Daerah Karanganyar terutama Tawangmangu dan Ngargoyoso memang menjadi daerah wisata pilihan warga Solo. Kedua daerah tersebut menawarkan wisata pegunungan dengan udara yang sejuk dan nyaman. Letaknya yang hanya sekitar 1-1,5 jam perjalanan membuat kedua daerah tersebut menjadi pilihan terbaik untuk berwisata.
Kedua daerah tersebut banyak menawarkan berbagai wisata alam, penginapan maupun kafe. Jika ditulisan sebelumnya saya menceritakan pengalaman di 2020mdpl Higest Cafe di Tawangmangu, maka kali ini saya ingin berbagi cerita tentang sebuah kafe di Ngargoyoso. Kafe tersebut adalah Tepi Langit Coffee & Eatery.
Lokasi
Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, Ngargoyoso termasuk salah satu daerah dataran tinggi di Karanganyar. Mempunyai udara yang sejuk membuat kita betah berlama-lama disini.
Keunikan Tepi Langit
Bangunan Tepi Langit mempunyai denah yang unik. Jika dilihat dari depan, maka hanya terlihat sebuh bangunan kafe kecil. Namun ternyata setelah masuk, ternyata bagian dalamnya cukup luas.
Tepi Langit mempunya 6 lantai, dimana lantai utama tempat tamu masuk adalah di lantai kedua. Kemudian terdapat satu lantai di atasnya yang merupakan area indoor dan rooftop. Sedangkan empat laintai lainnya terletak dibawah lantai utama yang kesemuanya adalah area outdoor.
Denah dan desain yang unik ini dikarenakan letaknya yang berada di perbukitan. Sehingga area dibawah bangunan utama masih bisa dimanfaatkan sebagai seating area. Terdapat banyak pepohonan dan juga meja payung yang bisa dijadikan tempat berteduh. Area outdoor ini cukup luas namun sedikit tricky saat hujan maupun panas.
Tepi Langit menawarkan konsep sebagai tempat untuk menikmati sunset dan citylight. Sehingga paling cocok mampir ke Tepi Langit kala senja dan malam hari. Namun jika ingin datang di pagi atau siang hari juga tidak mengapa, karena tempatnya memang nyaman untuk berkumpul bersama teman maupun keluarga.
Pengalaman di Tepi Langit
Kami mampir ke Tepi Langit di akhir tahun kemarin. Kami tiba disana sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu kami parkir kendaraan di pinggir jalan raya menuju jalan masuk kafe. Namun setelah kami berjalan masuk, ternyata di bagian dalam terdapat area parkir yang cukup luas. Ada area khusus mobil dan juga motor yang terpisah.
Untuk menuju ke bangunan utama, kami harus berjalan di jalan yang menurun. Kami tiba disana tergolong masih pagi dan sepertinya kami menjadi tamu pertama hari itu. Terlihat beberapa staf yang masih bebersih dan merapikan beberapa meja kursi.
Begitu masuk ke bangunan, kami langsung menuju ke area kasir yang juga sekaligus untuk area pemesanan. Kami memesan dua buah minuman teh dan dua buah latte. Sedangkan makanannya kami memilih beberapa camilan yaitu cireng, french fries dan pisang goreng.
Untuk harga minumannya memang agak mahal antara 15rb-30rb, Dan semua camilan masing-masing mempunyai diharga yang sama yaitu 25rb. Harga yang mahal sepertinya disesuaikan dengan fasilitas dan kenyamana tempat yang mereka tawarkan.
Sayang beberapa minuman dan snack yang kami pesan tidak sempat saya jepret. Hanya dua buah kopi latte yang sempat diabadikan karena terlihat cantik. Panas kopinya juga pas sehingga terasa nikmat. French fries dan cireng juga digoreng cukup garing. Untuk pisang gorengnya ternyata potongannya cukup besar, karena awalnya saya pikir dipotong kecil-kecil.
Kami memilih tempat duduk di area outdoor agar bisa merasakan kehangatan sinar matahari. Saya memilih lokasi satu lantai dibawah lantai utama. Saya memilih duduk lesehan yang dilengkapi dengan meja bundar dan alas bantal.
Disini kami menikmati pemandangan sambil bertukar cerita dan tentu saja menghabiskan camilan yang sudah kami pesan. Tak salah rasanya jika Tepi Langit menawarkan suasana sunset dan citylight. Dari sini terlihat dengan jelas hamparan kota Karanganyar dan Solo. Bisa dibayangkan kala malam tiba maka lampu kota akan terlihat saling berkedip bagai kunang-kunang.
Berada disini memang terasa sejuk dan nyaman, angin sepoi-sepoi khas pegunungan. Namun saat hari beranjak siang maka sinar matahari akan terasa lebih kuat. Akan terasa lebih baik bila kami berpindah ke tempat duduk yang teduh atau di indoor. Namun kami memutuskan beranjak untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya.
Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💗💗




