adjQDGiw9zV3ZrtlDmdv0xUy2YCAW5gNJ7prCidQ

Dapur Lasem, Tempat Makan Enak di Lasem

Dapur Lasem adalah sebuah restoran yang menempati sebuah bangunan lama. Dapur Lasem menjadi pilihan untuk makan enak dengan harga bersahabat
Dapur Lasem

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya di Batik Tiga Negeri, Lasem adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang yang disebut Tiongkok Kecil. Meskipun banyak obyek wisata sejarah khas Tiongkok di Lasem namun untuk menemukan rumah makan yang recommended ternyata bukan hal yang mudah. Saat berada di Lasem, kami sempat bingung menentukan tempat makan siang karena tidak banyak rekomendasi tempat yang kami dapat.

Dari hasil pencarian, saya hanya menemukan dua rekomendasi restoran yaitu Rumah Oei dan Dapur Lasem. Karena berada di daerah pesisir maka kami mencari tempat makan yang menyajikan iakan ataupun seafood. Dan pilihan akhirnya jatuh ke Dapur Lasem karena melihat daftar menu yang lebih beragam. 

Sekilas Dapur Lasem

Dapur Lasem Cafe & Resto berlokasi di Jl Jatirogo no 14 Lasem. Restoran ini buka setiap hari dari jam 11.00 - 21.00 WIB, kecuali hari Sabtu dan Minggu tutup pada jam 21.30 WIB.

Dapur Lasem baru beroperasi pada tahun 2023. Sebelumnya Dapur Lasem adalah sebuah bangunan  rumah tua yang terbengkalai. Bangunan tersebut dipercaya telah berusia lebih dari satu abad, atau lebih tepatnya dibangun pada tahun 1921. Sehingga pada logo Dapur Lasem terdapat tulisan tahun 1921 sebagai pengingat berdirinya rumah tersebut.

Dapur Lasem

Pada tahun 2023, oleh pemilik baru dilakukan restorasi untuk mengembalikan fasad bangunan sesuai dengan aslinya. Restorasi yang dilakukan tergolong minim, lantai dan pintu yang masih kokoh tetap dipertahankan tanpa menghilangkan esensinya. Keaslian bentuk bangunan tetap dipertahankan bahkan lampu dan berbagai barang kerajinan yang ada juga tetap dipertahankan. 

Setelah selesai proses restorasi, bangunan tersebut kemudian dimanfaatkan menjadi sebuah restoran dengan nama Dapur Lasem. Pemilihan restoran karena di Lasem masih jarang terdapat restoran keluarga yang memadai. 

Dapur Lasem menyajikan menu yang cukup beragaman karena mengusung tema resto dan cafe. Terdapat menu chinese, western hingga menu khas Indonesia juga tersedia.Unutk minumannnya juga beragam dari minuman tradisional hingga kopi kekinian juga tersedia.

Makan Siang di Dapur Lasem

Melihat bangunan Dapur Lasem dari fasad luar terlihat pintu gerbang khas rumah Tionghoa yang cukup lebar. Memasuki area teras terdapat beberapa meja kursi pengunjung yang tampaknya masih kosong. Area semi outdoor tersebut memang nyamannya digunakan kala malam hari saat matahari sudah bersembunyi. Cuaca kota pesisir yang sangat panas disiang hari, membuat kita akan lebih nyaman jika berada di area indoor.

Dapur Lasem

Masuk ke bangunan utama terdapat area penerimaan tamu dan juga kasir. Di area ini jug aterdapat meja besar di bagian tengah juga logo Dapur Lasem di bagian dinding tengahnya. Pada sisi bagian kanan terdapat sebuah ruangan vvip yang biasanya digunakan untuk acara pertemuan. Masuk menuju pintu berikutnya adalah area makan indoor. Disini terdapat beberaa bagian meja kursi untuk tamu.

Meskipun dari luar terlihat sangat sepi, namun ternyata di bagian dalam sudah ada beberapa pelanggan yang tengah asik menikmati menu makan sianganya. Di beberapa sisi dinding juga terlihat ornamen khas Tiongkok yang menghiasi ruangan tersebut.

Siang itu kami memesan kwetiau goreng seafood, udang telur asin, ca tauge ikan asin dan es jeruk sebagai minuman. Dan tidak perlu menunggu lama untuk pesanan kami dihidangkan. Sempat harap-harap cemas karena pada malam sebelumnya kami juga sempat memesan hidangan seafood di daerah Rembang, hanya saja rasanya tidak recommended. Tapi ternyata hal tersebut tidak berlaku di Dapur Lasem, karena kami merasa puas dengan masakan yang disajikan.

