7 Pertunjukan Seni Budaya Jepang di Gion Corner

Gion Corner
Maiko dalam Kyomai Dance
Melanjutkan postingan sebelumnya tentang kuliner Osaka Kyoto Jepang, kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saat mengunjungi pertunjukan di Gion Corner. Sebenarnya kami sampai di Gion Corner juga secara tidak sengaja. Pada awalnya kami hanya ingin ke Kyoto untuk melihat kota para Geisha yang ternyata ada di daerah Gion. Kami menuju ke daerah Gion Kyoto pada sore hari karena katanya Geisha akan lebih banyak terlihat saat sore dan malam hari saat mulai berangkat kerja menuju kedai teh atau restoran.

Mendengar kata Geisha yang pertama kali saya ingat adalah film "Memoir of a Geisha", tahu kan pasti karena memang seterkenal itu filmnya. Tapi cerita di film itu hanyalah sebuah cerita fiksi karena sejatinya Geisha adalah seorang seniman wanita yang bertugas menghibur tamu dengan cara memainkan alat musik, bernyanyi ataupun menari. 

Di wilayah Gion Kyoto, para Geisha ini biasa disebut dengan nama Geiko. Para Geiko ini umumnya telah mengikuti kursus atau sekolah yang mengajarkan tentang seni dan budaya Jepang. Mereka yang sedang mengikuti sekolah tersebut disebut Meiko dan jika sudah lulus dan bekerja maka disebut Geiko. 

Gion Corner
Suasana malam jalan Gion
Selama liburan di Jepang kami tinggal di kota Osaka dan untuk transportasi kami menggunakan transportasi umum yaitu kereta dan bus. Sesampainya kami di daerah Gion, kami melihat deretan rumah-rumah khas Jepang dari kayu yang disebut Machiya berjejer rapi di sepanjang jalan. Rumah-rumah bekas tempat tinggal tersebut sebagian besar beralih fungi menjadi pertokoan, restoran ataupun kedai teh dan usaha lainnya. 

Di sepanjang jalan Gion tersebut kami juga sempat beberapa kali berpapasan dengan para Geiko yang telah berdandan cantik dengan menggunakan baju adat Jepang atau kimono. Perlu diingat bahwa turis dilarang seenaknya mengambil foto para Geiko atau mengajaknya untuk selfie. Teman-teman bisa mengambil fotonya tanpa mengganggu aktifitasnya karena biasanya Geiko tersebut sedang berjalan untuk menuju tempat kerjanya. Jadi jika teman-teman ingin foto dengan bebas teman-teman bisa mengunjungi salah satu kedai yang ada di sepanjang jalan di Gion.

Gion Corner
Gion Corner (sumber:viator.com)
Saat asyik berjalan melintasi wilayah Gion tersebut, tidak sengaja kami melihat bangunan besar seperti Aula. Lalu kami tertarik untuk masuk dan ternyata tempat itu adalah Gion Kobu Kaburenjo Theatre. Teater tersebut adalah tempat diadakannya Gion Corner sebuah seni pertunjukkan budaya dan tradisional khas Jepang.

Pertunjukkan Gion Corner hanya diadakan dua kali setiap harinya yaitu pukul 18.00 dan 19.00 dimana setiap pertunjukan kurang lebih selama 50menit. Sebuah kebetulan yang sangat berharga sekali, tanpa perencanaan dan kami sampai disana tepat saat pertunjukkan baru akan dimulai. Tanpa berpikir panjang kami pun memutuskan untuk membeli tiket dan kebetulan masih tersedia karena ternyata biasanya habis terjual melalui reservasi terlebih dahulu. Untuk harga tiketnya memang agak mahal yaitu sekitar @500rb-600rb. Namun sebanding dengan performance art yang kita lihat nanti. 

