adjQDGiw9zV3ZrtlDmdv0xUy2YCAW5gNJ7prCidQ

Singgah Makan Siang di Kopi Klotok Lawu

Kopi Klotok Lawu bisa menjadi pilihan lokasi berkumpul bersama keluarga sambil menikmati sejuknya pemandangan alam di daerah Karangpandan Karanganyar
Kopi Klotok Lawu

Tawangmangu adalah salah satu destinasi alam favorit bagi warga Solo dan sekitarnya. Sehingga jangan heran jika saat libur panjang ataupun weekend pasti banyak warga yang menuju tempat ini. Berlokasi di kaki Gunung Lawu, membuat Tawangmangu menjadi destinasi terbaik untuk menghirup udara segar khas pegunungan. 

Dari kota Solo jaraknya tidak terlalu jauh hanya sekitar 45 km. Jarak tersebut bisa ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan. Di sekitar Tawangmangu terdapat banyak destinasi alam yang bisa kita kunjungi. Dan banyak juga pilihan kuliner khas maupun kekinian. Untuk penginapan juga banyak pilihan dari hotel berbintang, villa, glamping hingga area perkemahan juga tersedia. 

Perjalanan 

Siang itu kami berangkat ke arah Tawangmangu dan berencana menginap 1-2 hari disana nanti. Kami tidak ada persiapan memesan penginapan dan lain-lain. Sehingga untuk mengantisipasi penginapan yang penuh, mengingat sedang musim libur panjang, maka suami mempersiapkan peralatan camping. 

Hari itu kami berangkat dari rumah sekitar pukul 10.30 WIB. Kami berkendara santai karena memang tidak diburu agenda apapun. Kami sempat mampir ke kampus tercinta kami UNS dan berkeliling di sekitar fakultas. Terlihat beberapa bangunan utama masih kokoh berdiri namun juga banyak tambahan bangunan lainnya. 

Selain itu kami juga sempat mampir minimarket untuk membeli beberapa camilan dan minuman. Karena hari sudah semakin siang dan perut terasa lapar maka kami mencari opsi tempat untuk makan siang. Awalnya kami berencana untuk makan di angkringan Pak Mul, namun ternyata tempat tersebut baru buka sore hari di jam 17.00 WIB. Akhirnya kami mencoba sebuah rumah makan baru yaitu Kopi Klotok Lawu.

Suasana Asri di Kopi Klotok Lawu

Kopi Klotok Lawu
area jalan masuk menuju lobby

Kami mampir ke RM Kopi Klotok Lawu secara tidak terencana. Saat melewatinya, terlihat suasananya yang asri dan juga tempatnya yang luas. Sehingga kami memutuskan untuk putar balik dan singgah di Kopi Klotok Lawu.

Di area samping tersedia area parkir yang cukup luas untuk beberapa mobil dan juga sepeda motor. Dari tempat parkir tersebut kita akan melewati sebuah gapura besar menuju ke lobby utama. Area lobby ini adalah area yang sejajar dengan jalan utama dan merupakan lantai paling atas. Dan dibawahnya terdapat area-area lainnya yang cukup luas.

Kopi Klotok Lawu mengusung konsep semi outdoor yang terdiri dari beberapa bungalow yang cukup luas baik di bagian atas maupun bawah. Disini juga terdapat area kolam renang dan kolam memancing. Untuk area kolam renang hanya diperuntukkan untuk anak-anak saja. Sedangkan area kolam renang berada di bagian paling bawah. Saat kami berkeliling terlihat beberapa anak yang asik bermain air, juga ada beberapa pengunjung yang sedang serius memancing. 

Kopi Klotok Lawu
area lobby

Kami disana memilih tempat duduk di area lobby yang dekat dengan meja pemesanan. Dari sini kita bisa melihat hamparan hijau pepohonan sekitar dan juga di area bawah. Udara yang bertiup juga mulai terasa segar dan nyaman sehingga tidak gerah.

Menu Bervariasi dan Ramah di Kantong

Menu di Kopi Klotok Lawu cukup beragam dari snack, makan berat, minuman kopi, non kopi hingga aneka es tradisional. Menu yang disajikan merupakan menu khas Indonesia khususnya daerah Jawa seperti nasi goreng, bakmi goreng, iga bakar, es dawet, tempe mendoan dan lain-lain.

Saya memutuskan untuk memesan susu jahe dan gurame bakar dabu-dabu sebagai menu makan siang. Sedangkan suami memesan kopi klotok serta camilan pisang goreng dan jadah bakar. Jadah adalah salah satu makanan khas Jawa Tengah. Jadah terbuat dari beras ketan dicampur dengan parutan kelapa yang kemudian ditumbuk dan dikukus. 