Dapur Lasem

Kwetiau Goreng Seafood mempunyai isian yang gak pelit, cumi dan udangnya banyak serta kematengan kwetiaunya juga pas, rasanya pun enak. Udang telur asin ini jadi hidangan favorit kami siang itu. Udangnya besar dan dagingnya terasa sangat segar saat digigit. Baluran telur asinnya juga renyah dan enak. Ca tauge ikan asin juga gak kalah enaknya, tekstur touge masih terasa krenyes-krenyes ditambah potongan ikan asin yang menggugah selera. Semua hidangan yang kami pesan berhasil kami habiskan tanpa sisa.

Dan untuk harga, saya rasa juga harga standart. Seporsi kwetiau goreng di harga 33rb, udang 70rb, ca touge 27rb dan es jeruk 12rb. Dari review yang saya baca memang harga di Dapur Lasem termasuk murah dengan kualitas masakan bintang lima.

Kesimpulan

Siang itu kami melangkah keluar dari Dapur Lasem dengan perut yang kenyang dan hati yang gembira. Pemilihan tempat makan siang ini sesuai dengan keinginan kami. Harga bersahabat dengan kualitas masakan yang nikmat.

Dapur Lasem ternyata juga sering digunakan sebagai tempat acara pertemuan komunitas, kantor hingga acara pernikahan. Sehingga tidak mengherankan jika kualiatas masakan yang disajikan benar-benar diperhatikan.

Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💖💖

27 komentar
  • lendyagasshi
    lendyagasshi
    Aku heran banget pas ke Rembang tuu..
    Karena banyaaakk sekali makanan Caina yang halal dan mashaAllah.. enaakk~
    Selain enak di rasa juga enak di porsi.. dan vibesnya tuu vintage gituu..

    Aku belum pernah ke Dapur Lasem.
    Karena lokasinya di Lasem, huhuhu... Jadi kangen Rembang.
    Beberapa kali nanya ke suami "Apa ga ada undangan ke Rembang lagi?"
    Jawabannya mengecewakan..

    Semoga bisa mencoba makan di Dapur Lasem pas main ke Rembang.
    • erykaditya
      erykaditya
      Mungkin karena disana memang banyak warga tionghoa yang muslim juga ya mba jadi banyak kuliner china tapi halal :)
    Balas
  • Dee_Arif
    Dee_Arif
    Wah, menarik juga menikmati hidangan di Dapur Lasem ini ya kak
    Aku suka dengan interiornya, terlihat homey
    Udangnya juga nampak sangat menggoda nih
    Balas
  • AlineaLala
    AlineaLala
    Oalah ternyata Dapur Lasem ini buka nya dari 2023 ya. Baru tiga tahunan tetapi pakai bangunan lawas banget. Menarik nih fasad bangunannya. Nggak nyangka juga kalau di Rembang malah agak susah cari tempat makan rekomen.

    Menu seafood udah pasti menggugah selera. Udangnya beuh 🤩 dan alhamdulilah ya rasanya juga enak. Jadi beneran bikin happy. Secara harga masih masuk akal. Alias worth it sekali lah.
    • erykaditya
      erykaditya
      iyaaa mbaa ternyata baru buka tapi hanya bangunannya aja yg lawas,,awalnya saya kira ini bener2 warung makn yg buka dari 1921 :)
    Balas
  • dinda
    dinda
    Kalau denger tempat namanya Lasem, aku jadi keinget tenun atau batik yang jenisnya Lasem, Mbak. Karena aku pernah dapet kain sewek tenun dari wilayah Lasem ini dari salah satu kawanku. Hehehe.. Makanya pas baca judulnya ini langsung klik sama nama wilayah di JaTeng. :D

    Btw, Aku suka banget pas jalan-jalan bisa nemu tempat makan yang nggak cuma bikin penasaran sama makanannya, tapi juga bikin pengalaman mengunjungi kotanya. Dan kalau lihat tempatnya, jadi beneran percaya kalau mix tionghoa-nya di wilayah Lasem ini kental ya mbak, sesuai sama masakan yang ada di sana. Semoga bisa mampir ke Lasem dah, nggak cuma kainnya aja yang ada di rumah tapi pengalaman yang punya kain bisa kesampaian. hihihi.. :D
    Balas
  • timduniamasak
    timduniamasak
    Udang telur asin sangat menggoda, jadi pengen coba :D
    Balas
  • Asri M Lestari
    Asri M Lestari
    Lasem tuh kampungnya temanku. Tiap kali dia mudik, aku suka lihat postingannya main di pantai, tapi rumahnya dia di daerah bukit jadi dingin. Jadi bukit di pesisir gitu kali ya hehehehe...

