Akhirnya bisa ketemuan gak cuma satu teman blogger namun tiga teman sekaligus itu sungguh menyenangkan. Apalagi mereka jauh-jauh datang dari Jabodetabek dan sedang berlibur ke Jogja. Maka saya yang di Solo, dengan senang hati nyamperin mereka dengan kereta prameks andalan😁.
Tau donk siapa saja teman-teman blogger ini?? Yup mereka adalah mba Nik, yang minggu sebelumnya sudah ke Solo, kemudian ada mba Lala dan Mba Rere yang sedang liburan di Semarang-Jogja. Kami janjian di sebuah kafe di area Malioboro yaitu Kebon Ndalem Coffee & Eatery.
Perjalanan ke Jogja
Kami berempat janjian bertemu di Kebon Ndalem sekitar pukul 14.00 WIB. Namun saya memutuskan naik pramek jam 10.46 WIB, agar bisa lebih santai. Siang itu ternyata penumpang lumayan rame dan saya tidak berhasil mendapatkan tempat duduk. Alhamdulillahnya ditengah perjalanan, saya kebagian tempat duduk. Seetidaknya tidak sampai satu jam berdiri di kereta 😊
Karena perjalanan Solo-Jogja yang hanya satu jam maka saya masih ada dua jam waktu free. Setelah menimbang-nimbang antara Malioboro Plaza atau Ambarukmo Plaza, akhirnya saya memutuskan untuk mampir ke Ambarukmo Plaza (Amplaz) saja. Kebetulan saat itu saya juga sedang mencari suatu barang.
Dan ternyata Ambarukmo Plaza dekat dengan tempat tinggal mba Nik selama di Jogja. Akhirnya kami berdua memutuskan untuk bertemu terlebih dahulu di Amplaz, sebelum nantinya menuju ke Kebon Ndalem.
Saat itu saya turun di Stasiun Lempuyangan kemudian naik ojol menuju ke Ambarukmo Plaza. Sambil menunggu mba Nik datang, saya memutuskan berkeliling sambil mencari barang yang saya butuhkan. Tak lama mba Nik pun datang. Karena jam sudah menunjukkan pukul satu lebih, maka kami memutuskan menuju ke Ndalem Kebon.
Berjumpa di Kebon Ndalem Coffee & Eatery
Lokasi
Kebon Ndalem berlokasi di Jl Diponegoro no 2 Yogyakarta. Lokasinya segaris dengan Jl Malioboro. Hanya berjarak sekitar satu km, jadi kita bisa jalan kaki santai jika dari atau ke Malioboro. Kebon Ndalem buka setiap hari dari jam 10.00 - 24.00 WIB.
Yang menjadi salah satu daya tarik Kebon Ndalem adalah lokasinya yang tepat menghadap ke Tugu Mangkubumi. Tugu Mangkubumi juga sering disebut Tugu Pal Putih atau yang lebih dikenal dengan Tugu Jogja. Tugu Jogja adalah salah satu landmark kota Jogja yang terkenal, yang mana tugu tersebut pertama kali dibangun pada tahun 1744.
Makan Siang di Kebon Ndalem
Karena kami datang pada jam makan siang, sehingga saat kami masuk terlihat suasana yang cukup ramai. Kafe ini terdiri dari tiga lantai, namun sayang lantai ke tiga tampakk tertutup. Masing-masing lantai terdapat area indoor dan area teras.
Karena cuaca yang cukup panas saat itu, maka kami memilih lokasi indoor di lantai dua yang nyaman. Sambil menunggu mba Lala dan Mba Rere datang kami memesan makanan dan minuman terlebih dahulu. Dan tak berapa lama mba Lala pun datang disusul dengan mb Rere tak lama berselang.
Disana saya memesan Nasi Ayam Kemangi dan Ice Coffee Latte. Kebetulan dari pagi saya memang belum makan nasi, sehingga siang itu perut terasa memberontak. Sedangkan mba Nik memesan Hot Picollo dan pisang goreng. Sepertinya pisang goreng adalah salah satu camilan favorit mba Nik, karena saat di Solo juga memesan pisang goreng.
Sedangkan mba Lala memesan banana split dan healthy infused water, Sedang mba rere hanaya memesan minuman strawberry mojito. Cuaca yang lumayan terik tampaknya membuat kami memilih minuman dingin sebagai pelepas dahaga.
