Saat hendak menuliskan cerita kuliner ini, saya bimbang antara menuliskannya atau tidak. Kenapa saya bimbang? Karena saat awal saya ingin menuliskan cerita ini, saya membaca berita tentang musibah yang terjadi di rumah makan tersebut. Tapi setelah saya pikirkan, maka sebaiknya saya tulis saja sekalian memperkenalkan salah satu kuliner khas Solo. Dan musibah apakah yang sebenarnya terjadi? Nanti saya ceitakan di akhir cerita ya...
Seperti biasa, kalau mudik ke Solo saya tidak pernah melewatkan untuk sekaligus kulineran di sekitaran Solo. Dan salah satu kuliner khas Solo adalah SELAT SOLO. Banyak tempat makan di Solo yang menyediakan menu selat solo. Teman-teman adakah yang sudah pernah mencicipi kuliner Selat Solo ini??
SEJARAH SELAT SOLO
Selat solo adalah salah satu kuliner khas solo yang mendapat pengaruh dari hidangan Eropa pada masa penjajahan dulu. Selat solo adalah kuliner dengan perpaduan aneka sayuran dan daging serta kadang ada tambahan telur ayam rebus.
Menurut sejarah, Selat Solo pertama kali muncul saat Benteng Vastenberg yang berdekatan lokasinya dengan Keraton Surakarta mulai didirikan. Makanan ini hadir karena seringnya diadakan pertemuan antara pihak Belanda dan pihak keraton.
Pihak Belanda terbiasa dengan makanan olahan daging, sedangkan pihak Keraton terbiasa dengan aneka sayuran. Untuk menengahi keinginan kedua belah pihak maka terciptalah selat yang merupakan perpaduan antara daging dan aneka sayuran.
Nama selat sendiri berasal dari kata slachtje dari bahasa Belanda yang berarti salad. Slachtje juga bisa diartikan daging iris, karena Selat Solo terdiri dari irisan sayur dan daging. Asal kata slachtje kemudian oleh lidah Jawa dibaca cepat menjadi selat.
PENYAJIAN SELAT SOLO
Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, Selat Solo ini adalah perpaduan antara sayuran dan daging iris. Daging sapi yang digunakan biasanya adalah daging has dalam yang empuk. Daging has dalam dan telur ayam dimasak dengan kecap sehingga berwarna coklat.
Sayuran yang digunakan adalah irisan wortel dan buncis rebus, kentang goreng dan selada. Ditambah dengan acar yang membuatnya terasa lebih segar. Serta sedikit mayones yang merupakan salah satu ciri khas hidangan Eropa.
Kedua jenis protein tersebut ditata dengan rapi di piring yang kemudian ditambah kuah coklat yang segar dengan bumbu rempah. Penggunaan bumbu rempah, kecap dan gula jawa ini adalah ciri khas masakan Jawa, terutama Solo.
OMAH SELAT RESTO
Di Solo banyak sekali pilihan rumah makan yang menyajikan hidangan Selat Solo. Salah satu yang terkenal adalah Omah Selat.
Omah Selat pertama kali berdiri pada tahun 2008, berlokasi di Jl Gotong Royong no 13 Jagalan Jebres Solo. Saya juga sudah beberapa kali mampir ke Omah Selat Jagalan. Tempatnya yang tidak terlalu luas justru memberikan kesan homey dengan berbagai ornamen Jawa yang kental.
Dan pada bulan Maret 2024 telah dibuka cabang baru Omah Selat yang berlokasi di daerah Klodran Karanganyar. Daerah Klodran adalah daerah perbatasan dengan Solo bagian utara. Daerah Klodran saat ini juga sedang banyak bersolek karena ada banyak kuliner baru yang bisa ditemukan disini. Hal tersebut mungkin karena lokasinya yang dekat dengan EXIT TOL Solo.
Ada perbedaan jam operasional antara Omah Selat Jagalan dan Omah Selat Klodran. Omah Selat Jagalan buka dari jam 10.00 WIB-17.30 WIB. Sedangkan Omah Selat Klodran buka dari jam 11.00 WIB-21.00 WIB.
Omah Selat Klodran mempunyai area yang lebih luas dengan bangunan yang menerapkan konsep Jawa. Terlihat dari bangunan yang digunakan, hampir seluruhnya menggunakan kayu serta furniture yang digunakan juga dari kayu jati.
Omah Selat Klodran terbagi menjadi tiga bagian, yaitu depan yang dekat area kasir. Area tengah dan area belakang yang terbagi menjadi dua sisi. Sisi kanan adalah area dengan meja kursi sedangkan sisi kiri adalah area lesehan. Omah Selat Klodran juga dilengkapi fasilitas toilet dan mushola yang cukup bersih.
