adjQDGiw9zV3ZrtlDmdv0xUy2YCAW5gNJ7prCidQ

Perjalanan dari Balapan ke Gambir dengan Argo Lawu

Stasiun Balapan Solo

Akhirnya berkesempatan ke Jakarta lagi meskipun hanya beberapa hari. Terakhir kali kami keliling Jakarta yaitu saat setelah covid di tahun 2021 karena ada keperluan. Dan setelah hanya sebatas transit karena ada penerbangan lanjutan. Saat di Jakarta kemarin, saya memanfaatkannya sebagai momen mengenang kembali masa kala kami tinggal di Jakarta.

Sebelumnya kami pernah tinggal di Jakarta selama kurang lebih 1,5 tahun, mungkin di tahun 2011. Saat itu kami tinggal di daerah Jakarta Selatan. Saya sendiri selama di Jakarta juga sempat bekerja di sebuah perusahaan media meskipun hanya sekitar tiga bulan. Kenapa sebentar? karena setelahnya suami harus pindah tugas sehingga saya memilih untuk mengikuti beliau. Dan kebetulan kami berdua juga merasa kurang cocok dengan ritme hidup di Jakarta jadi kami menerima pindah tugas dengan suka cita. 

Perjalanan ke Jakarta 

Kemarin saya memutuskan untuk berangkat ke Jakarta dengan menggunakan transportasi kereta api. Saya membeli tiket melalui aplikasi KAI untuk jurusan Balapan - Gambir dengan kereta eksekutif Argo Lawu di harga 650rb. Saya sekaligus memesan railfood, karena ternyata untuk pemesanan melalui aplikasi mendapatkan diskon 5%, tidak banyak tapi lumayan😊

Berdasarkan pengalaman saya beberapa kali membeli tiket melalui aplikasi KAI, ternyata ada perbedaan untuk aplikasi yang dimiliki wanita dan pria. Melalui aplikasi KAI milik saya terdapat perbedaan warna kursi yang telah dipesan oleh penumpang pria atau wanita. Jika penumpang pria maka kursi berwarna abu, sedang jika penumpang wanita maka kursi berwarna pink. Sedang di aplikasi KAI milik suami, semua kursi terlihat sama warnanya tidak ada perbedaan penumpang wanita maupun pria. Mungkin ini salah satu cara dari KAI untuk memberikan kenyaman kepada penumpang wanita.

Saat itu saya berangkat ke Jakarta di hari Jumat pagi dan seingat saya kereta berangkat pukul 08.00 WIB. Jadi saya berangkat dari rumah sekitar pukul tujuh lebih sedikit. 

Sampai di stasiun Balapan, saya langsung check in dan menuju ruang tunggu. Saat berjalan ke ruang tunggu tersebutlah saya baru mengamati layar monitor bahwa jadwal keberangkatan kereta Argo Lawu adalah pukul 08.30 WIB. Dalam hati saya berpikir apakah kereta delayed seperti pesawat?? Namun setelah saya cek kembali di e-tiket ternyata tertulis keberangkatan pukul 08.30 WIB dan tiba di Jakarta pukul 15.25 WIB.

Dalam hati saya antara menertawakan ketidaktelitian dan kesal karena buru-buru. Inilah efek tidak melihat detail jadwal di tiket. Tapi setelah dipikir, lebih baik datang awal daripada terlambat bukan??  Toh juga hanya selisih 30 menit 😉

Argo Lawu Gerbong Baru

Sekitar pukul 08.00 WIB, kereta Argo Lawu sudah memasuki peron dan penumpang bisa mulai naik kereta sesuai nomor kereta dan kursi yang tertera di tiket. Ternyata kereta Argo Lawu yang saya naiki kali ini adalah gerbong Argo Lawu New Generation. Ada banyak perbedaan antara gerbong lama dan gerbong baru ini. 

