Liburan Nataru 2025 kali ini kami tidak ada agenda liburan ke luar kota. Liburan kali ini lumayan cukup panjang hampir dua minggu. Karena kami yang tidak berencana untuk melakukan perjalanan jauh, maka kami memutuskan untuk pergi ke Tawangmangu Karanganyar saja.
Tawangmangu adalah salah satu destinasi alam favorit bagi warga Solo dan sekitarnya. Sehingga jangan heran jika saat libur panjang ataupun weekend pasti banyak warga yang menuju tempat ini. Berlokasi di kaki Gunung Lawu, membuat Tawangmangu menjadi destinasi terbaik untuk menghirup udara segar khas pegunungan.
Dari kota Solo jaraknya tidak terlalu jauh hanya sekitar 45 km. Jarak tersebut bisa ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan. Di sekitar Tawangmangu terdapat banyak destinasi alam yang bisa kita kunjungi. Dan banyak juga pilihan kuliner khas maupun kekinian. Untuk penginapan juga banyak pilihan dari hotel berbintang, villa, glamping hingga area perkemahan juga tersedia.
Perjalanan
Siang itu kami berangkat ke arah Tawangmangu dan berencana menginap 1-2 hari disana nanti. Kami tidak ada persiapan memesan penginapan dan lain-lain. Sehingga untuk mengantisipasi penginapan yang penuh, mengingat sedang musim libur panjang, maka suami mempersiapkan peralatan camping.
Hari itu kami berangkat dari rumah sekitar pukul 10.30 WIB. Kami berkendara santai karena memang tidak diburu agenda apapun. Kami sempat mampir ke kampus tercinta kami UNS dan berkeliling di sekitar fakultas. Terlihat beberapa bangunan utama masih kokoh berdiri namun juga banyak tambahan bangunan lainnya.
Selain itu kami juga sempat mampir minimarket untuk membeli beberapa camilan dan minuman. Karena hari sudah semakin siang dan perut terasa lapar maka kami mencari opsi tempat untuk makan siang. Awalnya kami berencana untuk makan di angkringan Pak Mul, namun ternyata tempat tersebut baru buka sore hari di jam 17.00 WIB. Akhirnya kami mencoba sebuah rumah makan baru yaitu Kopi Klotok Lawu.
Suasana Asri di Kopi Klotok Lawu
![]() |
| area jalan masuk menuju lobby |
Kami mampir ke RM Kopi Klotok Lawu secara tidak terencana. Saat melewatinya, terlihat suasananya yang asri dan juga tempatnya yang luas. Sehingga kami memutuskan untuk putar balik dan singgah di Kopi Klotok Lawu.
Di area samping tersedia area parkir yang cukup luas untuk beberapa mobil dan juga sepeda motor. Dari tempat parkir tersebut kita akan melewati sebuah gapura besar menuju ke lobby utama. Area lobby ini adalah area yang sejajar dengan jalan utama dan merupakan lantai paling atas. Dan dibawahnya terdapat area-area lainnya yang cukup luas.
Kopi Klotok Lawu mengusung konsep semi outdoor yang terdiri dari beberapa bungalow yang cukup luas baik di bagian atas maupun bawah. Disini juga terdapat area kolam renang dan kolam memancing. Untuk area kolam renang hanya diperuntukkan untuk anak-anak saja. Sedangkan area kolam renang berada di bagian paling bawah. Saat kami berkeliling terlihat beberapa anak yang asik bermain air, juga ada beberapa pengunjung yang sedang serius memancing.
![]() |
| area lobby |
Kami disana memilih tempat duduk di area lobby yang dekat dengan meja pemesanan. Dari sini kita bisa melihat hamparan hijau pepohonan sekitar dan juga di area bawah. Udara yang bertiup juga mulai terasa segar dan nyaman sehingga tidak gerah.
Menu Bervariasi dan Ramah di Kantong
Saya memutuskan untuk memesan susu jahe dan gurame bakar dabu-dabu sebagai menu makan siang. Sedangkan suami memesan kopi klotok serta camilan pisang goreng dan jadah bakar. Jadah adalah salah satu makanan khas Jawa Tengah. Jadah terbuat dari beras ketan dicampur dengan parutan kelapa yang kemudian ditumbuk dan dikukus.
![]() |
| susu jahe dan kopi klotok |
Pertama yang dihidangkan tentu saja minuman pesanan kami. Untuk susu jahe menurut saya manisnya sudah pas dan rasa jahenya juga kental. Namun sepertinya kurang panas untuk ukuran wedangan, tapi tidak masalah karena saya masih bisa menikmatinya. Untuk kopi klotok menurut suami juga kurang panas sehingga aroma dan rasa kopinya kurang nikmat.
![]() |
| pisang goreng dan jadah bakar |
Satu persatu makanan yang kami pesan pun datang. Untuk pisang goreng dan jadah bakar masing -masing disajikan empat potong perporsinya. Saat itu saya hanya mencicipi pisang gorengnya saja karena takut kekeyangan.
Rasa gurame bakar dabu-dabu menurut saya cukup enak. Bumbu bakarnya meresap sampai ke dalam, sambal dabu-dabunya menambah kesegaran saat dimakan. Saya pun menghabiskan gurame bakar ini tanpa bersisa.
![]() |
| gurame bakar dabu-dabu |
Untuk harganya sendiri saya rasa juga cukup ramah di kantong. Harga camilan pisang goreng dan jadah masing-masing 12rb. Kopi klotok 10rb dan susu jahe 18rb. Yang paling mahal tentu gurame bakarnya, yaitu 37rb. Dan keseluruhan pesanan kami tersebut tidak sampai 100rb.
Cocok Buat Bersantai
RM Kopi Klotok Lawu berlokasi di jalan utama Solo-Tawangmangu sehingga mudah untuk ditemukan. Udara pegunungan yang mulai terasa segar disana ikut mendukung suasana menjadi lebih nyaman kala kita menikmati hidangan yang disediakan.
Tempatnya yang luas dan banyak pilihan tempat duduk membuat pengunjung betah berlama-lama disana tanpa harus terganggu. Apalagi menu makanan yang bervariasai dan harga yang tidak mahal juga menjadi nilai tambah.
Setelah cukup selesai makan siang dan cukup beristirahat kamipun melanjutkan perjalanan. Cerita-cerita selama perjalanan selanjutnya akan saya tulis secara berurutan yaa 😉
Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💗💗















susu jahenya keliatan segar dan sehat, jadi pengen mampir juga :D
BalasHapusKalau membaca Gunung Lawu, saya langsung ingat cerita sandiwara radio. Siapa ya yang berguru di gunung Lawu? Mantili atau Lasmini? Hehehe.
BalasHapusSuasana tempat makannya sangat nyaman ya Mbak. Cocok buat keluarga. Apalagi ada kolam renang buat anak-anak juga.harya makanan dan minuman terjangkau. Hanya sayang kopi klotok dan sus jahenya kurang panas ya Mbak. Padahal kedua minuman itu paling nikmat disantap saat panas dan asap masih ngebul.
wuaaat? gurame bakar sama nasi 37rb? gile, bersahabat sekali. Thanks banget buat postingan ini ya . Walau aku gak tau apakah tempat ini cocok buat bawa lansia, tapi tandain dulu.
BalasHapusHaaaa, aku dan ibu juga termasuk yg suka kesel sih kalau minuman disajikan hangat. Macam nanggung gitu loh. Mending pakai es batu sekalian atau yg beneran panas banget.