Jika melintasi kota Ambarawa, maka jangan lupa untuk singgah sejenak di Museum Kereta Api Ambarawa. Museum ini adalah salah satu museum kereta api terlengkap di Indonesia. Saya sendiri sepertinya sudah dua kali singgah di museum ini. Ada apa saja di Museum Ambarawa?? Yukkk kenal lebih dekat Museum Kereta Api Ambarawa😊
Lokasi dan Tiket Masuk
Museum Kereta Api Ambarawa juga dikenal dengan nama Museum Kereta Api Indonesia (Indonesia Railway Museum/IRM). Museum Ambarawa terletak di Jl Stasiun no 1, Panjang, Ambarawa. Museum ini terbuka untuk umum setiap hari pukul 08.00- 17.00 WIB.
Harga tiket masuk untuk dewasa adalah 20rb dan anak-anak 10rb. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara harga tiket sebesar 30rb. Di museum ini juga sering digunakan untuk lokasi syuting film yang mengambil tema jaman dulu seperti film Soekarno dan Buya Hamka.
Sejarah Singkat Museum Kereta Api Ambarawa
Museum Kereta Api Ambarawa awalnya adalah sebuah stasiun yang bernama Stasiun Willem I yang diresmikan pada tanggal 21 Mei 1873 oleh Belanda. Nama Willem I diambil dari nama raja pertama Belanda, Willem Frederik Prins van Oranje-Nassau (1772-1843). Stasiun Ambarawa menghubungkan jalur Kedungjati-Beringin-Tuntang-Ambarawa yang dibangun oleh Nedherlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) .
Bangunan Stasiun Ambarawa saat ini adalah bangunan kedua, yang dibangun pada tahun 1907 menggantikan bangunan lama yang terbuat dari kayu dan berdinding bambu. Latar belakang dibangunnya jalur kereta api Ambarawa antara lain untuk kepentingan militer Belanda dan transportasi barang komoditas sekitar Ambarawa dan daerah pedalaman ke pelabuhan di Semarang. Namun karena dianggap tidak lagi menguntungkan maka pada tahun 1976, jalur ini ditutup.
Kemudian pada tanggal 21 April 1978, Stasiun Ambarawa beralih fungsi menjadi Museum Kereta Api Ambarawa yang diresmikan oleh Menteri Perhubungan Roesmin Noerjadin. Saat ini Museum Kereta Api Ambarawa telah ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya yang harus dilestarikan. Museum ini menampilkan koleksi perekeretaapian dari masa Hindia Belanda hingga pra kemerdekaan RI. Ada beberapa jenis kereta api uap dan kereta api diesel yang dipajang disana.
Kereta Wisata Heritage Ambarawa
Stasiun Ambarawa sampai sekarang juga masih beroperasi, namun hanya digunakan untuk kereta wisata Heritage Ambarawa. Kereta ini mempunyai jalur stasiun Ambarawa-Tuntang PP. Stasiun Tuntang sendiri juga sudah ditutup untuk umum, hanya digunakan untuk jalur kereta wisata. Kereta wisata Heritage Ambarawa mempunyai jadwal dan juga tarif yang berbeda setiap bulannya. Untuk info jadwal terbaru dan tarif detailnya, teman-teman bisa langsung cek di IG @wisata.museumkeretaapiambarawa.
![]() |
| Gerbong Kereta Wisata |
![]() |
| Lokomotif Kereta Wisata |
Pemesanan tiket kereta wisata ini dibuka sejak H-14 melalui WA pada nomor yang tertera di IG tersebut. Saran saya jika teman-teman memang berencana naik kereta wisata ini, lebih baik pesan tiket jauh-jauh hari karena jika pesan pada hari H kemungkinan besar tiket sudah habis terjual.
Saya sendiri sudah dua kali mengunjungi Museum Ambarawa namun belum berkesempatan menjajal kereta uap ini. Di kunjungan pertama saya tidak tahu tentang adanya kereta wisata ini. Sedangkan kedatangan kedua, karena tidak terencana dan sedang musim liburan sehingga saat konfirmasi pembelian tiket di hari H, tiket sudah terjual habis. Semoga nanti saya bisa lebih mempersiapkannya sehingga bisa menjajal naik kereta wisata Heritage Ambarawa.
Kereta wisata Heritage Ambarawa menggunakan lokomotif diesel dan gerbong kayu, seolah membawa kita ke masa tempo dulu. Perjalanan kereta wisata Ambarawa kurang lebih 1 jam PP. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi hamparan sawah, Rawa Pening, Gunung Merbabu dan Telomoyo.
Di Stasiun Tuntang, kereta wisata akan berhenti selama kurang lebih 15-30 menit. Waktu ini digunakan untuk lokomotif untuk langsir/berputar agar bisa kembali menarik gerbong kereta ke Stasiun Ambarawa. Selama waktu menunggu tersebut, wisatawan bisa menggunakannya untuk berfoto di sekitar Stasiun Tuntang. Dan tahukah teman-teman ternyata Stasiun Tuntang ini adalah stasiun yang digunakan untuk syuting miniseries Gadis Kretek.
Fasilitas di Museum Ambarawa
Memasuki Museum Ambarwa kita akan melewati sebuah sebuah bangunan semi outdoor. Di sisi kanan bangunan ini kita bisa melihat berbagai foto dan juga penjelasan tentang sejarah perkereta apian di Indonesia. Semua tertulis sangat lengkap, dan memang butuh waktu beberapa lama jika kita ingin membaca semua ulasan tersebut.
Di sisi sebelah kiri, kita akan melihat berbagai jenis lokomotif yang di pajang. Semua lokomotif ini terlihat sudah sangat tua. Kita bisa menjajal naik untuk melihat isi dari lokomotif sambil membayangkan kerja para masinis kereta pada masanya.
Semakin masuk ke dalam maka kita akan melihat gerbong kereta yang dialih fungsikan sebagai perpustakaan dan juga penjualan souvenir. Teman-teman bisa singgah sejenak disini untuk membeli oleh-oleh😊
Pada bagian tengah terlihat sebuah bangunan dengan ciri khas Eropa yang digunakan sebagai ruang Kepala Stasiun sekaligus ruang operasi. Disini kita bisa melihat beberapa benda bersejarah yang digunakan pada masa dulu. Disini kita bisa melihat bekas loket penjualan tiket serta beberapa bagian mesin kereta api.
Di sisi peron kita juga bisa melihat semacam area pameran mini dimana kita bisa melihat miniatur berbagai jenis lokomotif dari berbagai daerah. Selain itu juga terlihat beberapa gerbong keret api yang sudah dialih fungsikan menjadi ruang perpustakaan dan juga ruang penjualan souvenir.
Untuk urusan makanan dan minuman, pengunjung tidak usah khawatir karena di bagian ini juga terdapat coffeeshop dan juga area foodcourt yang lumayan beragam. Di area outdoor juga terdapat playground mini dan tanah lapang yang luas untuk anak-anak berlari melepas kebosanan. Untuk area mushola dan toilet juga tersedia di area bagian belakang.
Itulah berbagai fasilitas dan keseruan yang bisa teman-teman dapatkan saat mengunjungi Museum Kereta Api Ambarawa. Jadi sudahkah teman-teman kesana???😉
Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💗💗