Gion Corner adalah sebuah sebuah pertunjukan seni dimana kita bisa melihat tujuh jenis seni budaya tradisional Jepang dalam sebuah panggung. Didalam gedung pertunjukan ini hanya berjumlah 165 kursi dimana 30 kursi adalah kursi premium. Kursi  yang premium mempunya sudut pandang yang lebih nyaman dan dilengkapi digital tablet yang memberikan informasi detail tentang pertunjukan yang sedang dijalankan.

Saat pertunjukkan akan dimulai, kami pun bersiap antri menuju ruang pementasan. Saat akan masuk kami juga diberi pamflet yang menjelaskan isi pertunjukkan dalam bahasa Inggris. Terlihat banyak turis juga yang tertarik melihat pertunjukkan ini. Saya memilih tempat duduk di bagian paling depan agar lebih jelas. Tujuh macam seni pertunjukkan pada Gion Corner secara singkat adalah sebagai berikut :

1. CHANOYU / UPACARA MINUM TEH

Gion Corner
Upacara Minum Teh
Chanoyu adalah tradisi Jepang yang berpusat pada persiapan dan penyajian matcha atau teh hijau bubuk. Chanoyu ini sering diterjemahkan sebagai “upacara minum teh.” Tahapan cara membuat dan menyajikan teh mengikuti alur formal yang dirancang untuk mengekspresikan prinsip-prinsip dalam tradisi Jepang. Chanoyu dianggap budaya klasik dan hingga saat ini masih dipelajari oleh murid-murid di sekolah sebagai salah satu mata pelajaran wajib.

Pada pertunjukan Chanoyu ini ditampilkan seorang wanita tengah baya yang didampingi seorang wanita lainnya yang sedang meramu teh. Ditawarkan juga dua orang volunter dari turis untuk duduk di samping panggung yang nantinya ikut mencicipi teh hasil ramuan tersebut. Upacara Minum Teh ini ditunjukkan secara detail dari mulai merebus air, memasukkan bubuk matcha hingga menyajikannya. Upacara Minum Teh dimaksudkan untuk menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan menenangkan bagi tamu dan tuan rumah.

2. KOTO MUSIC

Gion Corner
Koto Music
Koto adalah nama sebuah alat musik tradisional Jepang yang kalau di Indonesia mempunyai bentuk mirip dengan Kecapi. Berbentuk sejenis sitar kayu panjang, dengan 13 senar yang dipetik dengan tusuk jari. Sejarah Koto sudah ada sejak 1300 tahun yang lalu dimana pada masa itu Koto dimainkan sebagai sebuah alat  musik istana.

Koto adalah sebuah alat musik yang hanya kita nikmati alunan melodinya saja dan tidak digunakan untuk mengiringi sebuah nyanyian. Hingga saat ini Kota dan tetap populer baik dalam pertunjukan solo maupun ansambel. 

Pada pertunjukkan Koto Music ini dipanggung terlihat dua orang wanita yang memainkan masing-masing sebuah Koto. Terdengar suara yang indah dan sangat menenangkan hati. Kita akan merasa hanyut terbawa nuansa tradisional Jepang yangsangat khas.

3. IKEBANA / MERANGKAI BUNGA

Gion Corner
Ikebana
Ikebana adalah seni merangkai bunga Jepang dengan memanfaatkan berbagai bunga, rumput dan tanaman yang bermaksud untuk menikmati keindahannya. Ikebana juga dikenal dengan istilah Kado yang lebih menekankan pada aspek seni untuk menciptakan kesempurnaan dalam merangkai bunga. Seorang praktisi Ikebana menciptakan gambaran artistik dari esensi bunga atau menciptakan kembali lanskap luas dalam satu wadah.

Berbeda sengan seni merangkai bunga dari Barat yang mementingkan aspek dekoratif, maka Ikebana didasarkan pada tiga titik yang mewakili langit, bumi dan manusia. Pada pertunjukan Ikebana ini ditampilkan seorang pria praktisi ikebana dengan dibantu seorang asisten,  sedang merangkai beberapa bunga matahari putih dalam sebuah vas.

