![]() |
| Puncak Geurutee |
Pesona Aceh memang tidak bisa jauh dari keindahan pantainya. Provinsi Aceh yang mempunyai lokasi di ujung barat Indonesia dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia membuat Aceh mempunyai daya tarik akan pesona lautnya yang tak terlupakan. Tapi setiap menyebut kota Aceh entah kenapa saya langsung teringat peristiwa Tsunami Aceh yang hampir 20th lalu. Namun Aceh yang sekarang sudah bangkit dan berbenah diri dan semakin banyak menawarkan pesona wisata yang dimiliki. Semoga kejadian bencana tersebut cukup sekali dan tidak terulang lagi.
Saat kami berada di Aceh, saya diajak suami untuk menyusuri Pantai Barat Aceh yaitu menuju ke arah Meulaboh. Meulaboh adalah sebuah kota di pesisir pantai barat Aceh yang juga merupakan ibukota Kabupaten Aceh Barat. Seperti yang kita tahu Meulaboh adalah salah satu kota yang paling parah terdampak bencana pada saat itu karena lokasinya yang memang sangat dekat dengan bibir pantai.
Menyusuri jalanan dari Banda Aceh ke Meulaboh kami ditemani hamparan sawah kanan kiri. Semakin mendekati ke arah Gunung Geurutee (Geurute) maka kami banyak disajikan perbukitan dan pepohonan hijau yang mempesona. Dalam perjalanan menyusuri Jl Banda Aceh-Meulaboh, kami sempat singgah di sebuah masjid. Masjid tersebut kalau tidak salah adalah salah satu masjid yang masih berdiri tegak saat bencana tsunami menerpa.
Saya lupa masjid apa namanya, namun saya ingat di area pekarangan masjid tersebut terdapat sebuah bangunan yang digunakan sebagai ruang perpusatakaan sekaligus dijadikan semacam tempat untuk menyimpan berbagai benda-benda dan juga foto-foto bencana tsunami. Sayang saya tidak mengabadikannya karena saya sendiri saat melihat foto-foto para korban maupun dampak tsunami berasa trenyuh dan tidak tega. Tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi dan perasaan para korban yang terdampak.
Selesai sholat di masjid tersebut, kami kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi tujuan kami yaitu Gunung Geurutee. Gunung Geurutee berlokasi di Kabupaten Aceh Jaya, berjarak sekitar 70km dari Banda Aceh atau bisa kita tempuh dalam waktu 1,5 jam berkendara. Puncuk Gunung Geurutee adalah sebuah gunung yang menawarkan keindahan hamparan biru Samudera Hindia. Di sepanjang jalan mendekati Gunung Geurutee kami disuguhi pemandangan perbukitan pada sisi kiri dan tebing jurang laut lepas di sisi kanan.
![]() |
| Tugu Puncak Geurutee |
Di sekitar Puncak Geurutee terdapat banyak warkop yang biasa dijadikan sebagai tempat transit bagi para pelancong sekaligus lokasi untuk mengabadikan keindahan alamnya. Setiba di area Gunung Geurutee, kami memilih salah satu warkop yang berada di pas seberang area masuk menuju puncak Geurutee. Saat itu warkop sedang tidak begitu ramai, kami memesan es kelapa muda, mie instan dan juga buah rambutan yang berderet dijual di bagian depan.
![]() |
| Menikmati Mie Instan & Es Kelapa Muda |
Tampaknya kami tidak salah memilih lokasi warkop ini karena ternyata dibaliknya mempunyai pemandangan laut yang sangat indah. Kagum rasanya melihat laut biru lepas yang begitu indah dengan beberapa buah pulau kecil diantaranya. Makan mie instan sepertinya hal biasa tapi di Geurutee menjadi luar biasa karena kita bisa menikmati mie instan ditemani pemandangan yang sangat elok.
Rasanya kami betah berlama-lama di warkop sambil bersantai dan menikmati pemandangan. Disini kadang juga terlihat beberapa monyet yang bebas berkeliaran keluar dari gunung. Katanya kadang juga ada siamang yang turun namun sayang kami tidak mendapati siamang pada saat itu, mungkin dia sedang tidur siang 😁
![]() |
| Hamparan Samudera Hindia |
![]() |
| Keindahan Pulau Kecil |
Warkop di sekitar Puncak Gunung Geurutee ini biasanya juga dijadikan rest area bagi para pengendara yang melewati jalan tersebut. Jalan Banda Aceh-Meulaboh lumayan ramai karena memang jalan nasional sehingga banyak kendaraan yang berlalu lalang. Jalanannya yang banyak berliku dan tikungan tajam sehingga membutuhkan ekstra kewaspadaan.
Puas menikmati pemandangan di Puncak Geurutee kami kemudian memutar balik untuk berjalan pulang. Di tengah perjalanan saya melihat sebuah lokasi wisata pantai yang tampak dihias warna warni, kami pun memutuskan untuk mampir sejenak.
![]() |
| Pantai Lhokseudu |
![]() |
| Gazebo Warna Warni |
Kami berhenti singgah di Pantai Lhokseudu. Di lokasi ini terdapat jembatan diatas pantai menuju sebuah spot foto di bagian ujungnya. Sedangkan di kanan kiri jembatan tersebut terndapat gazebo-gazebo yang bisa digunakan bersantai sambil memesan makanan dari warung yang terdapat di depan dekat pintu masuk. Pemandangan Pantai Lhokseudu menurut saya tidak seindah saat di Puncak Geurutee tapi menarik wisatawan karena banyak hiasan sehingga cocok untuk spot foto. Kami disana tidak lama hanya mengambil beberapa foto sebentar dan kembali melanjutkan perjalanan pulang menuju Banda Aceh.
Itulah pengalaman perjalanan kami menuju Puncak Geurutee. Sebuah pengalaman menikmati Samudera Hindia yang pantas untuk dikenang. Yaaa Indonesia mempunyai banyak tempat wisata indah yang sayang dilewatkan, tinggal bagaimana kita memaksimalkan potensi yang ada agar bisa menarik lebih banyak wisatawan😊
Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💓💓






