Melanjutkan cerita kuliner saat kami di Kediri kemarin, setelah sebelumnya kami mencoba Nasi Pecel Pudakit Kediri maka saya ingin cerita kuliner saat perjalanan pulang kami. Dalam perjalanan pulang dari Kediri ke Solo kami melewati kota Nganjuk. Kebetulan kami lewat Nganjuk saat jam makan siang sehingga memutuskan untuk singgah makan siang terlebih dahulu di Nganjuk. Setelah searching di google akhirnya kami mendapat rekomendasi untuk mencoba salah satu kuliner khas Nganjuk yaitu Nasi Becek. Hhhmmm kok namanya aneh yaa Nasi Becek?? Nasi apakah itu?? Penasaran juga donk ya jadi nya hehe...
Rekomendasi Nasi Becek yang terkenal di Nganjuk adalah Nasi Becek yang terletak di Jl Dr Soetomo/Jl Mayjend DI Panjaitan, Nganjuk. Di lokasi tersebut ada dua warung makan Nasi Becek yaitu Nasi Becek Pojok dan Nasi Becek sejak tahun 1950. Pertamanya kami ingin mencoba Nasi Becek Pojok namun ternyata sudah sold out sehingga kami menuju ke Nasi Becek 1950 yang tepat berada di sampingnya. Dari depan sebenarnya terlihat Nasi Becek 1950 mempunyai warung makan yang lebih luas. Warung makan Nasi Becek ini buka setiap hari dari pukul 08.00 - 21.00 WIB
Warung makan Nasi Becek yang berdiri sejak 1950 ini mempunyai konsep yang unik. Warung ini mempunyai area peracikan Nasi Becek yang berada di bagian depan, menyatu dengan area tamu. Area peracikan Nasi Becek dilakukan pada sebuah alat pikulan yang pada masa awal berdirinya digunakan untuk berjualan keliling. Karena dari tagline-nya yang sudah berdiri sejak tahun 1950 seharusnya bisa dipastikan rasanya enak donk yaa karena masih eksis hingga saat ini hehe...
Saat kami tiba terlihat warung makan tidak terlalu ramai, hanya ada dua orang pengunjung lainnya. Kami memesan dua buah nasi becek dan lima tusuk sate kambing. Nasi becek ini sekilas mempunyai tampilan seperti nasi kare karena menggunakan kuah santan yang berwarna kuning. Satu porsi nasi becek disajikan pada sebuah mangkok yang dilengkapi dengan sayuran kol, touge dan seledri serta sambal. Disiram kuah kare dengan beberapa potong daging kambing di dalamnya. Meskipun menggunakan daging kambing namun sama sekali tidak berbau.
Pertama mencicipi kuahnya, saya langsung suka karena rasanya yang gurih dan pas di lidah. Meskipun sudah dicampur dengan sambal namun tidak terlalu pedas. Kuah yang gurih panas sedikit pedas dipadu dengan irisan daging kambing yang lembut membuat nasi becek terasa sangat nikmat dan segar. Rasanya memang mirip dengan kare namun ada sedikit rasa yang berbeda tapi sama-sama enaknya😁
Sate kambing disajikan pada sebuah piring dilengkapi dengan sambal kacang yang lembut dan taburan irisan bawang merah diatasnya. Sate kambingnya juga empuk, tidak alot dan yang pasti juga tidak berbau ditambah irisan bawang membuatnya semakin segar. Nasi Becek yang hangat nikmat dan sate kambing yang empuk menjadi sebuah perpaduan yang menggugah selera😉
Nasi Becek dan sate kambing yang kami pesan pun habis tidak bersisa. Selesai makan, saya menuju kasir untuk melakukan pembayaran. Untuk harga nasi becek @25rb dan sate kambing isi lima kalau tidak salah juga 25rb😊. Secara keseluruhan saya menyukai olahan nasi Becek dan sate kambing khas Nganjuk ini. Jadi buat teman-teman yang sedang melewati atau berkunjung ke daerah Nganjuk bisa mencoba Nasi Becek khas Nganjuk ini.
Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💗💗