4. BUGAKU DANCE

Gion Corner
Bugaku Dance
Tarian Bugaku adalah sebuah tarian istana dengan iringan alat musik yang berasal dari kota Kuzano. Tarian ini dicirikan dengan beberapa gerakan tententu, kostum yang penuh hiasan dan musik yang khas. Dengan sejarah lebih dari 1200 tahun maka Bugaku dianggap sebagai salah satu kebudayaan yang tertua di Jepang. Tarian ini dahulu dipersembahkan setiap tahunnya pada tanggal 2 Januari di Kuil Ōhirumemuchi di kawasan Azukizawa. 

Musik iringan tari Bugaku berasal dari alat musik suling dan taiko (drum khas Jepang). Pada pertunjukan Bugaku ini ditampilan empat orang pemain alat musik dan seorang penari yang menggunakan kostum lengkap dengan topengnya. Hingga saaat ini Bugaku tetap dilestarikan oleh komunitas yang tinggal di kota Kuzano.

5. KYOGEN COMEDY

Gion Corner
Kyogen (sumber:klook.com)
Kyogen adalah teater humor Jepang yang biasanya dipentaskan diantara drama Noh bersifat lebih serius. Namun saat ini antara Kyogen dan Noh sering ditampilkan secara terpisah. Para pemain Kyogen biasanya menampilkan karakter-karakter yang mewakili orang-orang biasa dalam situasi lucu dan menggunakan humor fisik, permainan kata, dan absurditas untuk menghibur penonton. 

Kyogen mengembangkan lebih lanjut unsur-unsur komedi, termasuk naskah dialog dan penggambaran karakter secara realistik. Sebagian besar cerita yang dipentaskan dalam kyogen adalah cerita satir, cerita yang menertawakan kegagalan, dan cerita humor.

Pada pertunjukan Kyogen ini menampilkan tiga orang pemain yang berbicara dengan menggunakan bahasa Jepang jadi saya tidak mengerti isi pembicaraannya hehe. Sebenarnya dalam pamflet juga dijelaskan tentang jalan ceritanya namun saya sedikit lupa hehe. Kalau tidak salah ingat cerita nya tentang seorang majikan yang mengerjai kedua anak buhnya dengan cara diikat dan melakukan beberapa tindakan yang memancing gelak tawa😀

6. NOH PLAY 

Gion Corner
Noh Play (sumber:klook.com)
Noh ialah bentuk utama drama musik Jepang klasik yang telah dipertunjukkan sejak abad ke-14. Noh tersusun atas mai (tarian), hayashi (musik) dan utai (kata-kata yang biasanya dalam lagu-lagu). Pelakon menggunakan topeng dan menari secara lambat.

Noh menggunakan topeng yang diselaraskan dengan peran yang dimainkan. Peran utama dalam Noh bisa berupa dewa, wanita dalam legenda, pahlawan, makhluk supranatural, dan lain-lain. Pada pertunjukan Noh di Gion Corner terlihat seorang penari yang menggunakan topeng seperti seorang putri raja dan menari dengan menggunakan kipas.

7. KYOMAI DANCE

Gion Corner
Kyomai Dance
Tarian Kyomai adalah pertunjukan penutup dan yang paling ditunggu-tunggu di Gion Corner. Kyomai adalah salah satu jenis tarian khas Jepang yang banyak dikembangkan di kedai teh di Kyoto. Kyomai ini dibawakan oleh dua orang Maiko lengkap dengan kimono dan make up nya. Kyomai ini mempunyai gerakan melingkar yang menonjolkan kelembutan. 

Kyomai dibentuk pada periode budaya Tokugawa pada abad ke-17. Tarian itu banyak dipengaruhi oleh sikap keeleganan, dan kemewahan gerakannya sering dikaitkan dengan Pengadilan Kaisar di Kyoro.

Itulah tujuh pertunjukan tradisional di Gion Corner yang sangat memukau hati terutama untuk kita yang senang mempelajari seni budaya suatu daerah. Mana yang paling saya suka?? saya suka semuanya karena masing-masing menampilkan ciri khas yang berbeda-beda.