Kopi Klotok Lawu
susu jahe dan kopi klotok

Pertama yang dihidangkan tentu saja minuman pesanan kami. Untuk susu jahe menurut saya manisnya sudah pas dan rasa jahenya juga kental. Namun sepertinya kurang panas untuk ukuran wedangan, tapi tidak masalah karena saya masih bisa menikmatinya. Untuk kopi klotok menurut suami juga kurang panas sehingga aroma dan rasa kopinya kurang nikmat.

Kopi Klotok Lawu
pisang goreng dan jadah bakar

Satu persatu makanan yang kami pesan pun datang. Untuk pisang goreng dan jadah bakar masing -masing disajikan empat potong perporsinya. Saat itu saya hanya mencicipi pisang gorengnya saja karena takut kekeyangan. 

Rasa gurame bakar dabu-dabu menurut saya cukup enak. Bumbu bakarnya meresap sampai ke dalam, sambal dabu-dabunya menambah kesegaran saat dimakan. Saya pun menghabiskan gurame bakar ini tanpa bersisa.

Kopi Klotok Lawu
gurame bakar dabu-dabu

Untuk harganya sendiri saya rasa juga cukup ramah di kantong. Harga camilan pisang goreng dan jadah masing-masing 12rb. Kopi klotok 10rb dan susu jahe 18rb. Yang paling mahal tentu gurame bakarnya,  yaitu 37rb. Dan keseluruhan pesanan kami tersebut tidak sampai 100rb. 

Cocok Buat Bersantai

RM Kopi Klotok Lawu berlokasi di jalan utama Solo-Tawangmangu sehingga mudah untuk ditemukan. Udara pegunungan yang mulai terasa segar disana ikut mendukung suasana menjadi lebih nyaman kala kita menikmati hidangan yang disediakan.

Tempatnya yang luas dan banyak pilihan tempat duduk membuat pengunjung betah berlama-lama disana tanpa harus terganggu. Apalagi menu makanan yang bervariasai dan harga yang tidak mahal juga menjadi nilai tambah. 

Setelah cukup selesai makan siang dan cukup beristirahat kamipun melanjutkan perjalanan. Cerita-cerita selama perjalanan selanjutnya akan saya tulis secara berurutan yaa 😉

Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💗💗

30 komentar
  • Hamimeha
    Hamimeha
    Masya Allah senang sekali melihat yg adem2 gini. Btw, jarak 45 km kalo di aku udah pindah kota mbak karena rumah kami memang masuk perbatasan heheh. Harga makanannya terjangkau banget yakkk masya allah
    Balas
  • Antung apriana
    Antung apriana
    Mbak murah banget itu gurame cuma 37 ribu. Jadi penasaran aku sama menu lainnya apa aja apakah semua menu tradisional?
    Balas
  • Antung apriana
    Antung apriana
    Mbak murah banget itu gurame cuma 37 ribu. Jadi penasaran aku sama menu lainnya apa aja apakah semua menu tradisional?
    Balas
  • Oemy Ikbar
    Oemy Ikbar
    Suasananya bikin betah Mbak, bisa ngabisin waktu berjam-jam ini mah ngabisin waktu disini sambil work from any where. Harga makanannya pun terjangkau banget, keren deh.
    Balas
  • April Hamsa
    April Hamsa
    Hujan2 gini aku jadi ngiler mbak sama susu jahenya hehe.
    Mantul banget pesenannya. Gurami bakar dabu-dabu, ini sih kalau bumbunya pas dijamin nambah nasi =))
    Asyik ya tempatnya. Nuansa Jawanya terasa kental. Tempatnya yang luas membuat pengunjung nyaman, karena nggak umpel2an dan sumpek.
    Aduh pisgor dan jadah aku suka banget sih ituuu :D
    Abis makan berat lanjut negmil dan ngopi sambil menikmati pemandangan di sana oke banget siihh :D
    Mana harganya lumayan miring, kok isooooo, gak salah ngitung kan mbak/mas waiternya wkwkwk. Tandain dulu deh lokasinya moga kapan2 kalau ke sana bisa mampir :D
    • erykaditya
      erykaditya
      Gak salah mbaaa soalnya di menunya juga sudah ada harganya jadi dijamin bener...enak yaa klo nemurm murmer tapi tempat dan makanannya enak kayak gini hihihihi
    Balas
  • Dee_Arif
    Dee_Arif
    Wah ini kok murah banget harganya
    Susana makannya juga asik. Emang paling pas buat dimampiri saat wisata ke Tawangmangu ya
    Balas
  • lendyagassi
    lendyagassi
    Senengannya Ibukku jugaa nih.. berwisata ke Tawangmangu.
    Karena memang vibesnya se-nyaman ituu.. berasa back to village yaah..

