Salah satu kuliner Solo yang saya rindukan jika sedang keluar kota adalah Soto Solo. Seperti soto pada umumnya, di Solo juga ada dua macam soto yaitu soto ayam dan soto sapi. Namun yang lebih sering kita jumpai di warung makan adalah soto sapi.
Ciri khas soto Solo adalah kuahnya yang bening tanpa santan. Kuah soto sapi Solo berasal dari kuah kaldu sapi yang dicampur dengan aneka rempah-rempah sehingga akan tercium aroma yang sedap.
Ada banyak rumah makan soto di daerah Solo, dari yang sudah terkenal sejak berpuluh tahun silam hingga beberapa yang baru berdiri. Dari berbagai macam soto Solo yang pernah saya coba, meskipun mempunyai bahan dasar yang sama namun masing-masing rumah makan mempunyai ciri khas rasa yang berbeda. Entah apa yang membedakannya padahal sama-sama soto sapi, mungkin takaran bumbu dan tambahan rempah lainnya.
Saat ini ada satu warung makan soto baru yang cukup terkenal beberapa tahun belakangan ini. Saya sudah sering lewat namun belum sempat untuk mampir. Dan beberapa waktu yang lalu, akhirnya saya bisa mencicipi soto tersebut. Warung soto yang saya maksud adalah Soto Pleret.
Lokasi Soto Pleret
Lokasi Soto Pleret pusat ini berada di tengah perkampungan penduduk dan bukan di pinggir jalan utama. Dan lokasi Solo Pleret ini juga sangat dekat dengan rumah mantan Presiden kita Pak Jokowi. Jadi kalau teman-teman sedang sarapan disini bisa sekalian mampir buat silaturahmi dengan beliau 😀.
Mungkin karena lokasinya yang dekat dengan rumah mantan orang nomor 1 di Indonesia, membuat Soto Pleret semakin terkenal. Terlihat deretan foto anggota keluarga beliau yang sedang menikmati Soto Pleret. Selain itu juga tampak foto beberapa artis yang telah mencicipi kuliner Soto Pleret ini.
Salah satu ciri khas Soto Pleret adalah bangunannya yang berbentuk joglo yang luas. Bangunan joglo ini juga sebagian besar terbuat dari kayu sehingga memberikan sensasi tempo dulu.
Sarapan Soto Pleret
Pada saat itu, saya dan suami berencana pergi ke dokter buat cek tenggorokan yang berasa tidak enak. Dari rumah kami melewati jalan di perkampungan, dan ternyata kami melewati warung makan Soto Pleret. Kebetulan pagi itu kami belum sarapan dan juga cek jadwal dokter yang masih satu jam lagi, akhirnya kami memutuskan untuk sarapan di Soto Pleret.
Saat itu suasana tidak begitu ramai karena memang kami datang juga sudah agak siang. Sekitar jam 11.00 WIB, jadi sudah lewat jam sarapan dan menjelang jam makan siang. Jadi bisa dibilang kami sarapan sekaligus makan siang 😀.
Kami memesan dua porsi soto sapi dan dua gelas es teh kampul. Es teh kampul adalah es teh yang diberi irisan jeruk lemon jadi berasa lebih segar. Selain soto sapi, juga tersedia Selat Solo, ayam goreng, gado-gado dan nasi pecel.
Sebagai pelengkapnya juga tersedia berbagai macam lauk pauk yang tersedia di etalase di depan. Pengunjung bisa mengambil sendiri lauk yang tersedia seperti tahu, tempe perkedel, sate babat, sate kikil, sate paru dan lain-lain.
Soto sapi pesanan kami akhirnya datang, dan langsung tercium aroma yang menggugah selera. Tak lupa sebagai pelengkap kami mengambil sate kikil, sate paru, otak dan tempe goreng. Menurut saya, makan soto terasa kurang nikmat jika tidak ada aneka pendampingnya ini😀.
Isian dari soto sapi Solo ini hanya terdiri dari irisan daging sapi, touge, seledri dan taburan bawang merah goreng. Kuahnya yang bening terasa ringan dan tidak eneg. Ditambah dengan sambel dan perasan jeruk nipis jadi lebih segar😊.
Harga yang Bersahabat
Setelah selesai menikmati sedapnya soto sapi dan segarnya es teh kampul, kami akhirnya memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan ke tujuan kami semula yaitu menuju rumah sakit. Akhirnya terpuaskan juga bisa mencicipi Soto Pleret yang selama ini selalu urung untuk mampir. Soto Pleret bisa menjadi salah satu pilihan soto untuk saya karena dekat dengan rumah.
Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💓💓