Gion Corner
Foto bersama Makio
Selesai pertunjukan maka kami diarahkan menuju ke jalan keluar. Disini kita bisa berfoto bersama kedua Maiko yang menari tadi, sebuah kesempatan yang langka untuk bisa berfoto dengan Makio. Kami tentu tidak menyia-siakan kesempatan untuk berfoto bersama Makio donk, kapan lagi kan 😉.

Sekian cerita pengalaman kami di Gion Corner. Sebuah pengalaman berharga yang tanpa direncanakan. Kalau teman-teman sedang berkunjung ke Jepang atau Osaka Kyoto jangan lupa mampir ke Gion Corner ya 😉

30 komentar

  1. Well noted nih Mbak, seru banget bisa melihat banyak budaya Jepang di Gion Corner. Pengalamannya wajib diabadikan dalam bentuk tulisan kayak gini biar nggak lekang oleh waktu. Hehe. Sebetulnya saya suka agak-agak takut gitu sama make up-nya penari-penari Jepang kayak Maiko yang ditulis ini, tapi kayaknya kalau udah sampai sana sih gas aja kalo ada kesempatan foto bareng. Wkwk..

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget mba pengalaman tak terlupa bsa liat pertunjukan budaya yang komplit
      hehehehe mungkin karena pakai bedak putih itu ya mbaa..tapi sepertinya itu untuk perform aja mba..soalnya yang saya temuin di jalanan mereka juga make up biasa sie mba:)

      Hapus
  2. Kalau baca Osaka auto keinget sama Heiji Hattori di komik Detektif Conan 😂. Btw itu foto jalan Gion nya tampak rapi dan bersih sangat ya Mbak. Keren 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iyaaa mbaaa jalanannya bersih2 semua disana no sampah2 jadi nyaman buat wisatawan buat jalan kaki dan naik trasnportasi publik :)

      Hapus
  3. Jadi geisha itu semacam LC apa gimana ya? Keinget dulu di film Oshin seingatku ibunya pernah jdi geisha. Eh malah penasaran ama riasannya, khas banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. geisha itu menghibur tamu lewat pertunjukkan budya sie mba..seperti menari memainkan alat musik dan menyanyi gtu

      Hapus
  4. Hik, Tulisan ini menambah racun untukku, Jepang benar2 menggoda sekali, tapi masih ada satu list yg wajib di tunaikan dulu, semoga waktu segera berpihak, Thanks ya untuk racunnya #eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga semua wishlist nya bisa segera terlaksana kak :)
      semangat!!!!!

      Hapus
  5. Menarik banget mbak, dari dulu Jepang ada di wish list ku karena suka sama anime nya. Ternyata budaya nya pun sangat menarik, kalau kesana aku pengen belajar Ikebana deh atau minimal nyaksiin secara langsung🤩

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga wihlist buat ke jepang bisa segera terwujud kak!!! :)
      iyaaa kak ikebana juga lebih bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari juga ya kak jadi sangat bermanfaat kalo kita mempelajarinya :)

      Hapus
  6. Aku dulu itu ke Kyoto juga, tapi ga main kesini Mbaa 🤣. Cuma ke taman, trus cobain dango yg terkenal banget itu kalo ke Kyoto. Sayang ih ga nonton pertunjukan nya. Tapi kalo geiko atau Maiko ada ketemu di Kyoto.cuma memang ga berani foto, Krn aku sempet baca ga boleh foto sembarangan kan.

