adjQDGiw9zV3ZrtlDmdv0xUy2YCAW5gNJ7prCidQ

Belajar Sejarah di Museum RA Kartini Rembang

Museum RA Kartini Rembang menyimpan banyak peninggalan dan surat RA Kartini yang dikirimkan kepada sahabat penanya di Belanda
Museum RA Kartini Rembang

Perjuangan emansipasi wanita di Indonesia tidak bisa lepas dari sosok RA Kartini (21 April 1879 - 17 September 1904). Beliau dikenal sebagai pahlawan nasional yang memperjuangkan emansipasi wanita agar mendapatkan pendidikan yang setara dengan kaum pria. Pada masa itu, sosok perempuan jarang yang mendapatkan pendidikan tinggi bahkan jika sudah menginjak remaja, maka perempuan harus melakukan tradisi pingit. 

Sosok RA Kartini selalu identik dengan dua kabupaten di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Jepara dan Rembang. Kabupaten Jepara adalah kota kelahiran Kartini hingga beliau menginjak usia 24th. Sedangkan Rembang adalah kota tempat beliau melanjutkan hidup setelah dipersunting oleh Bupati Rembang RMAA Djojoadhiningrat.

Museum RA Kartini

Untuk mengenang jasa dan menyimpan berbagai kenangan tentang RA Kartini maka dibangunlah Museum RA Kartini. Terdapat dua museum RA Kartini yaitu di Jepara dan juga Rembang. Museum RA Kartini Jepara berlokasi di Jl RA Kartini, Jepara atau tepat di sebelah utara alun-alun Jepara. Sedangkan Museum RA Kartini Rembang berlokasi di Jl Gatot Subroto no 8 Rembang, sekitar 300m dari alun-alun Rembang.

Kedua museum RA Kartini tersebut menyimpang berbagai koleksi yang berbeda.

1. Museum Kartini Jepara

  • Diresmikan pada tanggal 21 April 1977
  • Menyimpan berbagai koleksi keluarga besar RA Kartini, meja belajar dan juga pena korespondensi. Menggambarkan kehidupan Kartini sejak dilahirkan dan dibesarkan hingga usia 24th.

2. Museum Kartini Rembang

  • Diresmikan pada tanggal 21 April 1967 yang awalnya hanya seluas kamar yang ditempati RA Kartini selama menjadi istri Bupati Rembang. Museum tersebut kemudian direvitalisasi pada tahun 2011 sehingga mengubah seluruh bagian rumah dinas Bupati Rembang menjadi Museum RA Kartini.
  • Menyimpan seluruh barang peninggalan RA Kartini selama menjadi istri Bupati Rembang. Beliau tinggal di Rembang kurang dari satu tahun karena beliau meninggal dunia beberapa hari setelah melahirkan anak beliau yaitu RM Singgih Soesalit. Beliau meninggal di usia 25th dan dimakamkan di desa Bulu, Rembang.

Mengunjungi Museum Kartini Rembang

Lokasi pertama yang kami kunjungi saat di Rembang adalah Museum RA Kartini. Seperti yang saya sebutkan diatas, Museum RA Kartini Rembang ini awalnya adalah Rumah Dinas Bupati Rembang. Namun karena kini digunakan sebagai museum maka rumah Bupati Rembang yang sekarang adalah sebuah bangunan baru yang berada di belakang area museum.

Kompleks Museum RA Kartini juga masih tetap digunakan sebagai kompleks kantor pemerintahan Rembang. Di kompleks ini terdapat beberapa kantor pemerintahan, diantaranya adalah Kantor DinKominfo, Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kantor Tim Penggerak PKK dan juga Kantor BUMD Kab Rembang.

Saat sampai di kompleks museum, saya sempat bingung mencari lokasi bangunan Museum RA Kartini. Di bagian depan samping pintu gapura sebenarnya ada peta bangunan tapi saya melewatkannya. Begitu masuk pintu gerbang maka kita akan melihat sebuah taman hijau, dan di belakang taman tersebut adalah sebuah pendopo.

Di bangunan pendopo tersebut tampat tertata rapi kursi-kursi yang sepertinya akan digunakan untuk pertemuan. Disana kami melihat tiga orang yang sedang berbincang dan kami memutuskan untuk bertanya letak bangunan museum. Dan ternyata salah seorang dari beliau adalah penjaga museum.

