Jika di artikel kemarin saya menceritakan pengalaman menginap di glamping Tawangmangu Wonder Park, maka kali ini saya akan berbagi pengalaman menginap di glampimg lainnya. Berlokasi di kabupaten yang sama yaitu Karangnyar, namun glamping ini berada di desa Tambak Kecamatan Ngargoyoso. Sebuah wilayah yang terkenal dengan hamparan kebuh teh,
Tenggir Park dan Swargaloka
![]() |
| glamping swargaloka |
![]() |
| tenggir park |
Tenggir Park dan Swargaloka adalah dua tempat wisata alam yang letaknya bersebelahan dan dalam satu pengelolaan. Keduanya berlokasi di sebelah timur Candi Sukuh dan berada di dalam kawasan Tahura KGPAA Mangkunagoro I (Tahura Karanganyar).
Jarak Tenggir Park dari kota Solo adalah sekitar 30km atau bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Tenggir Park lokasinya juga dekat dengan wisata Sendang Lawu dan Telaga Madirda. Jalan menuju Tenggir Park cukup menanjak dan curam sehingga perlu kehati-hatian. Berada pada ketinggian kurang lebih 1100 mdpl membuat udara di sekitarnya cukup sejuk.
Tenggir Park dan Swargaloka buka setiap hari dari jam 08.00-17.00 WIB dengan harga tiket 15rb sudah bisa masuk ke dua area tersebut. Tempat ini menawarkan hamparan hutan pinus yang sejuk dan asri. Cocok sebagai tempat untuk menenangkan hati dan pikiran.
Fasilitas
![]() |
| camping area |
![]() |
| canopy bridge tenggir |
Baik Swargaloka maupun Tenggir Park menyediakan penginapan berupa glamping dan juga area camping. Di Swargaloka terdapat Room Swargaloka dengan tarif 850rb saat weekend. Kamar ini mempunyai luas 4x6m dengan pemandangan citylight view. Disini kita bisa melihat pemandangan lampu kerlap kerlip dari kota Solo.
Untuk yang ingin mendirikan tenda dikenakan biaya 50rb pertendanya. Tenda bisa membawa sendiri ataupun menyewa dari pihak pengelola. Tersedia tenda ukuran kecil hingga yang ukuran besar. Kedua lokasi ini cocok untuk kegiatan outbond
Kedua lokasi ini juga dilengkapi area restoran dan tempat duduk baik indoor maupun outdoor serta beberapa gazebo. Namun biasanya pengunjung banyak yang memilih untuk singgah di Tenggir Park karena tersedia menu yang lebih lengkap dari pastry, coffee hingga makanan berat. Beragam menu tersebut tersedia di Tenggir Coffee & Eatery.
Pengalaman Menginap di Tenggir Park
Kami tiba disana saat sore hari dan saat itu sedang hujan lumayan lebat. Kami langsung konfirmasi kepada pihak pengelola yang tempatnya menjadi satu dengan Tenggir Coffee & Eatery. Setelah mendapatkan kunci, kami langsung masuk ke kamar untuk mengeringkan badan. Hujan yang lumayan deras cukup membuat basah baju yang kami gunakan.
![]() |
| glamping tenggir |
![]() |
| container room |
Container room terletak di undakan bawah suite room yang dibatasi oleh area parkir kendaraan. Kedua jenis kamar ini sama-sama menghadap ke canopy bridge yang terletak di tengah taman. Container room ini sepertinya terbuat dari box container yang telah dimodifikasi sedemikan rupa sehingga menjadi sebuah kamar yang nyaman.
Tersedia kasur ukuran 160x200cm, TV smart, dan lemari gantung baju. Pada bagian teras juga disediakan sebuah meja dan dua kursi untuk bersantai. Saya merasa cuaca di Tenggir Park tidak sedingin ketika kemarin kami menginap di Tawangmangu Wonder Park. Namun tetap pastikan membawa jaket agar tetap nyaman.
Awalnya kami berencana untuk mendirikan tenda, namun karena cuaca hujan yang tak kunjung reda akhirnya kami mengurungkan niat tersebut. Sebagai gantinya kami membuat perapian di samping kamar untuk menggangatkan badan. Kami membeli kayu bakar kalau tidak salah seharga 15rb sudah dilengkapi dengan alas perapiannya.
Karena kami bersama adik dan ponakan, maka area perapian ini kami gunakan sebagai area berkumpul. Kami mendirikannya di tengah-tengah diantara kedua kamar kami. Sambil ditemani suara binatang malam kami menghabiskan malam dengan bercerita dan menikmati coklat serta kopi hangat.
![]() |
| menu sarapan |
Pagi hari saat bangun, terasa udara masih berkabut karena seharian hujan. Sekitar pukul 07.00 WIB kami mendapatkan sarapan yang diantar langsung kekamar. Menu sarapan kali ini adalah nasi ayam goreng dan teh hangat.
Udara pagi dan area pegunungan yang segar seperti ini cocok untuk kita trekking menuju beberapa spot wisata yang ada di area Tenggir park. Kita juga bisa menyusuri sepanjang jalan Tahura yang lumayan menanjak.
Saya menemani ponakan bermain ayunan, melintasi canopy bridge, serta menjelajah Swargaloka. Kami juga menyempatkan singgah ke Candi Sukuh yang memang letaknya berdampingan. Cerita tentang Candi Sukuh nanti akan saya tulis secara terpisah agar lebih detail.
Pagi itu juga tampak beberapa pengunjung mulai berdatangan ke kawasan Tenggir Park. Tampak beberapa membawa tripod untuk mengabadikan foto ataupun membuat konten. Lokasi Tenggir Park yang ada di lereng Gunung Lawu memang mempunyai banyak spot yang instragrammable.
Penutup
Selain mengabadikan moment dalam bentuk foto dan video, kita juga bisa olehraga alam di kawasan ini. Kita bisa menjelajah jalur trekking yang sudah disediakan dengan tetap memperhatikan keselamatan, apalagi saat musim hujan.
Lokasinya yang saling berdekatan, sehingga dengan sekali parkir kita bisa mengunjungi Tenggir Park, Swargaloka dan juga Candi Sukuh. Bagaimana apakah teman-teman tertarik untuk mengunjungi tempat ini???
Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💖







