Hari Pertama : Touring Solo-Wonogiri

Wonogiri

Masih edisi memindah cerita travelling dari FB ke blog sekaligus membuka kembali memori beberapa waktu yang lalu. Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman kami traveling dari Solo-Wonogiri-Pacitan selama tiga hari dua malam dengan menempuh jarak total sekitar 430km. Pada perjalanan  tersebut kami bermalam di Wonogiri dan Pacitan.

Biasanya jika kami hendak keluar kota kami sudah prepare hotel dan tempat-tempat yang ingin kami kunjungi. Namun kali ini kami semua serba on the spot, memilih tempat penginapan, tempat makan dan tempat wisata berbekal informasi google sesuai dengan lokasi kami saat itu.

Oke yukkk kita mulai perjalanan di hari pertama. Kami berangkat dari Solo menjelang siang sekitar pukul 10.00 dan tujuan pertama kami adalah bumi Wonogiri. Sebelum memulai perjalanan terlebih dahulu kami mampir untuk sarapan di Soto Gading 2 yang berlokasi di Jl. Veteran No.285, Tipes, Kec. Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Seperti yang kita tahu, Soto Gading adalah salah satu soto legendaris yang terkenal di Kota Solo. Kalau tidak salah saat ini Soto Gading ada dua cabang di kota Solo ini yaitu di Tipes dan di Serengan. Menyediakan soto ayam maupun soto sapi bening khas kota Solo dengan aneka lauknya.

Selamat Datang Wonogiri

Selesai sarapan, kami melanjutkan perjalanan menuju kota Wonogiri yang manjadi kota pemberhentian pertama kami. Kami sampai di Wonogiri pada siang hari dan pertama kali kami mampir ke Masjid Agung At-Taqwa Kab. Wonogiri untuk sholat Dhuhur. Masjid Aqung At Taqwa berada satu kompleks dengan  Alun Alun Giri Krida Bakti Wonogiri dan Kantor Bupati Wonogiri.

Masjid Agung At-Taqwa

Alun-alun Wonogiri

Selesai sholat Dhuhur dan berkeliling sebentar di area alun-alun dan Kantor Bupati, kami pun kembali berjalan untuk makan siang. Karena di Wonogiri katanya terkenal dengan nasi tiwulnya maka kami mencoba mencari warung makan yang menyediakan nasi tiwul. Akhirnya setelah searching di google, kami memutuskan untuk singgah di Pondok Makan Tebing Grenjengan. Pondok Makan Tebing Grenjengan menawarkan aneka menu tradisional khas Wonogiri, kami mencoba nasi tiwul, nasi asul asul atau nasi berkat serta mangut iwak kali. Masakan autentik khas desa yang enak dan yang pasti murah meriah donk šŸ˜

Pondok Makan Tebing Grenjengan

Pondok Makan Tebing Grenjengan

Setelah selesai mengisi perut maksud hati kami hendak mampir ke tempat wisata yang ada di Wonogiri, tapi ternyata tempat wisata disana masih closed semua karena pada saat itu memang pandemi Covid19 sedang merajalela. Kami sempat mampir ke Waduk Gajah MungkurWatu Cenik Wonogiri, dan Museum Karst Indonesia yang berada di Pracimantoro yang semuanya masih tutup. Walhasil kami hanya keliling  melihat suasana kota dan mencari penginapan šŸ˜.

Di Wonogiri akhirnya kami menginap di Azana Green Resort Pracimantoro yang berlokasi kurang lebih 40km dari pusat kota Wonogiri. Green Hotel/Resort adalah penginapan yang menawarkan nuansa pegunungan dengan banyak pepohonan sehingga memberikan udara yang segar dan sejuk. Kami mendapatkan kamar yang lumayan luas dan cukup bersih. Malam harinya kami keliling melihat suasana malam di Pracimantoro sekalian membeli makan malam. Selesai keliling dan makan malam kami kembali ke hotel untuk beristirahat.

Azana Green Resort

Keesokan paginya kami keliling penginapan sambil menikmati pemandangan dan menghirup udara segar. Untuk menu sarapannya disediakan nasi goreng dan teh hangat yang diantarkan langsung ke teras kamar. Azana Green Resort mempunyai area yang cukup luas dengan banyak taman outdoor dan aula untuk pertemuan. Kebetulan pada hari itu ternyata sedang diadakan acara akad nikah disana. Terlihat sepasang pengantin yang melakukan beberapa sesi foto dan banyak undangan yang berdatangan. 

Akhirnya pada jam 11.00 WIB, waktunya kami check out dan melanjutkan perjalanan selanjutnya. Perjalanan hari ini menuju kota Pacitan sebagai pemberhentian kedua kami. Secara keseluruhan di hari pertama perjalanan dari Solo sampai ke Pracimantoro kami menempuh jarak kurang lebih 100km

Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita perjalanan kami pada postingan selanjutnya šŸ’“šŸ’“

4 komentar

  1. Touring itu berarti naik motor kan ya mba ?

    Suami ku sebenernya ngajakin beberapa kali touring motor, dari JKT ke puncak dulu, biar akunya ga kaget, tapi aku masih ragu hahahaha. Makluuum yaaa, umur segini udh mikirin encok wkwkwkwkšŸ¤£.

    Pernah juga dia nawarin jkt-solo, tapi udah pasti aku langsung tolak saat itu juga šŸ˜….

    Tapi aku bisa bayangin sih ini pasti seru. Trus bisa berhnti sepuasnya juga di mana aja yg kita mau kan. Ga terlalu kena macet pula. Bisa jadi kapan2 aku iyain ajakin suami, sebelum usia nambah tua šŸ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh iya yaa mbaa..kan touring itu biasanya naik motor yaaa haha...waaahhh salah kasih judul nie aku :D

      Hapus
  2. Pracimantoro daerah ujung wonogiri yang juga berbatasan dengan wilayah Jogjakarta. Taun'90 penuh dengan hutan jati. Banyak pekerja non formal berasal dari praci.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa kak...aku juga baru tau pas saat itu ternyata berbatasan sama jogja yaa kmrn juga sempet menuju perbatasan namun jalan balik lagi kak

      Hapus
Salam Kenal
erykaditya
Travelling, Kuliner & Lifestyle
Arsip Blog
Komunitas
Emak Blogger Blogger Perempuan Ibu Ibu Doyan Nulis
Popular Posts