang wanita yang memainkan masing-masing sebuah Koto. Terdengar suara yang indah dan sangat menenangkan hati. Kita akan merasa hanyut terbawa nuansa tradisional Jepang yangsangat khas.
3. IKEBANA / MERANGKAI BUNGA
![]() |
| Ikebana |
Berbeda sengan seni merangkai bunga dari Barat yang mementingkan aspek dekoratif, maka Ikebana didasarkan pada tiga titik yang mewakili langit, bumi dan manusia. Pada pertunjukan Ikebana ini ditampilkan seorang pria praktisi ikebana dengan dibantu seorang asisten, sedang merangkai beberapa bunga matahari putih dalam sebuah vas.
4. BUGAKU DANCE
![]() |
| Bugaku Dance |
Musik iringan tari Bugaku berasal dari alat musik suling dan taiko (drum khas Jepang). Pada pertunjukan Bugaku ini ditampilan empat orang pemain alat musik dan seorang penari yang menggunakan kostum lengkap dengan topengnya. Hingga saaat ini Bugaku tetap dilestarikan oleh komunitas yang tinggal di kota Kuzano.
5. KYOGEN COMEDY
![]() |
| Kyogen (sumber:klook.com) |
Kyogen mengembangkan lebih lanjut unsur-unsur komedi, termasuk naskah dialog dan penggambaran karakter secara realistik. Sebagian besar cerita yang dipentaskan dalam kyogen adalah cerita satir, cerita yang menertawakan kegagalan, dan cerita humor.
Pada pertunjukan Kyogen ini menampilkan tiga orang pemain yang berbicara dengan menggunakan bahasa Jepang jadi saya tidak mengerti isi pembicaraannya hehe. Sebenarnya dalam pamflet juga dijelaskan tentang jalan ceritanya namun saya sedikit lupa hehe. Kalau tidak salah ingat cerita nya tentang seorang majikan yang mengerjai kedua anak buhnya dengan cara diikat dan melakukan beberapa tindakan yang memancing gelak tawa😀
6. NOH PLAY
![]() |
| Noh Play (sumber:klook.com) |
Noh menggunakan topeng yang diselaraskan dengan peran yang dimainkan. Peran utama dalam Noh bisa berupa dewa, wanita dalam legenda, pahlawan, makhluk supranatural, dan lain-lain. Pada pertunjukan Noh di Gion Corner terlihat seorang penari yang menggunakan topeng seperti seorang putri raja dan menari dengan menggunakan kipas.
7. KYOMAI DANCE
![]() |
| Kyomai Dance |
Kyomai dibentuk pada periode budaya Tokugawa pada abad ke-17. Tarian itu banyak dipengaruhi oleh sikap keeleganan, dan kemewahan gerakannya sering dikaitkan dengan Pengadilan Kaisar di Kyoro.
Itulah tujuh pertunjukan tradisional di Gion Corner yang sangat memukau hati terutama untuk kita yang senang mempelajari seni budaya suatu daerah. Mana yang paling saya suka?? saya suka semuanya karena masing-masing menampilkan ciri khas yang berbeda-beda.
![]() |
| Foto bersama Makio |
Sekian cerita pengalaman kami di Gion Corner. Sebuah pengalaman berharga yang tanpa direncanakan. Kalau teman-teman sedang berkunjung ke Jepang atau Osaka Kyoto jangan lupa mampir ke Gion Corner ya 😉