    Dapur Lasem nih oke juga buat makan bareng keluarga. Apalagi rasanya enak dan harganya terjangkau. Udang telur asinnya sih bikin ngiler 😁
    Balas
  • Didik Purwanto
    Didik Purwanto
    Dapur Lasem ini jadi resto/cafe favorit temenku yg Tionghoa di Jakarta. Dia sampe rela jauh2 ke sini demi makan di situ. Emg terkenal bgt masakannya. Masakan nusantara tapi ada kekhasan khas Tionghoa. Sulit mencari tempat makan khas gini di Jakarta. Ada sih tapi harganya pasti mehong.

    Dan yg ga bs ditemukan di tempat lain, suasananya. Bangunan yg masih mempertahankan gaya lama, serasa kembali ke masa lampau. Teringat buyut yg punya rumah mirip kayak gitu. Berasa makan di tempat buyut, sambil bercengkerama bersama seluruh cucu dan cicit.
    • erykaditya
      erykaditya
      Wow seterkenal itu ya mas ternyata dapur lasem ini...gak nyangka dan gak salah kalo saya nyobain kesana juga..awalnya coba2 tapi beneran gak nyesel sama sekali...enakk dan murah masih masuk budget dan seafood nya ini seger2...
      Taoi gak salah sie pas kami kesana kemarin juga ada bbrp rombongan yang suda book terlebih dahulu
    Balas
  • Ainun
    Ainun
    nambah lagi listku kalau ke Lasem,apalagi ini soal kulineran, siapa yang sanggup menolaknya kalau soal makanan.
    Untuk harganyasendiri masih termasuk standart, soalnya di resto atau depot di kotaku, untuk makanan serupa,kisarannya juga segitu
    Di Lasem ini suasananya tenang ya, masuk ke dapur Lasem bawaannya adem gitu
    • erykaditya
      erykaditya
      wajib mbaa nanti kalo ke lasem makan nya di dapur lasem karena setahu saya gak bayak juga pilihn kuliner disana
    Balas
  • Fenni Bungsu
    Fenni Bungsu
    Berarti ini tipe ruangannya yang masuk ke dalam alias memanjang ya Kak Er, bukan yang melebar, sehingga kalo dilihat dari luar kayak sepi dari pengunjung, padahl udah lumayan rame di dalam hehe. Yang kayak gini asik sih, karena ga kelihatan engap dan menarik buat dikunjungi, apalagi menunya ada Kwetiau Goreng Seafood, saya suka... saya suka... #meimeidiupinipinmodeon
    • erykaditya
      erykaditya
      hhmmm tipenya lebar dn memanjang mbaa hehe jadi ada area semi outdoor di teras trus masuk kedalam itu baru area indoor dan vip :)
    Balas
  • Rella Sha
    Rella Sha
    Lasem memang selalu punya daya tarik tersendiri, bukan cuma sejarah dan arsitekturnya, tapi juga kulinernya. Dapur Lasem ini sepertinya wajib masuk daftar kunjungan kalau main ke Rembang/Lasem lagi. Suasananya kelihatan nyaman dan menunya menggugah selera, apalagi kwetiaw goreng seafood.
    Balas
  • fanny Nila (dcatqueen.com)
    fanny Nila (dcatqueen.com)
    Waaaah kalau denger Lasem yg aku inget itu batik nya mbaaaa. Blm pernah baca ttg kuliner di sana.

    Jadi Lasem ini daerah pesisir yaaaa. Aku sukanya kalau ke wilayah pesisir, biasanya hidangan seafoodnya enaaak dan segar. Trus murah2.

    Untungnya dapur Lasem ini memang menepati citarasa 👍👍. Jadi kangeeeen pengen banget road trip kliling Jawa lagi, tp rute yg berbeda dari yg trakhir 2013. Aku tuh dulu ga melewati kawasan pesisirnya .

    Sukaaa liat bangunan restoran. Mana udah lama banget ❤️❤️. Syukurlah tetap dirawat. Yg terpenting makanan selain enak ga mahal juga. 👍
    • erykaditya
      erykaditya
      Jujur kalo aku baru dengar tentang lasem ya pas mau kesana itu mbaa hehe dan ternyata di sana memang terkenal dengan batiknya yaa...dan buat kuliner sependek pengetahuan say agak banyak referensi nya mba dan bener klo ke daerah pesisir puas2in buat kulineran seafood :)
    Balas
  • Antung apriana
    Antung apriana
    aku pernah juga dengar nama lasem ini tapi lupa di mana euy. untuk makanannya sepertinya tidak memiliki makanan khas gitu ya, mbak dan malah nggak banyak ya tempat makan di sana. padahal sekarang kan lagi viral-viralnya cafe, ya. untungnya bisa ketemu dapur lasem ini yang menyajikan makanan yang enak dan harga terjangkau
    Balas
  • Fajarwalker.com
    Fajarwalker.com
    Unik juga nih Mbak Eryka. Saya kira awalnya ini restoran yang heritage bangetttt, gitu. Gara-gara liat ada angka 1921 di logonya. Berarti kan itu sebelum Indonesia merdeka yaaa..