Kami kemudian diarahkan untuk mnegisi buku tamu dan membeli tiket masuk museum seharga @5K. Dari araj pendopo kita tinggal jalan lurus masuk ke dalam, maka disanalah pintu masuk menuju area Museum RA Kartini. Lurus sejajar antara pintu gerbang, taman dan pendopo.

Kesan pertama saat kami masuk ke museum adalah bersih dan rapi. Saat itu kebetulan hanya ada kami berdua yang mengunjungi museum tersebut. Museum ini benar-benar sebuah rumah yang dulu ditinggali oleh RA Kartini saat menjadi istri Bupati Rembang. 

Museum RA Kartini Rembang dibagi menjadi beberapa ruangan seperti fungsinya yang dahulu. Beberapa ruangan yang kami jelajahi diantaranya adalah : 

1. Ruang Utama

Museum RA Kartini Rembang

Begitu masuk maka kita akan melihat ruang utama dimana terdapat foto RA Kartini tepat didepan pintu masuk. Disini juga terdapat beberapa barang peninggalan beliau seperti kotak jahit dan kotak surat. Di ruang ini juga terdapat dua buah diorama RA Kartini bersama suami dan keluarganya.

2. Ruang Koleksi Buku

Museum RA Kartini Rembang

Ruang Koleksi Buku berada di sisi kanan dari pintu masuk. Di ruangan ini terdapat beberapa surat korespondensi beliau dengan beberapa sahabat pena dari Belanda termasuk Ny Rosa Abendon. Ny Rosa Abendon adalah istri dari Henri Abendon (Direktur Pendidikan, Agama dan Industri Hindia Belanda) yang pernah berkunjung ke Jepara dan bertemu dengen RA Kartini. Di beberapa surat tersebut beliau menceritakan tentang rencana-rencananya untuk mengusahakan pendidikan yang setara bagi kaum perempuan.

Di ruangan ini kita disuguhi beberapa buku koleksi dari RA Kartini seperti tulisan tangan RA Kartini pada buku Adu Jago yang berbahasa Belanda juga buku cetakan pertama Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku Habis Gelap Terbitlah Terang adalah buku kumpulan surat yang ditulis RA Kartini untuk sahabat penanya di Belanda.

3. Ruang Habis Gelap Terbitlah Terang

Museum RA Kartini Rembang

Ruangan Habis Gelap terbitlah Terang terletak disebelah Ruang Koleksi Buku. Di ruangan ini terdapat beberapa kata-kata mutiara dari RA KArtini yang ditampilkan dalam bentuk neon box.

4. Ruang Pengabdian

Museum RA Kartini Rembang

Ruang Pengabdian berada di sisi kiri dari pintu masuk. Ruangan ini adalah kamar tidur RA Kartini. Di sini terdapat sebuah tempat tidur serta beberapa meja dan lemari milik beliau seperti meja rias dan meja merawat bayi. Juga terdapat sebuah prasasti dari Presiden Soekarno yang menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada RA Kartini.

5. Kamar Tidur Djojoadhiningrat

Ruangan ini berlokasi di sebelah Ruang Pengabdian, terdapat pintu yang menghubungkan kedua ruangan tersebut. Di sini terdapat beberapa foto RA Kartini beserta keluarga selama berada di Rembang. Juga terdapat undangan pernikahan yang ditujukann kepada Ny Abendon.

6. Ruang Keluarga

Museum RA Kartini

Ruang Keluarga terletak di belakang Ruang Utama. Di ruangan ini terdapat banyak sekali foto-foto keluarga RA Kartini serta beberapa barang peninggalan lainnya. Terdapat juga satu set meja dan kursi ukir kayu di tengah ruangan.

7. Ruang Makan

Museum RA Kartini Rembang

Ruang Makan terletak di belakang Ruang Keluarga. Di sini terdapat meja makan, mesin jahit, meja tulis serta beberapa foto dan peninggalan keluarga RA Kartini.

Semua benda peninggalan di Museum RA Kartini terlihat tampak terawat dengan baik. Di museum ini juga terdapat bagan silsilah baik dari keluarag RA Kartini maupun dari RMAA Djojoadhiningrat. Setiap foto maupun barang peninggalan yang dipajang juga mencantumkan keterangannya, sehingga kita bisa mendapatkan banyak penjelasan.

Penutup

Museum RA Kartini

Museum RA Kartini membuat saya kagum dengan kemampuan beliau dalam berbahasa dan bertutur kata. Setiap kata yang beliau gunakan menunjukkan bagaimana tingkat pendidikan dan sopan santun yang beliau miliki. Dari berbagai tulisan beliau, menunjukkan bahwa beliau mempunyai banyak gagasan bagi kemajuan pendidikan dan sosial. 

