Hari minggu ini kami melakukan perjalanan yang sedikit jauh. Setelah semalam kami mengunjungi Toko Kopi Melayu, hari minggu siang kami melakukan perjalanan menuju ke kota Barabai. Barabai adalah ibukota Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan. Perjalanan dari kota Banjarmasin ke kota Barabai sekitar empat jam perjalanan.
Kami berangkat menjelang siang dengan perjalanan yang santai karena memang tidak diburu waktu. Saat itu kami melewati jalur alternatif melalui kota Marabahan. Melalui jalur alternatif ini jalanan memang tidak semulus jalan utama namun sepanjang perjalanan lebih banyak bertemu deretan sawah dan pepohonan yang masih rimbun.
Mendekati kota Barabai kami memutuskan untuk mampir ke salah satu tempat wisata yang cukup ramai di daerah HST. Tempat wisata tersebut adalah Riam Bajandik yang berlokasi di Kecamatan Betu Benawa, sekotar 9 km dari Barabai. Wisata Riam Bajandik memanfaatkan aliran sungai Benawa yang berasal dari Pegunungan Maratus sebagai obyek wisata utama.
Pegunungan Maratus adalah sebuah geopark terluas di Kalimantan yang menjadi sumber oksigen dan sumber air utama dengan berbagai macam keanekaragam hayati dan budaya di dalamnya. Riam sendiri artinya adalah bagian sungai yang memiliki aliran yang deras namun landai. Riam ditandai dengan semakin dangkalnya dasar sungai dimana terlihat bebatuan yang timbul di aliran sungai.
Kami sampai di kawasan wisata Riam Banjandik sekitar pukul 5 sore. Meskipun sudah sore, tapi terlihat masih banyak pengunjung di kawasan tersebut. Kawasan Riam Bajandik berupa aliran sungai dimana para pengunjuung bisa bermain air dan berenang di antaranya karena dasar sungai yang dangkal. Di pinggir aliran Riam Bajandik juga disediakan beberapa gazebo sebagai tempat bersantai.
Saat itu kami memang tidak berencana untuk berenang, kami hanya ingin bersantai sambil melihat pemandangan Riam Banjandik. Dan diseberang Riam Bajandik terdapat sebuah coffeshop yang mempunyai tenpat cukup menarik yaitu Kopi Riam. Kopi Riam berada di dataran yang agak tinggi sehingga terlihat jelas aliran Riam Bajandik dibawahnya.
Selain Kopi Riam juga terdapat restoran fried chicken yang letaknya berjejaran. Kedua tempat makan ini mempunyai posisi strategis untuk menikmati pemandangan sungai sembari menanti waktu matahari terbenam.
Kopi Riam mempunyai area gazebo dan area terbuka di depan dan samping. Untuk area samping terlihat banyak pepohonan yang dilengkapi dengan meja kursi untuk para pengunjung. Sepertinya lokasi ini memang cocoknya dinikmati sore dan malam hari karena jika siang hari dijamin panasnya langsung ke kepala hehe.
Karena saat itu kami habis makan sehingga kami hanya memesan minuman segar saja. Kami disana sembari beristirahat sejenak sambil menghabiskan minuman pesanan kami dan menanti matahari terbenam. Untuk menu minuman tersedia kopi, soda ataupun milkshake juga tersedia berbagai cemilan dan rice bowl. Hargamenunya juga standart berkisar antara 10rb-30rb.
Puas beristirahat sembari melihat matahari terbenam kami kemudian memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Barabai. Meskipun masih sederhana namun kawasan Riam Bajandik bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif wisata bagi warga sekitar ataupun kita yang sedang melintas di daerah Barabai.
Sekian cerita kami hari ini, terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💓💓