    Makan di RM Kopi Klotok Lawu harganya masih sangat ramah di kantong ya..
    Ga nyampe 100 ribu mah mashaAllah sekaliii..
    Nikmaat~
    Balas
  • Fenni Bungsu
    Fenni Bungsu
    Waah sepertinya kalau daku ke sana gak ingin melewatkan jadah bakar. Soalnya daku kalau hidangan yang terbuat dari yang berkaitan dengan ketan bakalan suka deh. Apalagi ini beras ketannya pakai kelapa parut pula, heemmm kebayang legitnya.
    Balas
  • Dianti Nur Rahayu
    Dianti Nur Rahayu
    Yaampun mbak erika, gurame bakarnya murah banget... ini mah bawa uang 100 ribu juga udah kenyang paripurna, mulai dari makanan utama, gorengan, sampai kopinya mantep banget
    Balas
  • Dian Restu Agustina
    Dian Restu Agustina
    Wah, makin banyak saja cabang Kopi Klotok. Di Tawangmangu pun ada, Kopi Klotok Lawu.
    Penampakan jadah bakar, pisgor, kopi dan susu jahe pas buat suasana galau Jakarta yang seharian diguyur hujan. Enak tenan!
    Balas
  • Antung apriana
    Antung apriana
    kopi klotok ini semacam kopi tubruk gitu ya? penasaran diriku kenapa namanya kopi klotok dan harganya juga sangat bersahabat ya buat kantong
    • erykaditya
      erykaditya
      iyaaa mbaaa kopi klotok itu memang kopi tubruk sie cm penamaannya aja yg berbeda :)
    Balas
  • Okti Li
    Okti Li
    Masih banyak ya kisah tersendiri dari perjalanan liburan natal dan tahun Baru ini... Ternyata di kaki gunung Lawu tidak semenyenangkan yang banyak dikisahkan dalam rumor ya... Hehe gunung Lawu kan katanya banyak mitosnya
    Eh ternyata di kaki nya banyak lokasi wisata yang sangat mengagumkan dan bikin betah ya
    Balas
  • Lala
    Lala
    Gurame bakarnya murah meriah banget mbak. Beneran seneng nih kalau bisa nemuin tempat makan mendadak tetapi sangat oke.

    Kopi Klotok Lawu, asri sekali. Kebayang enaknya udara di sana. Meski agak sayang ya kopi nya malah kurang panas. Kalau panas beuh sedap akan aromatik banget soalnya.

    Susu jahe nya terlihat menggugah selera juga nih apalagi manisnya pas. Seneng deh mendadak nemu tempat yang oke gini. Liburan awal tahun pun jadi berkesan ya.
    Balas
  • Tukang jalan jajan
    Tukang jalan jajan
    Tawangmangu memang nggak pernah gagal buat jadi pelarian sejenak dari rutinitas, ya. Kopi Klotok Lawu ini sepertinya menarik, apalagi konsepnya semi outdoor dengan pemandangan hijau begitu.
    Gurame bakar dabu-dabunya bikin ngiler, harganya pun ternyata masih sangat terjangkau untuk tempat senyaman itu. Meski kopinya kurang panas, suasana asri di sana pasti tetap bikin betah buat santai lama-lama. Ditunggu kelanjutan cerita perjalanan dan pengalaman camping-nya ya, Mbak!
    Balas
  • Sukacita
    Sukacita
    Asyikkk ikut menikmati perjalananmu ke Tawamangu lewat tulisanmu.

    Aiih ada jadah juga ya di kafe ini, jadi inget kemarin waktu diajak ke kaliurang, memburu makanan ini ga kesampaian karena warung yang direkomen tutup.

    Tiba2 kangen sama Tawamangu, berasa lama banget ga kesana lagi.Pasti udah banyak perubahan.
    Balas
  • dinda
    dinda
    Aku paling suka konsep kedai/rumah makan/resto yang kayak gini mbak. Etnik juga asri. Apalagi kalau nawarin area lesehan, jadi kayak plus di aku. Sekarang tuh kalau di kotaku nggak gampang cari rumah makan dengan konsep kayak kopi klotok lawu,, kalau pun ada biasanya juauuh dari radar. Wkwkwk.. :D

    Eh, aku tuh sering banget liat jadah bakar mbak. Ini apa kue ketan yang dibakar itu ya? Bentunya kayak kue ketan gitu. Aku nggak pernah makan jadah bakar, padahal banyak orang jual di depan perumahanku. wkkwk.. :D
    • erykaditya
      erykaditya
      iyaaa mbaa karena memang terbuat dari ketan dan kelapa parut sie ini jadi ya mirip2 kali ya sama kue ketan ya mba dinda maksud ;)
    Balas
  • Asri M Lestari
    Asri M Lestari
    Susu jahe... Udah lama nggak minum susu jahe. Enak diminum saat cuaca dingin. Apalagi ditambah pisang goreng dan jadah goreng. Jadah ini punya banyak nama tergantung lokasi.