    Dari sekian banyak pertujunkannya aku tertarik Ama Ikebana. Krn kok sepertinya bukan merangkai bunga biasa, lebih complicated . Tapi itu yg bikin makin menarik kan 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. dango itu apa mba?? aku malah gak tahu hihihi...ini ke gion karena katanya tempat geisha gak tahunya malah nemu pentas pertunjukan budaya yang keren ini..seneng banget jadinya hihihi...
      ikebana sepertinya simple tapi ternyata punya arti yang mendalam dalam merangkainya ya mbaaa...dan kalo kita pelajari bisa kita aplikasikan juga dlm sehari2 :)

      Hapus
  7. seru juga bisa menonton pertunjukan seni di negaranya langsung ya. Terus sudut Gion cornernya terlihat estetik gitu buat jadi spot foto
    dengan melihat pertunjukan seni kayak gini, kita jadi tahu kebudayaan jepang secara nggak langsung.
    semoga kalau ke Osaka bisa mampir sini dan bisa nonton juga mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. he em mba setiap sudutnya disana terlihat apik buat didokumentasikan dan beruntung banget bisa lihat atraksi budaya ini :)
      mg mb ainun next berkesempatan lihat pertunjukan ini juga mbaaa :)

      Hapus
  8. Seringkali yang ngga disangka-sangka justru itu yang memorable ya mbak... salah satu nilai plusnya traveling adalah menemui kejutan-kejutan semacam ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe bener banget mba..bener2 tanpa direncanakan malah dapat yang luar biasa ini :)

      Hapus
  9. Whuah banyak pertunjukkannya ya, keren banget mbak eryka ingat dan bisa menuliskan semua ceritanya, kalo aku mgkn uda lupa kalo sebanyak itu. Jadi 50 menit pertunjukkan gak berasa ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe ini mengais-ais memori mbaa sambil liat foto2nya sambil merangkai kejadiannya seperti apa hahaha..pertamanya juga pesimis bisa ingat tapi akhirnya ko jadi juga hihihi

      Hapus
  10. Wah salah satu negara impian nih ke jepang, pengen banget. Seru juga ya banyak pertunjukkan di gion corner. Nanti pengen juga deh kalo ke jepang berkunjung kesana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga next bisa berkesempatan mengunjungi jepang ya mba bisa menikmati budaya dan pertunjukkan di gion corner :)

      Hapus
  11. Menarik semua ya ternyata pertunjukannya, kalau ke Jepang bisa menonton langsung semua pertunjukannya, pasti dapat banget feelnya, saya suka dengan budaya-budaya Jepang termasuk dengan semua tariannya, apalagi dibalik pertunjukannya banyak insight yang bisa kita dapat

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa mba bener banget pasti selalu ada yang menarik dan dapat ilmu baru setiap kita melihat atau mempelajari sebuah budaya baru berasa semakin luas aja gitu wawasannya :)

      Hapus
  12. Wah banyak pertunjukkan menarik di Jepang ya. Unik-unik pula pertunjukannya. Pasti seru nih kalau bisa menyaksikan langsung dan bakal jadi pengalaman baru yang menarik

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget mbaaa jadi dapat satu pengalaman berharga tak terlupakan dari sana :)

      Hapus
  13. Oh, di Osaka mereka punya istilah sendiri gitu ya..
    Budaya Jepang ini unik dan semuanya terkesan berpusat pada konsentrasi. Padahal judulnya hiburan. Luar biasa.
    Aku kayanya pernah dikirimin foto Geisha Gion Corner, Osaka sama masku. Dan aku pikir, istilahnya sama di semua wilayah Jepang.

    Jadi menambah pengetahuan lagi..
    Semoga bisa ikutan nonton Pertunjukan Budaya Jepang yang sangat menarik ini, someday.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi iyaa mbaa ternyata ada istilah yang berbeda, aku juga sama sekali gak ada bayangan pas kesana tp secara gak terduga dapat pengalaman budaya yg tak terlupa :)

      Hapus
  14. Menarik banget mbak pengalamannya. Kita jadi tahu budaya Jepang ya mbak. Dan senangnya lagi bisa langsung menyaksikan di Jepang ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa mbaa pengalaman tak terlupakan banget mbaa :)

      Hapus
  15. impianku banget pengen ke Jepang :D semoga terwujud

    BalasHapus
Salam Kenal
erykaditya
Travelling, Kuliner & Lifestyle
Arsip Blog
Komunitas
Emak Blogger Blogger Perempuan
Ibu Ibu Doyan Nulis Female Blogger Banjarmasin
Popular Posts