    Eh ternyata bukan, hehehe. Tak apa lah tapi mbak, karena owner yang baru ini niat betul ya. Banyak aspek yang dipertahankan dari bangunannya, sehingga tidak merusak nilai historisnya.

    Untuk restoran keluarga, makanannya juga tergolong masih affordable lah ya. Seporsi kwetiaw 30ribuan, menurutku masih ok banget si.

    Btw selamatttt blognya kembali lagi mbak.
    • erykaditya
      erykaditya
      hehehe iyaa mas aku awalnya juga mikir ini hidangan otentik gegara ada tylisan 1921 tapi ternyata bukan cuma itu tahun penanda dibangunnya rumah ini..,tapi gak rugi juga sie secara masakannya enak enakkk
    Balas
  • Bambang Irwanto
    Bambang Irwanto
    Saya suka sekali kakau ada bagunan tua direnovasi liau dimanfaatkan kembali. Karena arsitektur bangunan tua itu sangat menawan. Apalagi bangunannya juga kokoh. Dan salut kepada pemilik baru yang mengubah jadi restoran Dapur Lasem. Dan voila.... Dari foto-fotonya Dapur Lasem jadi menarik dan nyaman. Makanannya juga enak-enak.
    Balas
  • Yuni Bint Saniro
    Yuni Bint Saniro
    Bangunannya dibangun sejak tahun 1921. Menarik nih. Apalagi proses restorasinya nggak mengubah kondisi aslinya. Jadi bisa merasakan gedung saat pertama kali dibangunnya.

    Ketambahan lagi, gedungnya malah dijadikan sebagai restoran dengan nama Dapur Lasem. Mana makanannya juga enak-enak. Meskipun, aku pribadi agak nggak suka sama kwetiau.

    Tapi, makanan yang lain menggiurkan banget sih. Bikin ngiler cuma lihat fotonya doang, kak.
    Balas
  • Tukang jalan jajan
    Tukang jalan jajan
    waktu main ke Lasem dulu sempat keliling bingung juga nyari tempat makan keluarga yang adem dan makanannya cocok di lidah. Bangunan tua tahun 1921 yang direstorasi gini memang punya pesona sendiri ya, bikin suasana makan jadi lebih hangat.
    Penasaran banget sama udang telur asinnya yang dibilang segar itu, kelihatan menggoda banget dari ulasannya. Senang rasanya kalau nemu kulineran lokal yang harganya masih masuk akal tapi rasa dan kualitasnya juara.
    • erykaditya
      erykaditya
      hhmm sepertinya memang untuk kuliner di Lasem kurang ya mas,,tidak banyak pilihannya..kemarin juga sempet bingung mo makan di mana dan seperiinya cuma dapur lasem ini saja yang sepertinya recom..untungnya meski bukan kuliner jadul dan banyak bisa temukan tpi terobati karena enak ;)
    Balas
  • nurul rahma
    nurul rahma
    Chinese Food yang terhidang di sbuah spot dengan nuansa rumah heritage plus vibes Cina peranakan.
    Aduh, ini aku mupeeengg banget!
    Karena memang wisata kuliner kian ciamiik kalo vibes tempatnya juga mendukung ya kaannn
    Balas
  • Okti Li
    Okti Li
    Udang sama toge nya bikin saya penasaran
    Kalau kwetiaw saya hampir seminggu dua kali di rumah masak itu. Yah walaupun menu asal biatan sendiri tapi kalau sering makan jadi merasa gak tertarik karena menuju ke titik bosan mungkin ya

    Sementara udang itu memang jarang makan secara kami tinggal di gunung. Haha...

    Kalau tumis tauge sering sih saya buat tapi selama ini cuma campur tahu. Belum pernah campur ikan asin. Makanya jadi penasaran. Suatu saat dapat resepnya mau coba buat juga ah...
    • erykaditya
      erykaditya
      iyaaa ini juaranya memang udang telur asin mbaa enakkk dehhhh..kalo bayangin jadi pengen lagi...
      aku kalo di rumah malah biasanya bikin tumis touge ikan asin mba..enak kok ada rasa2 asin nya jadi gak terlalu light menurutku yaa
    Balas