Kejadian Tak Terlupakan di Bukit Punthuk Setumbu

Punthuk Setumbu
Punthuk Setumbu

Sedikit flasback ke beberapa tahun yang lalu, saya ingin cerita tentang salah satu pengalaman yang tidak akan terlupa. Bukan pengalaman yang bagus sie tapi lebih ke pengalaman yang bikin tengsin hehe..Saat itu kami sedang liburan dan menginap di Yogyakarta. Setelah mencari-cari destinasi wisata sekitar Yogja, kami akhirnya memutuskan untuk berwisata saja ke daerah Magelang. Kami ingin mengunjungi Punthuk Setumbu yang sempet viral karena digunakan sebagai salah satu lokasi syuting AADC 2. Kalau yang tahu tentang AADC berarti kita segenerasi temannnssss ๐Ÿ˜

Punthuk Setumbu adalah sebuah bukit yang berlokasi di desa Kurahan, Karangrejo, Kec Borobudur Magelang. Punthuk Setumbu adalah sebuah bukit setinggi kurang leboh 400mdpl yang terletak di gugusan Pegunungan Menoreh. Bukit Punthuk Setumbu ini berlokasi tepat di belakang Candi Borobudur. 

Selain Punthuk Setumbu saya juga ingin mengunjungi Candi Borobudur yang memang berdekatan dan juga karena sudah berpuluh tahun saya tidak pernah kesana. Meskipun bisa dibilang dekat dari Solo tapi jarang kami singgahi, biasanya memang begitu bukan?? Daerah yang dekat dengan tempat tinggal kita justru jarang kita datangi karena lebih memilih berwisata ke tempat yang jauh sekalian๐Ÿ˜€

Sebenarnya Punthuk Setumbu ini adalah lokasi yang direkomendasikan untuk melihat sunrise. Punthuk Setumbu dibuka setiap hari dari jam 04.00-17.30 WIB. Jadi untuk teman-teman yang tertarik untuk menikmati keindahan matahari terbit dari Punthuk Setumbu bisa datang di jam 04.00 pagi. Lokasinya yang berada di atas bukit sehingga kita bisa melihat matahari terbit dengan latar belakang Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang indah. Kita juga bisa melihat kemegahan Candi Borobudur dan juga Bukit Rhema atau yang lebih dikenal dengan nama Gereja Ayam. 

Punthuk Setumbu
Candi Borobudur berselimut kabut

Bukit Rhema atau Gereja Ayam ini juga merupakan salah satu lokasi film AADC 2. Bukit Rhema sendiri adalah sebuah gereja yang sebenarnya mempunyai bentuk burung merpati namun karena banyak orang yang salah menafsirkannya menjadi kepala ayam sehingga lebih dikenal dengan nama Gereja Ayam. Bukit Rhema hingga saat ini  dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata religi, tidak hanya untuk penganut Kristen saja namun semua penganut agama bisa datang berkunjung kesana.

Kembali ke Punthuk Setumbu, karena kami tidak mengejar matahari terbit jadi kami berangkat dari Yogya menuju ke Magelang saat menjelang siang.  Perjalanan bisa dibilang cukup lancar sampai ke Punthuk Setumbu. Di Punthuk Setumbu saat itu terlihat tidak banyak pengunjung, mungkin karena kami datang di siang hari. Kami membeli tiket masuk terlebih dahulu, saya lupa tepatnya berapa harganya tapi setelah saya searching tertulis untuk tiket masuk sebesar @20k. Masuk ke area Punthuk Setumbu kita langsung dihadapkan dengan hamparan anak tangga. 

Kami pun membawa bekal air mineral untuk berjaga-jaga kalau diatas tidak ada penjual makanan atau minuman. Awal-awal menaiki anak tangga terasa bisa dilewati dengan mudah, namun semakin tinggi terasa anak tangga yang semakin curam. Jadi disarankan untuk yang ingin ke Punthuk Setumbu siapkan fisik yang prima. Saya yang sebelumnya memang agak bermasalah dengan nyeri perut dengan yakin memutuskan untuk melanjutkan perjalanan karena sudah minum obat anti nyeri sehingga perut sudah bersahabat. 

