Akhirnya bisa bertemu dengan teman-teman blogger yang selama ini hanya berinteraksi lewat grup WA itu semacam mimpi menjadi nyata. Di grup WA blog yang dikelola oleh mba Fanny ini, kebanyakan membernya adalah warga Jabodetabek. Kadang suka iri juga kalau mereka berkesempatan meet up bersama disana. Sedangkan saya sendiri tinggal di Solo, jadi tidak tahu kapan berkesempatan bertemu dengan para member grup WA ini.
Sebenarnya sebelumnya juga pernah bersua dengan teman-teman blogger. Saat itu saya sedang tinggal di Banjarmasin jadi ikut komunitas blogger Banjarmasin. Saya pernah sekali ikut acara meet up blogger Banjarmasin termasuk didalamnya adalah mba Ruli. Yang setelahnya saya pernah bertemu beliau lagi sekalian pamitan karena pindah ke Solo.
Akhirnya Bisa Bersua
Namun rencana Tuhan memang selalu lebih baik. Awal tahun 2026 ini saya berkesempatan bertemu dengan mba Nik, salah seorang member grup WA blog, yang kebetulan sedang berlibur di Jogja. Beliau menyempatkan mampir ke Solo, yang tentu saja tidak saya sia-siakan untuk berjumpa beliau.
Sebenarnya di tahun 2025, mba Nik juga pernah datang ke Solo karena ada acara. Namun sayang saat tersebut saya tidak bisa membersamai beliau karena saya sedang di Banjarmasin. Dan ketika mba Nik mengabarkan datang ke Solo lagi, tentu saya sangat senang. Serasa bisa membayar hutang meet up tahun kemarin.
Kami janjian bertemu di Cenklik Coffee sekitar jam 14.00 WIB. Mba Nik sendiri sebenarnya sudah sampai di Solo saat pagi hari. Namun karena saya bisanya sore, akhirnya beliau mampir ke rumah temannya terlebih dahulu.
Dan ternyata rumah teman beliau dekat dengan rumah saya dan sejalan dengan jalur yang harus kami lewati menuju ke Cenklik Coffee. Akhirnya saya memutuskan untuk menjemput beliau saja, sehingga bisa jalan bersama menuju Cenklik Coffee, toh jalannya memang searah.
Nyore di Cenklik Coffee
Lokasi Cenklik Coffee
Cenklik Coffee sebenarnya sudah lama masuk wishlist saya. Namun karena letaknya yang agak dipinggir, saya jadi enggan jika harus kesana sendiri. Cenklik Coffee lokasinya dekat dengan Bandara Adi Soemarmo, sehingga sudah masuk Kab Boyolali. Cengklik Coffee ternyata buka setiap hari dari pagi jam 07.00-21.00 WIB.
Suasana Cenklik Coffee
Setelah parkir kendaraan, kami kemudian masuk ke area kafe. Dan ternyata di bagian dalam pengunjung begitu ramai. Terdapat dua bangunan untuk indoor dan semi indoor. Sedangkan bagian tengah dan celakang adalah area outdoor. Di area kasir pemesanan terlihat antrian mengular yang cukup panjang.
Cenklik Coffee memang salah satu kafe yang sedang ramai diperbincangkan saat ini. Apalagi saat kami datang masih dalam masa liburan sehingga tidak aneh jika banyak pengunjung disana. Tempat ini juga memiliki pemandangan yang langsung menghadap ke Waduk Cengklik serta cocok untuk menikmati matahari senja. Meskipun pemandangan waduk Cengklik juga sedikit terganggu karena banyaknya enceng gondok disana.
Namun sayang, saat kami disana langit sedang mendung. Bahkan sempat turun rintik hujan yang membuat beberapa pengunjung terpaksa berteduh. Tapi untungnya hujan tidak jadi datang sehingga para pengunjung bisa kembali bercengkrama.
Nyore Bersama
Sambil menunggu pesanan datang kami kemudian melanjutkan obrolan kami. Saat pertama kali bertemu mba Nik ternyata tidak ada rasa canggung sama sekali. Kami seperti teman lama yang bertemu kembali, mungkin karena efek interaksi di grup WA jadi langsung berasa nyaman.
Kami mengobrol tentang berbagai hal, dari dunia blog, pasangan hingga lika liku kehidupan. Rasanya begitu mengalir saja saat berbincang dengan mba Nik. Dan saya mendapatkan banyak insight kehidupan dari mba Nik yang kebetulan juga seorang life coach.
Dalam obrolan tersebut kemudian nama mba Lala tercetus. Mba Lala juga salah satu teman kami di grup WA blogger. Kami berpikir sepertinya seru jika mengajak mba Lala untuk meet up di Jogja. Kebetulan mba Nik juga msaih lama di Jogja, adi saya bisa gantian bertandang ke Jogja.
Seperti gayung bersamput ternyata mba Lala juga sedang merencanakan travelling dari Bogor menuju Semarang dan Jogja. Kami kemudian menentukan tanggal untuk nantinya bertemu di Jogja. Cerita lengkap tentang meet up di Jogja akan saya tulis terpisah tentunya.
Saat hari sudah beranjak semakin sore, saya mengajak mba Nik untuk meninggalkan lokasi. Karena kebetulan malam itu saya masih ada acara lain lagi. Sedih juga tidak bisa membersamai mba Nik lebih lama ,namun setidaknya nanti kami sudah ada rencana buat meet up di Jogja.
Mampir ke Babah Satoe
Dari Cenklik Coffee kami terlebih dahulu mampir ke toko roti favorit mba Nik yaitu Roti Babah Satoe. Beliau tahu roti tersebut dari temannya, saya sendiri yang warga Solo baru tahu lokasi toko roti tersebut.
Dan ternyata Babah Satoe adalah salah satu jenis roti tradisional Solo karena telah berdiri sejak 1882. Tulisan tersebut terpampang jelas di spanduk toko. Benar-benar sebuah toko legendaris yang bisa bertahan hingga saat ini. Saya dan mba Nik masing-masing membeli beberapa roti untuk oleh-oleh kami bawa pulang.
Saya kemudian mengantarkan mba Nik menuju stasiun Balapan untuk naik kereta prameks menuju Jogja. Terima kasih mba Nik sudah berkenan mampir ke Solo, sebuah pertemuan indah di awal tahun 2026.
Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💖💖