Di kompleks museum ini juga terdapat ruang mengajar Kartini. Di ruangan tersebut terdapat diorama Kartini saat sedang mengajar anak-anak. Namun saat itu saya tidak mengunjungi ruangan ini karena tampak tertutup. 

Museum RA Kartini cocok dijadikan sebagai salah satu tempat wisata edukasi bagi anak-anak sekolah agar mereka lebih mengenal sosok beliau dan bagaiimana pemikiran-pemikiran beliau yang ingin memajukan perempua di Indonesia. Jadi buat teman-teman yang sedang perjalanan di Rembang bisa memasukkan Museum RA Kartini sebagai salah satu destinasi wisata.

Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💗💗

20 komentar
  • Bunda Saladin
    Bunda Saladin
    Wahh selain di Jepara ternyata juga ada museum Kartini di Rembang.. Nah daku belum pernah tuh eksplor kota Rembang, biasanya lewat doang pas mudik (jalur pantura). Menarik nih museumnya apalagi bisa lihat tulisan tangan asli milik ibu Kartini.
    Itu kursinya jati ya? Jelas awetnya karena usia juga sudah hampir seabad?
    Balas
  • Dyah Kusuma
    Dyah Kusuma
    Kagum dengan ibu Kartini, sayangnya saya belum berkunjung ke museumnya. Penasaran ingin melihat dari dekat jejak perjalanan pahlawan perempuan idolaku. Alhamdulillah terobati dengan membaca artikel mbak. Semoga bisa ajak kiddos untuk semakin mengenal pahlawan perempuan Indonesia yang hanya dikenalnya dari media dan buku, secara lokasinya tidakterlalu jauh dari rumah, di provinsi sebelah
    Balas
  • Rella Sha
    Rella Sha
    Senang sekali bacanya, apalagi tahu kalau museum ini begitu terawat dan bersih. Menarik banget bagian Ruang Koleksi Buku yang menyimpan surat korespondensi beliau dengan Ny Rosa Abendon sampai buku cetakan pertama Habis Gelap Terbitlah Terang.

    Penataan per-ruangannya yang mempertahankan fungsi asli kamar dan rumah dinas Bupati bikin suasana napak tilasnya berasa banget. Informasi tiketnya yang terjangkau (5k) plus lokasi di kompleks pemerintahan jadi catatan penting buat yang mau mampir ke Rembang.
    Balas
  • Yonal Regen
    Yonal Regen
    Bersyukur teman-teman di Rembang dan Jepara memiliki museum Kartini, di mana kita bisa belajar langsung menelusuri sejarah dari tempat seotentik itu dan alhamdulillah tempatnya terjaga dengan baik, ya oleh pengelolanya.