Punthuk Setumbu
Puncak Punthuk Setumbu

Beberapa kali kami sempat berhenti untuk istirahat karena nafas yang makin satu satu. Dan ternyata diatas terdapat beberapa warung yang menjual makanan dan minuman, jadi buat teman-teman yang lupa membawa bekal tidak perlu kuatir kehausan. Setelah dirasa cukup beristirahat kami melanjutkan perjalanan dengan mendaki anak tangga yang semakin menanjak. 

Tak terasa akhirnya kami sampai di tangga terakhir Punthuk Setumbu. Dan tiba-tiba kejadian tak terlupakan pun terjadi. Menuju tangga terakhir tiba-tiba mata saya berasa berkunang-kunang dan gelap. Berusaha mencari pegangan saya pun digotong pak suami ke sebuah kursi kayu. Sambil sedikit demi sedikit memulihkan kesadaran saya pun berpindah ke sebuah gazebo yang lebih luas dan tidak panas sehingga saya bisa tiduran untuk istirahat. Dan tiba-tiba pula perut berasa mual dan langsung isi perut keluar. Sempat sedikit panik juga karena takut saya terlanjur tepar dan tidak bisa jalan turun. 

Punthuk Setumbu
Salah Satu Spot Instagrammable

Saat saya berasa enakan saya kemudian minum air putih sedikit demi sedikit sambil memulihkan tenaga sedikit demi sedikit. Tak berapa lama saya pun merasa segar kembali, saya kemudian duduk duduk dan mulai mengamati sekeliling. Untunglah saat itu Punthuk Setumbu sedang sepi, hanya terlihat petugas bersih-bersih sehingga saya tidak terlalu malu dengan kejadian yang tak disangka ini hehe.. Setelah saya pikir-pikir mungkin ini efek perut yang memang sedang tidak kondusif namun saya paksakan. Anehnya setelah itu saya merasa segar kembali berasa tidak terjadi apa-apa ๐Ÿ˜

Saya kemudian berjalan menjelajahi puncak Punthuk Setumbu. Area puncak Punthuk Setumbu ternyata cukup luas dan terdapat beberapa gazebo serta spot foto yang instagrammable. Bisa dibayangkan kalau pagi pasti ramai sekali dengan pengunjung yang ingin mendapatkan foto cantik berlatar belakang matahari terbit. Dan benar saja dari puncak Punthuk Setumbu ini kita bisa melihat Gereja Ayam serta terlihat Candi Borobudur namun tidak terlalu jelas karena tertutup kabut awan. 

Punthuk Setumbu
Gereja Ayam terlihat di kejauhan

Puas berkeliling dan berfoto kami memutuskan untuk kembali turun untuk selanjutnya menuju ke Candi Borobudur. Sepanjang perjalanan sedikit menertawakan kejadian yang memalukan tersebut. Tapi bersyukur pula karena saya mengalami gejala pingsan saat sudah sampai di puncak, apa jadinya jika tiba-riba ditengah anak tangga naik langsung pingsan?? Gak mungkin juga suami bakal menggendong sampai keatas atau turun kan hehehe...Pasti selalu saja ada yang patut disyukuri ditengah kejadian yang tidak menyenangkan๐Ÿ˜Š

Itulah cerita tak terlupakan saat mendaki Bukit Punthuk Setumbu. Jadi buat teman-teman yang ingin naik pastikan kondisi fisik sehat yaa agar tidak mengalami kejadian seperti saya hehe. Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya ๐Ÿ’“๐Ÿ’“

59 komentar

  1. Nyeri yang dimaksudkan ini apakah sakit lambung kayak maag/gerd gitu? atau nyerinya karena lagi mau menstruasi? soalnya sampe muntah gitu ngeri juga kalau sampe dehidrasi ya. Walau untungnya di atas sana terdapat warung. Cuma emang kalo lagi gak fit tuh jalan-jalan teraksa menyiksa. Aku beberapa kali pas traveling eh kena diare. Waduh, tepaaar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nyeri karena datang bulan mass,,,hari pertama kan biasanya mesti leha2 mager yaaa la in dipaksain naik ratusan anak tangga..kebanyakan gaya sie ini memang wkwkwkwk

      Hapus
  2. Jadi kalau mau traveling pastiin kondisi tubuh bener2 fit dan durasi olahraga ditambah, gitu ya Kak? Ngeri kalau pingsan apalagi pas solo traveling dan gak ada yang nolongin. semoga gak keulang yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa bunnn..untungnya ini pas sudah dipuncak ya jadi aman terkendali gak bisa bayangin kalo masih ditengah2 duhhhh