Kereta Argo Lawu New Generation

Salah satunya adalah kursi eksekutif yang biasanya berwarna biru muda maka kursi gerbong baru ini berwarna biru dongker. Pintu gerbongnya juga sudah menggunakan pintu otomatis elektrik. Kita hanya perlu memencet tombol saat membuka dan setelahnya pintu otomtis akan menutup sendiri. Dan yang terpenting tidak ada lagi suara jedek-jedek saat pintu ditutup, yang mana itu lumayan menggangu menurut saya. 

Pada bagian bawah lorong juga terlihat garis lantai yang akan memandu kita ke pintu saat gerbong gelap. Sehingga terlihat seperti saat kita sedang naik pesawat. Untuk review lengkap kereta new generation ini bisa teman-teman baca di tulisan mas fajar fajarwalker.com

Menurut saya semua detail gerbong baru baik eksekutif maupun ekonomi hampir sama. Mungkin perbedaannya adalah di kursi penumpang. Jarak antar kursi di kereta eksekutif lebih luas sehingga kaki bisa diluruskan dan sandaran kepala juga bisa direbahkan. Serta ukuran kursi di kelas eksekutif lebih besar dan leluasa. 

Kuliner di Kereta

Seperti yang saya ceritakan di awal, saya membeli makanan saat sekalian membeli tiket. Awalnya ragu antara pesan sekalian atau di restoran nanti. Namun karena saya berangkat sendiri, saya memilih untuk makan di kursi penumpang saja. Jika biasanya saya memesan nasi papandayan maka kemarin saya mencoba nasi sei sapi dan juga teh hangat, total di harga Rp 68.400 sudah termasuk diskon.

Saya kira makanan akan diantar agak siangan, namun ternyata begitu kereta berangkat makanan  pesanan saya tak lama diantarkan. Berhubung sebelum berangkat tadi saya sudah sarapan maka nasi sei sapi ini saya makan saat agak siangan. Sedangkan untuk teh hangat langsung saya minum mumpung masih hangat. 

Teman Perjalanan Kereta

Saat saya coba buka kemasan nasinya, ternyata irisan daging sapi lumayan melimpah, sambal matahnya juga tidak pelit dan pedesnya nampol dan dilengkapi dengan daun ubi sebagai pelengkap. Saya menghabiskan semua daging, sayur dan nasi kecuali sambalnya tentu saja 😊

Kegiatan di Kereta

Alhamdulillah selama perjalanan kemarin, kursi sebelah saya kosong sehingga saya bisa lebih leluasa dalam beraktivitas. Sebagai persiapan untuk 7 jam selama di kereta maka saya membawa buku untuk menemani perjalanan kali ini. Namun sayang meskipun bukunya tipis namun ternyata saya tidak bisa menyelesaikannya. Apalagi buku yang saya bawa adalah buku pengembangan diri jadi rasanya perlu lebih banyak pemahanan dalam membacanya. 

Selama di kereta saya juga lebih banyak menggunakannya untuk menikmati pemandangan di luar dari persawahan, jembatan perumahan, goa dan lainnya. Selain itu saya juga bisa scroll medsos serta sedikit tidur siang. Secara keseluruhan saya menikmati perjalanan ini seorang diri tanpa harus merasa mati gaya 😀.

Akhirnya sekitar pukul 15.00 WIB, kereta mulai memasuki kawasan Jakarta. Dan pukul 15.25 WIB sampai di stasiun Gambir. Hari pertama ini kami di fx Sudirman yang mana tidak jauh dari Stasiun Gambir. Sesaat ada keinginan untuk naik KRL tapi setelah saya pikir akan lebih baik jika saya naik taxi saja daripada nanti saya tiba-tiba nyasar entah dimana 😁

Itulah cerita perjalanan saya dari Solo ke Jakarta menggunakan kerta Argo Lawu. Kemana saja di Jakarta?? Nantikan cerita selanjutnya yaa dan terima kasih sudah membaca 💗💗

Posting Komentar