    Melihat secara langsung buku-buku dan tulisan Kartini, bahkan sampai meja makannya, sepertinya akan benar-benar serasa membawa kita ke masa beliau masih ada. Walaupun ia meninggal di usia muda, tetapi kiprah dan andilnya melalui tulisan-tulisan yang menggugah dan juga pengajarannya kepada warga sekitar memang patut kita kenang dan dijadikan spirit serta motivasi untuk melanjutkan perjuangannya
    Balas
  • Srie Ummu Kayshwa
    Srie Ummu Kayshwa
    Saya itu kalau berkunjung ke museum biasanya seperti diajak napak tilas langsung ke masa lalu he...he..., tapi belum kesampain sih mau ke sini, keburu mbolang ke Borneo. Tapi pas baca tulisan Mba Er dan tahu kalau tempat bersejarah ini dikelola dengan bersih, rapi, dan terawat baik rasanya bahagia sekali. Benar-benar terawat, jadi kesannya yang bertugas menjaga museum ini memang "ngajeni" sekali dengan peninggalan sejarah.
    • erykaditya
      erykaditya
      bener mbaa alhamdulillah nya ini museum terawat banget dan terjaga kebersihannya tapi sepertinya banyak museum2 sekarang yng mulai berbedah diri yaa agar peninggalan yang ada disana biisa terjaga dengan baik
    Balas
  • Alienda
    Alienda
    Salah fokus dan takjub sama bagaimana rapi dan terawatnya museum ini. Pasti jadi pengalaman belajar yang seru banget yaaa.. kebayangnya langsung nular semangat perjuangannya >.<
    Balas
  • ruangumma@gmail.com
    ruangumma@gmail.com
    Museum memang tempat terbaik banget untuk mempelajari dan memahami sejarah dengan mudah dan menyenangkan
    Balas
  • Heni Hikmayani Fauzia
    Heni Hikmayani Fauzia
    museumnya terawat banget , kagum saya mulai dari ruangan hingga perabotan dan bahkan tulisan RA. Kartini masih tersimpan rapih dan masih bisa dibaca. Saya tuh selalu suka kalau berkunjung ke museum begini soalnya bisa sekalian belajar.
    Balas
  • Mang Duyeh
    Mang Duyeh
    langsung tertarik menuju ke tulisan ini setelah membaca deretan judul yang ada disini
    kalo soal kiprah beliau sudah tentu banyak orang yang tau, tapi ini saya baru liat foto aslinya beliau, ternyata aslinya beliau ini mungil orangnya ya dan cantik tentu saja. bisanya dari kecil saya hanya melihat RA Kartini yang dilukis setengah badan, dan di poster - poster pahlawan, agak sedikit berbeda.
    di zaman kolonial ada seorang pribumi wanita pula memiliki kemampuan menulis dan berbaha belanda saja sudah sangat luar biasa, sayangnya beliautidak sempat sampai di tahun kemerdekaan.
    • erykaditya
      erykaditya
      bener mang kalo dari poster2 yang sering kita lihat memang sepertinya agak beda ya menurutku dengan foto aslinya...
      untungnya disini masih banyak koleksi foto beliau bersama suadara dan keluarganya
    Balas
  • Antung apriana
    Antung apriana
    pastinya serasa menjelajah ke masa lalu ya, mbak memasuki museum kartini ini. Dan aku kagumnya bangunannya juga masih bagus dan lokasinya malah di kompleks perkantoran gitu. btw foto yang di museum menjadi penegas kalau foto kartini berhijab yang pernah viral itu hoax belaka. heu
    • erykaditya
      erykaditya
      Iyaaa mbaa bangunannya masih terawat sampai sekarang dan selalu ramai karena menjadi satu dengan perkantoran...
      Oalah iyaa yang foto sempat viral itu yaa..adaa ada saja hehe
    Balas
  • Okti Li
    Okti Li
    Terbayang bagaimana kondisi kertas surat RA Kartini pada jaman itu. Setelah puluhan tahun bahkan lebih dari seratus tahun usianya tapi masih bisa kita akses di museum-museum nya itu.
    Perjuangannya untuk kesetaraan pendidikan antara perempuan dan laki-laki sangat besar. Terimakasih berkat beliau saya bisa jadi ibu rumah tangga yang produktif meski di rumah saja
    Balas
  • Farida Pane
    Farida Pane
    jadi museum kartini ini ada dua, ya. aku belum pernah mengunjungi dua2nya padahal relatif dekat dari semarang
    Balas
  • Wahyu Suwarsi
    Wahyu Suwarsi
    Saya pernah berkunjung ke museum Kartini yg di Jepara. Barang2nya masih terawat dan rapi. Anak2 sekolah perlu dikenalkan mengunjungi museum ini agar mereka bisa belajar sejarah secara langsung.
    Balas
  • Dee_Arif
    Dee_Arif
    Memang paling enak kalau belajar sejarah secara langsung ya
    Cerita tentang perjuangan Kartini,, jadi mudah dipahami dengan berkunjung di museum ini ya
    Balas
  • Fenni Bungsu
    Fenni Bungsu
    Tiap ruangannya istimewa karena punya nilai historis yang bisa dipelajari oleh para pengunjung. Buat yang traveling ke Rembang boleh nih masuk itin biar perjalanan ga sekadar liburan semata tapi dapat manfaatnya juga
    Balas
  • Ainun
    Ainun
    menarik sekali bisa berkunjung ke Museum RA Kartini mbak, disini kita bisa belajar sejarah langsung. Apalagi kalau museumnya terawat dengan baik seperti ini, bener-bener diperhatikan sama pihak pemerintah setempat ya.
    Kayaknya aku sendiri belum pernah ke Rembang, entahlah apa aku yang lupa, soalnya kalau Jepara, aku pernah kesana, tapi belum masuk ke museumnya
    • erykaditya
      erykaditya
      iyaaa mbaa apalagi setiap barang2 yang disimpan ada penjelasannya sehingga kita jadi paham juga dan tempatnya juga bersih rapi terawat dengan baik...aku sendiri kmrn juga gak singgah ke museum nya yang di jepara mba ;)
    Balas