      Hapus
  3. Ulalaaa, adaaa aja ya kisah tak terduga selama traveling

    pastinya kudu make sure kita sehaattt jiwa raga yah.

    kapan kapan aku mauuu k sini jugaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahah,,,memang selalu ada kisah di balik ke hepian travelling ya kak ;)

      Hapus
  4. mashaallah cantik banget yang view ke candi borobudur, jadi kangen mau kesana lagi..
    btw ini jadi salah satu tempat yang masuk wishlist aku gara" film AADC 2 wkwk
    untuk aksesnya susah ga kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. akses nya gampang kok kak bisa naik motor mobil jalanan juga mulusss..cusss lagsg agendakan kak :)

      Hapus
  5. Meskipun dapet kejadian yg bikin malu tapi terbayar sama pemandangan di puncak ya kak. Bagus banget dan kelihatannya seger gitu udaranya, masih bnyak kabut hehe. Semoga sehat selalu kak, biar traveling selanjutnya makin lancar hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. he em bener banget kak..kejadian memalukan nya langsung hilang langsung seger lagi begitu liat pemandangan indahnya :)

      Hapus

  6. Pemandangannya indah sekali๐Ÿฅน paling enak emang refreshing ke tenpat wisata yang dekat dengan alam kyk gki.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget kaka...apalagi di pegunungan udarany alangsung fresh ;)

      Hapus
  7. Ngeri juga ya bisa sampe muntah gitu. Emang kalo ke puthuk setumbu kudu siapin fisik yang okeh ya.. Kalo aku dulu cuma ke gereja ayam aja sih jadi nggak terlalu banyak jalannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi..ini emang dasarnya aja mbaa sok oke ternyata tepar hehe...aku malah gak ke gereja ayam mbaa..disana langsung parkir aja kan ya kendaraan di depan gereja jd gak perlu jalan kaki ya?

      Hapus
  8. Ini nyeri perutnya krn PMS ya, kak? Kalau iya, aku justru kebalikannya. Kalau nyeri PMS, buat jalan-jalan kaki gitu malah seger, tapi kalau diem aja malah sakit :D Btw, harga makanan di Punthuk Setumbu termasuk mahal/murah, kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk iyaaa kak gegayaan ini sok kuat ternyata tepar juga haha...wahh aku gak beli makanan mbaa disana kebetulan waktu itu dh bawa air putih sie

      Hapus
  9. Baru tahu nama Punthuk Setumbu, nih. Seru kayaknya ya. Tapi emang kudu nyiapin fisik dan jangan lupa makan sebelum jalan. Hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener kakkk siapin stamina fisik oke jangan dipaksakan hehe

      Hapus
  10. Pernah ke Borobudur tiga kali tapi belum pernah nanjak ke sini mba. Kepingin juga naik VW Safari itu keliling desa ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nahhh iya mbaa aku waktu itu juga sempet beberapa kali papasan sama VW safari,,,seru keliatannya :)

      Hapus
  11. kadang aku kalau pas traveling malah jarang sarapan,mungkin kalau berangkatnya masih agak siang kayak mbak ery gini masih bisa disempetin sarapan
    apalagi kalau destinasinya naik naik bukit lewati lembah, ampun ampun rasanya, jadi harus isi energi

    dulu aku penasaran sama punthuk setumbu, tapi karena lumayan jauh dari jogya dan nggak mungkin sendirian juga, sering aku skip kalau jalan ke jogya, mungkin kalau ada temen ramean gitu bolehlah aku agendakan lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa sie mba kalo dari jogja memang lumayan jauh kalo sendirian juga agak males sie mba hehe kecuali emang rame2 seru tuhhh kesana :)

      Hapus
  12. Sepakat banget kalau nanjak itu emang mesti menyiapkan fisik yang prima. Kalau lagi enggak enak badan sebaiknya enggak di paksakan, namun dalam beberapa situasi kita pasti tetap ingin melanjutkan perjalanan ya apalagi destinasi yang di tuju sangat cakep. Ternyata puncak Punthuk Setumbu ini sangat indah yaa, semoga next bisa kesnaa lagi ya mba dan dalam keadaan sehat supaya maksimal explore nya ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜‡

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi iyaaa mbaa lala makasihhhhh...next time gak lagi sok gaya2an kalo gak bener pas fit :)

      Hapus
  13. Wah, benar benar tak terduga ya mbak
    Tapi semoga nggak mengurangi keseruan menjelajahi putuk Setumbu ini
    Baca ini aku jadi inget film AADC 2

    BalasHapus
    Balasan
    1. langsung sumringah kok mas pas setelah insiden hihihihi...

