adjQDGiw9zV3ZrtlDmdv0xUy2YCAW5gNJ7prCidQ

Makan Siang di Nasi Gandul Romantis H. Sardi

Nasi gandul adalah salah satu kuliner khas pati yang disajikan dengan kuah santan coklat mirip semur atau gulai daging.
Nasi Gandul Romantis Pati

Apakah teman-teman familiar dengan nasi gandul??? Ataukah sudah pernah atau malah menjadi salah satu kuliner favorit?? Saya sendiri baru mengenal nasi gandul ini beberapa tahun terakhir. Meskipun sama-sama dari Jawa Tengah, nyatanya saya merasa asing dengan kuliner nasi gandul. Nasi gandul merupakan salah satu kuliner khas Jawa Tengah lebih tepatnya berasal dari Pati. 

Mengenal Nasi Gandul

Secara sepintas nasi gandul ini mirip dengan semur atau gulai daging dari sisi tampilan, namun dari segi rasa ada beberapa bahan yang membedakannya. Berdasarkan refererensi yang saya baca, asal mula penamaan nasi gandul ini karena dari cara penjualannya pada masa itu. 

Pada masa itu penjual nasi gandul menjajakan makanannya dengan menggunakan pikulan yang berisi kuali kuah pada satu sisi dan sisi lainnya berisi nasi. Saat dipikul maka kedua sisi terlihat menggantung (nggandul), sehingga oleh para pembeli disebut sego gandul (nasi gandul). Itu lah asal muasal penamaan nasi gandul khas Pati ini.

Mampir ke Nasi Gandul Romantis

Nasi Gandul Romantis Pati

Siang itu saat perjalanan dari Rembang ke Jepara, kami melintasi kota Pati. Karena sudah masuk jam makan siang maka kami mencari salah satu kuliner khas Pati yang tidak lain adalah nasi gandul. Sebelumnya saya sudah pernah mencicipi nasi gandul, namun tidak di tempat asal kuliner ini. 

Salah satu warung makan nasi gandul yang paling direkomendasikan adalah Nasi Gandul Romantis H. Sardi. Nasi Gandul Romantis sudah berdiri sejak tahun 1978. Saat awal berjualan, Nasi Gandul Romantis juga dijajakan secara keliling kampung dengan menggunakan pikulan. Namun sekitar setahun setelahnya mendapatkan tempat jualan tetap yang digunakan hingga sekarang. Meskipun sudah tidak lagi dipanggul namun dalam penyajiannya tetap menggunakan pikulan untuk meletakkan kuali kuah dan nasinya.

Nasi Gandul Romantis Pati

Nasi Gandul Romantis H Sardi berlokasi di Jl. Panunggulan, Krajan Gajah Mati, Gajahmati, Kec. Pati. Kita bisa menggunakan gmaps untuk titik lokasi yang tepat. Nasi Gandul Romantis buka setiap hari dari jam 10.00 - 22.00 WIB. Warung Nasi Gandul Romantis ini bahkan sudah menjadi langganan para pejabat dan public figure.

Saat kami tiba disana, terlihat beberapa pengunjung disana namun tidak terlalu ramai. Bangunannya terbagi menjadi dua bagian yaitu area kanan untuk penyajian dan dapur dan bagian kiri merupakan area meja kursi makan. 

Kami langsung menuju ke area penyajian untuk melihat aneka lauk yang tersedia disana. Kami memesan dua buah nasi gandul dengan lauk nasi telur dadar dan daging. Selesai memesan, kami menuju ke bagian meja makan di ruang sebelah.

Menikmati Nasi Gandul

Nasi Gandul Romantis Pati

Sambil menunggu pesanan kami datang, kami mencoba beberapa camilan yang tersedia di meja. Saat itu terdapat tempe goreng, perkedel dan juga kerupuk. Tempe goreng yang disajikan jenis tempe yang di goreng kering dengan tekstur kriuk renyah. Siang itu nampak pengunjung semakin bertambah karena memang sudah masuk jam makan siang. 

Nasi Gandul Romantis Pati

Nasi gandul pesanan kami dihidangkan pada sebuah piring yang diberi alas daun pisang. Penggunaan alas daun pisang ini merupakan salah satu ciri khas nasi gandul untuk mendapatkan aroma yang khas. Setiap porsi nasi gandul terdiri dari nasi dan kuah coklat dengan irisan daging didalamnya. Untuk lauk tambahan juga sudah diiris dan ditaburkan diatas nasi tersebut. Porsi nasinya menurut saya tidak terlalu banyak, cukup untuk porsi saya. Namun jika yang terbiasa dengan porsi banyak mungkin akan terasa kurang sehingga harus pesan porsi dobel.

Rasa dari nasi gandul ini menurut saya cenderung manis sehingga perlu tambahan sambal untuk menyeimbangkan rasa. Sambal yang disajikan juag tidak terlalu pedas sehingga harus mengambil lebih banyak untuk merasakan pedasnya. 

Setelah beberapa suap saya merasa pilihan lauk telur dadar sepertinya kurang cocok karena masih terasa ada yang kurang. Sepertinya akan lebih cocok jika ditambah lauk seperti daging, ayam, paru ataupun yang lain. 

Untuk detail harganya saya lupa, namun tidak mahal karena saat kami makan berdua tidak sampai 100rb sudah dengan minuman dan tambahan camilan serta kerupuk. Itulah pengalaman makan siang kami di Nasi Gandul Romantis H. Sardi.  

Apakah teman-teman juga ada pengalaman menikmati nasi gandul?? Bisa share di kolom komentar yaa...

Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya.

1 komentar
  • Rahmah 'Suka Nulis' Chemist
    Rahmah 'Suka Nulis' Chemist
    Jujurly baru dengar nasi gandul
    Tapi sudah membayangkan dari awal kalau nasinya sepertinya dijual sambil jalan gitu
    Eh ada miripnya ternyata tapi lebih tepatnya dipanggul sehingga gondal gandul, hehe
    Hmm... kalau mirip sama gulai pasti saya suka
    Balas