Saat pesanan kami datang, kami semua takjub karena porsi yang diberikan lumayan besar. Sangat jauh dengan ekspektasi kami masing-masing. Untuk rasanya juga cukup enak menurut saya, sesuai dengan harga yang ditawarkan. Dan untuk semua pesanan kami tersebut adalah seharga 264rb.
Ide Random Tercetus
Siang itu kami saling bertukar cerita dan bertukar pengalaman, Meskipun baru pertama kali bertemu dengan Mba Lala dan Mba Rere namun saya merasa sudah kenal lama. Apalagi mereka juga sangat ramah dan senang bercerita, jadi obrolan kami mengalir begitu saja.
Dan ditengah obrolan tersebut tiba-tiba tercetus ide untuk berfoto bersama menggunakan kebaya di Kota Gede. Sebuah ide yang sebenarnya cantik, namun saya mengundurkan diri karena pasti akan sampai malam.
Saya sendiri berencana pulang sebelum gelap datang. Dan melihat jadwal prameks, maksimal jam 18.00 WIB saya sudah harus dikereta agar tidak terlalu malam sampai rumah. Bisa dibilang saya sangat jarang keluar sendiri di malam hari, apalagi dari luar kota. Meskipun sebenarnya aman saja, namun saya tidak merasa nyaman jika pulang malam.
Akhirnya rencana foto bersama dipindah lokasi ke Malioboro yang lebih dekat. Karena hari sudah sekitar jam 16.00 WIB, kami pun segera berbegas ke Malioboro. Saya dibonceng mba Rere sedangkan Mba Lala dan Mba Nik memutuskan berjalan kaki saja. Sepertinya mereka tidak tega melihat saya jalan kaki, terima kasih mbaaa 😁😁
Foto Cantik di Malioboro
Di Malioboro sekarang memang banyak jasa foto sekaligus sewa pakaian tradisional jawa atau kebaya. Sehari sebelumnya, mba Rere dan mba Lala sudah berfoto di Malioboro. Namun kali ini kami ingin berfoto berempat sebagai kenang-kenangan.
Setelah menemukan jasa foto dan sewa yang cocok, kami bergegas untuk berganti baju dan memantaskan diri. Bisa dibilang sore itu kami berdandan kilat, gara-gara saya yang tidak ketinggalan kereta di jam 18.00 WIB 😓
Harga paket foto dan sewa kebaya berempat waktu itu adalah 250rb. Kemudian ditambah sewa pernak pernik, video dan lain-lain sehingga total sekitar 400rb.
Di area trotoar Malioboro kami mulai mengambiil foto. Sesi pertama adalah foto kami berempat, setelahnya foto saya sendiri kemudian dilanjut foto yang lainnya. Setelah sesi saya dirasa cukup, saya langsung kembali lagi ke rumah sewa untuk berganti baju. Sedangkan teman-teman yang lain masih melanjutkan sesi foto.
Saat itu saya sekalian berpamitan dengan mba Lala, mba Nik dan mba Rere. Saya minta maaf karena tidak bisa membersamai sampai selesai.
Perjalanan Pulang
Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 17.30 WIB. Dengan berjalan cepat saya langsung menuju ke stasiun Tugu. Alhamdulillah sampai disana kereta masih berdiam diri dengan cantik, Saya pun duduk sejenak di area tunggu sambil beristirahat mengatur nafas yang ngos-ngosan.
Terlihat beberapa penumpang juga mulai berdatangan. Dalam hati sempat terbesit rasa khawatir kalau tidak kebagian tempat duduk. Namun keberuntungan berpihak, ternyata penumpang tidak sebanyak yang saya bayangkan dan saya bisa duduk dengan nyaman di kereta.
Akhirnya saya sampai di rumah sekitar pukul 19.30 WIB. Terima kasih buat teman-teman atas pertemuan singkatnya dan pengalamannya di Malioboro. Sepertinya jika tidak bersama mereka, saya tidak akan terbesit untuk melakukan sesi foto Malioboro😊.
Maaf jika rencana foto cantik di Kota Gede batal dan pindah di Malioboro. Semoga suatu saat kita bisa kembali berjumpa😉.
Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💗💗