      Hapus
  14. Walah ada hal tak terduganya juga ya, tapi allhamdulilahnya terbayarkan dengan view yang sangat indah. Jadi mau kesini juga, cuma kapan ya ada waktu luang utk berlibur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga dimudahkan diberikan waktu luang nanti mbaa biar bisa jalan2 keliling jogja sama kesini :)

      Hapus
  15. Oalaaah ini Krn efek datang bulan pertama ya mba? Tadinya aku pikir apa Krn perbedaan ketinggian, Krn itu juga bisa bikin mual. Tapi biasanya di daerah yg ketinggiannya ekstreme..kalo Puthuk setumbu ini aku rasa ga tinggi2 amat kan yaa.

    Syukurnya memang pas udh di puncak ya mba ๐Ÿ˜„.

    Aku waktu ke Jogja Ama temen, sbnrnya udh masukin tempat ini, mau motoran kesana. Tapi apa daya kaminya tepar kecapean Krn lokasi wisata Jogja lain jauh2 semua hahahaha. Akhirnya batal ke Puthuk.

    Semoga ntr bisa Ama suami deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa mbaa sebenernya juga gak tinggi2 amat sie dibanding pegununungan lainnya cuma gegara dipaksain pas lagi kondisi gak fit ya gitu deh hehehe...
      bener banget wisata jogjaemang mencar2 nieee jadi mending dijadwalin bbrp spot yang searah gitu biar gak habis dijalan

      Hapus
  16. Saya juga sering kak misal enggak enak perut dan berasa mual, pas selesai muntah malah keliatan sehat bugar, hehe. Pemandangan di Puthuk bagus banget ya, suasananya kelihatan sejuk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. heem ya kak biasanya emang gt yaa klo dh keluar langsung berasa plong jd seger lagi :)

      Hapus
  17. Memang rada lumayan tangga di Punthuk Setumbu ini. Agak curam di beberapa tempat. Kayaknya rata2 yang naik kesana pada ngos-ngosan deh. Tapi terbayar dengan view cantik di atas sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget mas meskipun sebenernya gak tinggi cuma anak tangga nya curam gt jadi mayan effort

      Hapus
  18. Aga serem yaa.. pas kejadian.
    Alhamdulillahnya ada belahan jiwa yang mendampingi. Ahaaii~
    Jadi kaya adegan adegan di drama gitu yaa..

    Biasanya kalo uda dikeluarin semua tuh memang bikin nyaman yaa..
    Jadi tipsnya kalo travelling ke Bukit Punthuk Setumbu mungkin ada baiknya bawa obat-obatan seperti minyak angin gitu gak?
    Hehhe.. soalnya aku belum pernah ke Bukit Punthuk Setumbu.

    Ratusan tangga yang pernah kudaki cuma Bromo.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwk iyaaa bener banget mbaaa untung si akang siggap menangkapku yang terkapar halahh hehehe...
      ini sebenernya gak tinggi banget mba klo dibandingin bromo masih tinggian bromo sie tp krn badan yg lg gak fit aja makanya langsung insiden hihihi

      Hapus
  19. Aduh kak, aku jadi bayangin saat kakak ngalamin itu. Iya deh, untungnya pas udah di atas ya. Coba kalo Masih di tengah, repot deh. Btw, huhu aku jadi kepengen main juga ke sana. Ke Candi Borobudur juga. Udah lama gak ke sana. ๐Ÿ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah banget kejadiannya pas dh sampe puncak...
      kesini bisa ke banyak spot kak nanti banyak pilihan plus suasana yg adem :)

      Hapus
  20. tahun 217 apa 2018 ya saya ke tempat ini, sudah lama banget ga ke sana lagi jadi kangen Jogja, Gereja Ayamnya masihs ama kah bangunannya mba atau sudha direnov ya sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku baca sie sudah ada beberapa perbaikan mba..sudah ada coffeshop nya juga sie skrg...karena aku waktu itu juga gak mampir ke gereja ayamnya :)

      Hapus
  21. hal yg aku wanti-wanti untuk liburan juga harus memastikan tidak di tanggal haid, karena aku seperti kakak, kalo haid perut bisa kram, nyeri, berasa mau mual.