    Tempat makannya suasananya enak ya. Banyak ijo-ijo. Adem. Apalagi haraganya juga bersahabat. Gurame bakar 37rb itu murah.
    Balas
  • MochiPop
    MochiPop
    Akuu mau kesana kak. Ya ampun seumur-umur belum pernah namanya ke Kota Solo. Pernahnya ke Semarang, dulu mampir Unnes sama Undip... Sumprit kampusnya gede-gede. Apalagi Unnes itu, rindang banget kampusnya... Pengen banget bisa mampir UNS buat lihat2..

    Susu Jahe aku sukaa... Kemarin pas pulang dari Temanggung. Kita beli serbuk minuman Jahe kak. Ya ampunn enak banget diminum sambil ngeblog kaya gini. Anget.. Adem apalagi cuaca lagi mendung.. hihi

    Btw, Itu Ikan Bakarnya bikin ngiler.. Aku udah lama menahan kepengen makan ikan bakar tapi belum kesampaian.. hihi..
    Balas
  • Mr. Regen
    Mr. Regen
    Penasaran banget dengan Jadah Bakar. Unik namanya, walaupun sempet agak shock pas baca awal-awal, jadinya dibaca pelan-pelan, takut salah tafsir, karena kalau di Sukabumi jadah itu termasuk kata kasar banget.. hehe, tapi ini makanan dari beras ketan dan parutan kelala, ya, sepertinya enak dimakan anget-anget dengan susu jahe panas
    Balas
  • Fajarwalker.com
    Fajarwalker.com
    Salfok sama angka-angka harganya, beneran bersahabat sekali euy mbak'e. Suasananya pun berasa homey sekali, terlihat dari kursi-kursi bernuansa kayu yang bikin daku terbawa ke tahun 90an, hehehe. Manalah ada kolam sama pemancingan pula ya. Udah cocok ini jadi tempat penitipan suami.
    Btw aku salfok sama minuman Jadah. Baru pertama kali daku denger ada minuman itu lho. Dan sejujurnya agak kaget, karena kata 'Jadah' kalo di sunda itu salah satu bentuk makian yang lumayan kasar, hahaha
    • erykaditya
      erykaditya
      wkwkwkwk ngakak aku tempat penitipan suami haaha...
      ehhh jadah ini bukan minuman ya mass tapi makanan looo...apa aku salah nulisnya???
      waaa memang ya mas beda tempat dah beda arti niee hihihi
    Balas
  • Ria Tumimomor
    Ria Tumimomor
    wuaaat? gurame bakar sama nasi 37rb? gile, bersahabat sekali. Thanks banget buat postingan ini ya . Walau aku gak tau apakah tempat ini cocok buat bawa lansia, tapi tandain dulu.
    Haaaa, aku dan ibu juga termasuk yg suka kesel sih kalau minuman disajikan hangat. Macam nanggung gitu loh. Mending pakai es batu sekalian atau yg beneran panas banget.
    • erykaditya
      erykaditya
      hhmmm sayang mbaa kalo buat yg lansia dan kursi roda tempat ini gak cocok karena buat ke area lobby saja mesti naik turun tangga trus jalannya juga macam berbatu kerikir gtiu mbaa
    Balas
  • Bambang Irwanto
    Bambang Irwanto
    Kalau membaca Gunung Lawu, saya langsung ingat cerita sandiwara radio. Siapa ya yang berguru di gunung Lawu? Mantili atau Lasmini? Hehehe.
    Suasana tempat makannya sangat nyaman ya Mbak. Cocok buat keluarga. Apalagi ada kolam renang buat anak-anak juga.harya makanan dan minuman terjangkau. Hanya sayang kopi klotok dan sus jahenya kurang panas ya Mbak. Padahal kedua minuman itu paling nikmat disantap saat panas dan asap masih ngebul.
    • erykaditya
      erykaditya
      Hehehehe,,,sandriwara brama kumbara ya pakkk hehehe...aku dulu sempat tu liat film nya di bioskop diajakin bapak wkwkwk...
      Nahh bener banget kedua minuman itu enaknya memang panas panas dengan asap ngepulll...sayang aja ;(
    Balas
  • duniamasak
    duniamasak
    susu jahenya keliatan segar dan sehat, jadi pengen mampir juga :D
    • nurul rahma
      nurul rahma
      mbaa, klo kopi kurang panas gitu, biasanya apa ngga bikin perut bloated/berasa kembung?
      tapi mungkin bisa jadi ini gegara cuaca yg dingin ya
      aku klo plesir ke Batu (Malang Raya), trus beli bakso, kuahnta tuh gampang dingiinn.
      berasa kzl juga.
    Balas