MAKAN SIANG DI OMAH SELAT RESTO
Saat mudik minggu kemarin, saya bersama dua orang teman memutuskan untuk mencoba makan siang di Omah Selat Klodran. Kami tiba di Omah Selat Klodran sekitar jam 12an. Terlihat rombongan ibu-ibu yang sedang menikmati makan siang ditemani dengan alunan organ tunggal.
Kami memutuskan untuk memilih duduk di area lesehan agar lebih leluasa dan tidak banyak orang lalu lalang. Kedua teman saya memesan Selat Segar Solo dengan minuman es lemon tea dan es jeruk. Sedangkan saya memesan es teh kampul, kroket solo sebagai camilan dan Chicken Mushroom Omah Selat sebagai menu utamanya.
Kenapa saya menambah camilan?? Karena saat itu saya belum sempat sarapan sehingga terasa sangat lapar😀. Ternyata kroket adalah makanan khas Perancis yang sampai ke Indonesia karena dibawa oleh pihak Belanda.
Es teh kampul adalah es teh yang ditambah irisan jeruk sehingga terasa lebih segar. Kenapa disebut es teh kampul?? Karena terlihat irisan jeruk yang kampul (mengambang) didalamnya. Dan sepertinya es teh kampul ini hanya bisa teman-teman temukan di daerah Solo dan sekitarnya. Mungkin di daerah lain juga ada hanya berbeda nama 😁
Saat itu saya tidak memesan Selat Solo karena beberapa hari sebelumnya saya sudah makan selat dari Omah Selat yang saya pesan melalui ojek online. Sehingga saat di Omah Selat saya ingin mencicipi menu lainnya😊
Tak berapa lama pesanan kami datang satu persatu. Seperti biasa sebelum kami menikmati makanan terlebih dahulu mengambil foto cantik kuliner untuk dokumentasi😉
Porsi hidangan di Omah Selat ini saya rasa sesuai dengan harga yang ditawarkan. Porsinya sangat melimpah dan tidak pelit. Untuk Selat Segar Solo, sayurannya cukup banyak ditambah irisan daging yang juga empuk. Kuah Selat yang manis namun tetap terasa segar sehingga tidak eneg.
Chicken Mushroom Omah Selat pesanan saya juga tidak kalah enaknya. Daging ayam digoreng dengan tepung katsu kemudian ditaburi irisan keju yang melimpah diatasnya. Disiram saos khas omah selat terasa makin nikmat. Dilengkapi juga dengan kentang goreng, wortel dan salad sayur. Benar-benar sebuah hidangan yang cukup memanjakan lidah dan mata.
Kroket solo yang juga salah satu camilan favorit saya. Ada bebrapa rumah makan yang menyajikan kroket solo yang cukup enak menurut saya tapi ada juga yang standart. Dan Kroket Solo di Omah Selat masuk dalam daftar fevorit saya.
Perpaduan antara susu dan keju dicampur dengan kentang tumbuk, terasa pas dan gak bikin enek. Ponakan yang saya bawakan kroket ini sampai habis dua porsi dan katanya juga enak 😀.
Selain kedua kuliner tersebut, Omah Selat juga menyediakan kuliner lainnya khas Solo sepeti sop manten dan nasi langgi. Omah Selat ini masuk dalam daftar rumah makan favorit saya jika ingin menjamu teman untuk kulineran khas Solo.
MUSIBAH DI OMAH SELAT
![]() |
| sumber : IG @omahselat |
Seperti yang saya sebutkan diawal bahwa Omah Selat mengalami musibah. Lebih tepatnya adalah musibah kebakaran yang disebabkan oleh konsleting pada Sabtu dinihari kemarin.
Akibat musibah tersebut bangunan Omah Selat Klodran habis terbakar. Bangunan yang sebagian besar menggunakan kayu mungkin salah satu hal yang menyebabkan api mudah membesar.
Karena musibah tersebutlah Omah Selat Klodran hingga saat tulisan ini saya buat masih tutup dan berusaha untuk kembali bangkit. Saya turut mendoakan semoga musibah ini tidak mengecilkan semangat Omah Selat untuk melakukan renovasi dan kembali melayani masyarakat.
Untuk teman-teman yang ingin mengetahui info terbaru tentang Omah Selat bisa langsung cek IG di @OmahSelat. Teman-teman juga masih tetap bisa menikmati Selat Solo dan kuliner khas Solo lainnya di Omah Selat Jagalan.
NB : Update terbaru Rumah Selat Klodran sudah kembali beroperasi sejak bulan Des 2024, jadi teman-teman sudah bisa kulineran di Omah Selat Jagalan & Klodran yaa 😊
Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💓💓