    Aku gak mau momen travelingku malah terganggu gegara itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. huhuhuhuhu senasib kita ya mbaa...aku juga gak2 lagi naik2 gitu klo pas hari h biar gak ada drama lagi ;(

      Hapus
  22. Duh emang kalo lagi haid tu ada aja keluhannya ya.. hebat tapi berhasil jalan2 kalo aku udah tepat kali hihi.. Ini brarti ga rekomen ya kalo ajak anak-anak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku liat ada yg bawa anak2 juga sie mbaa tapi ya resikonya klo dia mogok tengah jalan kita harus gendong hihi

      Hapus
  23. wah indah banget ya kak mendaki Bukit Punthuk Setumbu ini, sayangnya saya sepertinya lambai bendera putih deh yang mendaki-daki gini hehehe

    BalasHapus
  24. Untungnya sudah samapi puncak ya kak, ketika mengalami pusingnya. Gak kebayang kalo ditengah tengah pas tanjakan, Tapi terbayar dengan pemandangan sebagus dan seadem itu. Bikin mau berlama-lama disini menikmati pemandangan yang masih asri

    BalasHapus
  25. Seru banget kayaknya ya kak, pemandangannya juga bagus banget. Ih jadi pengen berkunjung ke sana juga deh. Bisa kali ya ngeplan kesana bareng temen-temen. Ih gak kebayang, pasti seru banget

    BalasHapus
  26. Aku belum pernah mendaki nih, kayaknya butuh tenaga ekstra ya kalau mau kesana, huhuhu. Tapi terbayar sih sama indahnya pemandangan yang ada. Bisa sih ini diplan buat rencana liburan. Sembari nunggu sambil workout juga biar badan fit๐Ÿ˜†

    BalasHapus
  27. Wah, saking lelahnya kali ya. Mungkin sekarang aku gak sanggup deh. Kalau nanjak nafasku jd pendek , tapi kalau jalan rata seberapa jauhpun msh mampu

    BalasHapus
  28. Justru stelah muntah badan kita jg enakeun kak, lebih enteng, aku jg gt soalnya but stsysafe dmnpun brada y kak biar tetep bs foto cantik

    BalasHapus
  29. Duh kalo LG haid tuch emg kalo bisa jangan aktivitas yg melebihi aktivitas biasanya, tapii yaa gimana suka Dateng tiba2, padahal lagi asik liburan ya. Akupun begitu soal NY kalo LG haid, bener2 slow respons u/ smua aktivitas, wkwkwk

    BalasHapus
  30. samaan, aku pernah kesana pas matahari terbit, beneran indah banget viewnya

    BalasHapus
  31. Indah banget ya view nya, tapi perasaan pasti serba salah ya kalau lagi gak fit kondisi badan nya.

    BalasHapus
  32. Wah aku ikut dag dig dug nih kak, akhirnya ya sampai ke puncak Punthuk Setumbu, harus badan fit ya kalau traveling kesini.

    BalasHapus
  33. Gara-gara Mas Rangga, aku pengen ke sini. Tapi sayang belum kesampean. Kalau nanti kesana, harus nunggu Gendis gede, atau Gendisnya nggak usah ikut. Hahaha

    BalasHapus
  34. What a view, wah andaikan masi single au pengen banget ini ke sini huhu.... beras balik melihat kota jayapura tempat ku dibesarkan

    BalasHapus
  35. Keren banget tempatnya. Aku malah baru tau kalo di Jogja ada tempat se bagus itu. Mesti banget ke sana nih biar bisa menikmati keindahan alam di sana

    BalasHapus
  36. Tempatnya bagus banget mbak dan suasana nya masih asri ya. Kalau ada kesempatan pengen main ke Punthuk Setumbu ini.

    BalasHapus
  37. Omong2 tentang gereja ayam, aku tuh pengen ke sana 2 tahun sebelum AADC2, tapi karena blm hits, susah dicapai dan ngga ada yang mau nemenin, hahahaha...
    Giliran sudah hits, akunya yang malah blm dikasih waktu buat nyamper...

    BalasHapus
Salam Kenal
erykaditya
Travelling, Kuliner & Lifestyle
Arsip Blog
Komunitas
Emak Blogger Blogger Perempuan
Ibu Ibu Doyan Nulis Female Blogger Banjarmasin
Popular Posts