Awal tahun lalu saya sempat mengikuti kegiatan Soerakarta Walking Tour dengan rute Jantung Kota Sisi Barat. Dan ternyata rute tersebut mengunjungi salah satu lokasi yang ingin saya kunjungi sejak dahulu yaitu Ndalem Kalitan. Kenapa saya sangat ingin mengunjungi lokasi ini??? karena berdasarkan cerita yang saya dengar, Ndalem Kalitan ini dimiliki oleh almarhumah Ibu Tien Soeharto yang merupakan istri mantan Presiden Ke-2 RI Bapak Soeharto.
Kegiatan walking tour ini berlangsung di pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB. Semua peserta berkumpul di titik kumpul yang telah ditentukan. Kegiatan ini dipandu oleh dua orang guide yaitu mba Ayas dan mb Rania yang diikuti oleh sekitar 25 peserta. Dan lokasi pertama yang kami kunjungi adalah Ndalem Kalitan.
Sejarah Ndalem Kalitan
Ndalem Kalitan berlokasi di Jalan Kalitan No.25, Penumping, Kecamatan Laweyan, Surakarta. Nama Kalitan ini berasal dari kata Alit. Alit adalah nama dari putri sulung Sri Sunan Pakubuowo (PB) X yang bernama lengkap Gusti Kanjeng Ratu Alit.
Pada tahun 1874, PB X menyerahkan rumah tersebut kepada Ratu Alit, sehingga sejak saat itu daerah tersebut sering disebut dengan nama Kalitan. Sri Sunan Pakubuwono X sendiri saat itu memerintah Kesunanan Surakarta pada masa 1893-1939.
Hingga akhirnya pada tahun 1960an, rumah tersebut ini dibeli oleh orangtua dari Raden Ayu Siti Hartinah atau yang lebih kita kenal dengan nama ibu Tien Soeharto. Yang mana ibu Tien adalah cicit dari KGPAA Mangkunegaran III.
FYI, di Solo ada dua kerajaan besar yaitu Kerajaan Mangkunegaran dan Kerajaan Kasunanan. Karena perpindahan kepemilikan dari Trah Kasunanan ke Trah Mangkunegaran, sehingga desain dan ornamen dari Ndalem Kalitan mengalami beberapa perubahan sesuai dengan identitas Mangkunegaran.
Suasana Ndalem Kalitan
Saat ini warga bisa bebas berkunjung ke Ndalem Kalitan. Pengunjung diharapkan mengisi buku tamu dan meninggalkan karti identias pada petugas keamanan yang terletak di sisi dalam pintu masuk. Disini pengunjung bisa melihat bangunan utama yang berupa sebuah rumah Joglo yang sangat luas dengan dominasi warna hijau.
Ndalem Kalitan ini sebenarnya dibagi menjadi tiga bagian yaitu pendopo, ruang tengah atau pringgitan dan senthong atau kamar tidur. Namun saat kami berkunjung kemarin, kami hanya diperbolehkan sampai ke area pendopo saja. Pada bagian pendopo ini keempat sisinya terbuka yang ditopang oleh empat tiang utama dan beberapa tiang penyangga lainnya.
Di ujung paviliun, terdapat pintu masuk dari kayu jati dengan empat bagian pintu, diapit foto Soeharto di kanan dan Tien Soeharto di kiri. Sedangkan di dinding sebelah kanan terdapat beberapa foto keluarga Soeharto bersama anak dan menantunya. Dan di sisi sebalah kiri terdapat seperangkat gamelan yang sangat terawat.
Di samping luar sisi gamelan, saya menemukan hiasan dinding yang berisi petuah atau pemikiran filosofis dari KGPAA Mangkunegaran III yang disebut "Panca Mutiara". Panca Mutiara ini berisikan lima sifat yang harus dimiliki oleh orang Jawa dan masih relevan hingga masa sekarang.
- Temen, artinya bersungguh-sungguh.
- Mantep, artinya setia atau teguh.
- Gelem Nglakoni, artinya mau melakukan dan menerima konsekuensi.
- Aja Kagetan, artinya jangan mudah kaget atau terperanjat.
- Aja Gumunan, artinya jangan mudah heran.
Sekeliling pendopo ini suasana terasa sangat adem dan sejuk karena terdapat banyak seperti pohon beringin, pohon mangga dan palem. Juga terdapat beberapa burung dalam sangkar yang membuat suasana terasa lebih asri.
Hingga saat ini Ndalem Kalitan masih sering digunakan oleh anak-anak dari keluarga Soeharto saat mereka berada di Solo. Biasanya mereka akan singgah di Ndalem Kalitan saat ziarah ke makam Soeharto dan Ibu Tien di Astana Giribangun, Matesih, Karangayar.
Masjid Kalitan
Pada bagian depan samping Ndalem Kalitan terdapat sebuah masjid yang cukup luas. Masjid ini adalah salah satu wakaf dari Keluarga Soeharto yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat umum. Awalnya masjid ini hanya sebuah mushola kecil. Hingga akhirnya pada tahun 1996 didirikanlah sebuah masjid yang kemudian sempat direnovasi kembali pada tahun 2014.
Kegiatan di Masjid Kalitan ini juga lumayan aktif. Sudah ada beberapa jadwal kajian rutin yang diadakan disana yang biasanya diikuti oleh banyak peserta dan juga beberapa kajian akbar yang mendatangkan ustad maupun ustadzah dari berbagai kota.
Jadi apakah teman-teman juga tertarik untuk mengunjungi Ndalem Kalitan???
Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💗💗







