Buat siapa saja yang pernah ke Tawangmangu pasti tidak asing dengan Warung Makan Bu Ugi. Bahkan ada yang sampai rela jauh-jauh dari luar kota datang ke Tawangmangu hanya ingin mencicipi kuliner yang satu ini. WM Bu Ugi memang seterkenal itu, bahkan banyak artis dan pejabat yang sudah bertandang ke warung ini. Di setiap tembok di dalam WM Bu Ugi terpampang foto para pesohor yang sudah singgah ke warung makan ini.
Sudah tidak terhitung berapa banyak food vlogger yang sudah mereview rumah makan ini. Saya pun juga jadi tertarik untuk menulis ulasan pengalaman kami yang sudah beberapa kali singgah ke WM Bu Ugi.
Sekilas Tentang Warung Makan Bu Ugi
Dari logo yang terpasang, WM Bu Ugi telah berdiri sejak tahun 1960. Sehingga sampai sekarang sudah lebih dari 65 tahun setia melayani pembelinya. Untuk saat ini WM Bu Ugi telah dikelola oleh generasi kedua. Namun Bu Ugi sendiri meskipun sudah "sepuh" masih setia melayani para pelanggannya.
Meskipun tidak setiap hari, namun Bu Ugi selalu menyempatkan untuk melihat warung makannya. Beliau biasanya berada di area penyajian yang terletak di belakang kasir. Jika teman-teman sedang beruntung pasti berkesempatan bertemu Bu Ugi langsung. Seperti saat kemarin terakhir kali saya kesana, berkesempatan melihat beliau yang masih setia membantu para pegawainya menyajikan pesanan.
Warung makan Bu Ugi terkenal dengan sop iga sapi. Namun juga ada menu lain yaitu nasi pecel dan garang asem. Saya sendiri setiap kali kesana lebih sering memesan sop iga. Karena cuaca dingin Tawangmangu, rasanya lebih cocok jika kita menikmatinya dengan semangkok sop iga panas.
Pertama kali saya ke WM Bu Ugi, tempatnya tidak terlalu luas. Namun seirang berjalannya waktu dan semakin banyaknya pelanggan, warung makan ini diperluas pada sisi bagian dalamnya.
Untuk area parkir sekarang juga ada peningkatan. Dulu mobil dan motor parkir berjajar di sepanjang kanan kiri jalan, sekaramg telah disediakan kantong parkir khusus tepat di depan WM Bu Ugi. Sebuah lahan kosong yang seingat saya dulu adalah sebuah rumah, kini telah disulap menjadi sebuah area parkir.
Menikmati Sop Iga Bu Ugi
Saya sudah beberapa kali mengunjungi WM Bu Ugi. Sejak saya mengenal WM Bu Ugi ini, hampir dipastikan setiap ke Tawangmangu pasti kami membeli sop iga. Entah di pagi, siang atau malam hari. Bahkan kadang kami juga membungkusmya untuk dibawa pulang.
Sop Iga Bu Ugi mempunyai rasa yang cenderung manis namun kaya akan rempah-rempah. Sop Iga yang biasanya cenderung gurih, maka di sop iga Bu Ugi akan menemukan rasa yang berbeda. Namun jika teman-teman tidak suka dengan masakan manis, tenang saja karena tersedia garam, jeruk nipis dan juga sambal yang akan menyeimbangkan rasanya.
Sop Iga Bu Ugi disajikan pada sebuah mangkok yang terdiri dari 2 atau 3 potong iga. Dilengkapi irisan kentang dan wortel yamg cukup besar ditambah taburan seledri yang menambah cita rasa.
Potongan iga yang disajikan terasa sangat empuk saat kita menikmatinya. Kentang dan wortelnya meskipun besar namun juga terasa empuk. Sepertinya masing-masing iga, kentang dan wortel direbus secara terpisah dan baru dicampur saat akan disajikan.
Terakhir kali saya kesana adalah saat liburan nataru kemarin. Kami tiba disana saat sore hari menjelang pukul 17.00 WIB. Waktu itu WM Bu Ugi ramai seperti biasanya dimana pengunjung silih berganti berdatangan.
Seperti biasanya saya memesan sop iga beserta teh hangat sebagai minumannya. Sebagai pelengkap di meja makan juga sudah tersedia beberapa gorengan seperti tempe mendoan, tahu dan bakwan. Untuk harga satu mangkok sop iga adalah 45rb, nasi putih 5rb dan untuk aneka gorengan 3rb saja.
Saat sop iga tersaji di meja, maka yang pertama dicoba adalah kuah sopnya. Kuah yang panas membuat tubuh terasa lebih hangat di cuaca yang dingin ini. Untuk melengkapinya biasanya saya menambahkan sedikit jeruk nipis dan sambal.
Namun sayang saat kemarin saya mecoba daging iganya terasa sedikit memberika perlawanan tidak selembut biasanya. Namun saat saya menceritakan kepada seorang teman saya yang kebetulan juga singgah kesana saat pagi, beliau mengatakan bahwa daging iga yang dia dapatkan lembut seperti biasanya.
Jadi sepertinya saat itu saya mendapatkan daging iga yang belum benar-benar empuk sempurna. Mungkin karena ramainya pengunjung yang berdatangan di musim liburan, sehingga stok iga yang lama sudah habisπ. Namun secara keseluruhan sop iga hari itu tetap nikmat seperti biasanya kami kesana.
Kesimpulan
Tawangmangu dengan udara yang dingin dan segar terasa sangat cocok dengan sop iga Bu Ugi. Sop dengan cita rasa yang khas akan menghangatkan dan menyegarkan kembali badan di tengah udara dingin. Jadi rasanya kurang afdol jika teman-teman bertandang ke Tawangmangu tapi tidak singgah ke WM Bu Ugi.
Warung Makan Bu Ugi berlokasi di Jl. Raya Tawangmangu, Kramat, Kalisoro, Kec. Tawangmangu. Buka setiap hari mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 19.30 WIB.
Pastikan untuk datang pagi hari untuk menu komplitnya. Teman-teman bisa mencicipi semua menu andalannya yaitu sop iga, pecel dan juga garang asem ayam yang nikmat.
Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya ππ












Posting Komentar