Alhamdulilah, bersyukur kepada Allah akhirnya kami dipanggil kembali untuk menjalankan ibadah umroh. Seperti umroh yang pertama, umroh kali ini juga sama sekali tidak terlintas dalam benak. Setelah hampir setahun berfokus pada satu hal yang cukup menguras keuangan, sehingga tidak terbersit rencana untuk berpergian.
Kaget, ketiga tiba-tiba suami membagikan beberapa promo paket umroh. Dalam hati saya berpikir, "memang masih ada uang sisa??😅"... Akhirnya dihitung-hitung, ternyata masih ada cukup dana jika kami berangkat umroh. Setelah melihat beberapa opsi pilihan umroh, kami mengambil opsi Umroh + Al Ula pada tanggal 16-25 Januari 2025.
Kali ini kami menggunakan biro umroh yang sama seperti umroh terdahulu, yaitu umroh masa kini by DTI. Alasan kenapa kami kembali memilih DTI karena kami merasa puas dengan pelayanan selama umroh yang pertama. Dan juga karena kami adalah konsumen lama kami juga mendapat tambahan diskon😀. Lumayan bisa buat tambah uang saku dan beli oleh-oleh kan hehe...
Jika perjalanan umroh yang pertama dulu langsung saya tulis menjadi satu artikel, maka kali ini akan saya bedah satu-satu. Jadi ceritanya bisa lebih detail karena kadang masih ada beberapa hal yang ternyata masih kurang jelas dan sering ditanyakan teman-teman.
Suntik vaksin meningitis
![]() |
| sumber : pexels.com |
Umroh kali ini, ada beberapa hal yang harus kami persiapkan terlebih dahulu. Pada saat umroh pertama, kebetulan pada saat itu ada keputusan pemerintah bahwa jamaah umroh tidak diwajibkan untuk vaksin meningitis sehingga pada saat itu kami tidak melakukan vaksin.
Namun berbeda dengan yang sekarang. Saat ini semua jamaah umroh diwajibkan untuk mempunyai kartu kuning alias melakukan vaksin meningitis. Kami kemudian mencari info lokasi vaksin di area Banjarmasin.
Kami mendapatkan info bisa melakukan vaksin meningitis di klinik Asy-Syafii Banjarmasin. Namun sayang pada saat kami kesana ternyata vaksin sedang habis, karena memang sedang banyaknya permintaan, sehingga kami harus menunggu beberapa hari.
Sebenarnya vaksin meningitis juga bisa dilakukan di Balai Karantina Kesehatan (BKK) Pelabuhan dan Bandara. Beberapa rumah sakit swasta / pemerintah juga menyediakan vaksin meningitis ini. Saat itu kami juga sempat harap-harap cemas karena kekosongan vaksin di beberapa lokasi sedangkan jadwal pengumpulan dokumen umroh semakin dekat.
Dari pihak travel DTI kami diharapkan bisa mengirimkan berkas paspor dan kartu kuning maksimal pada tanggal 9 Des 2024. Dan kebetulan karena tgl 1 Des 2024 saya pulang ke Solo, jadi saya memutuskan untuk melakukan vaksin di Solo saja.
Saya kemudian melakukan vaksin di RS PKU Muhamadiyah Solo sedangkan suami yang masih di Banjarmasin melakukan vaksin di BKK Bandara Syamsudin Noor. Untuk vaksin meningitis ini tarifnya adalah Rp 305.000,-. Namun khusus wanita ada tambahan test urin untuk cek kehamilan sebesar 25rb.
Kartu Kuning tanda kita telah divaksin bisa langsung kita peroleh sesaat setelah vaksin. Dan menurut dokter di rumah sakit juga menjelaskan bahwa permintaan vaksin saat ini sedang tinggi. Jadi jamaah umroh dari Indonesia saat ini sedang banyak.
Hormon yang tidak stabil
![]() |
| sumber : pexels.com |
Setelah kami berdua mendapatkan kartu kuning, saya akhirnya bisa bernafas lebih lega. Dan ada satu PR lagi buat saya karena permasalahan datang bulan saya yang sedang tidak konsisten alias tidak teratur.
Beberapa bulan sebelum keberangkatan umroh, saya mengalami datang bulan yang kadang berkepanjangan kadang sebulan 2x bahkan kadang sebulan tidak datang bulan. Hal tersebut tentu juga membuat saya was-was. Bagaimana jika saat umroh nanti tiba-tiba datang bulan atau bagaimana kalau ternyata ada masalah juga kesehatan saya.
Beberapa kali ingin periksa ke dokter sering maju mundur. Karena memang saya mempunyai riwayat kesehatan tentang masalah yang satu ini, sehingga perasaan was-was sering kali muncul saat hendak cek ke dokter.
Akhirnya sebulan sebelum keberangkatan umroh, setelah membulatkan tekad dan mengumpulkan keberanian, saya memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan. Dan setelah di periksa ternyata tidak ada permasalahan pada organ dalam, jadi kekhawatiran saya tidak terbukti.
Beliau berkata bahwa datang bulan yang tidak teratur ini hanya di pengaruhi oleh faktor hormonal. Mungkin hormon saya beberapa bulan terkahir ini sedang tidak stabil yang menyebabkan siklus haid saya juga menjadi berantakan.
Beliau memberikan beberapa obat untuk menstabilkan hormon dan juga obat "emergency" yang bisa saya gunakan jika saat umroh tiba-tiba muncul flek datang bulan. Obat-obat tersebut adalah :
- Primolut N : berfungsi sebagai obat hormon untuk mengatur datang bulan
- Plasminex : diminum saat tiba-tiba muncul flek ketika umroh
- Mefinal : sebagai anti nyeri saat datang bulan
Persiapan perlengkapan
![]() |
| 3 buah koper yang kami bawa |
Untuk aneka perlangkapan yang kami bawa kurang lebih sama dengan yang kami bawa saat umroh pertama. Kedua umroh ini kami lakukan pada bulan Januari saat di Arab Saudi sedang musim dingin sehingga terasa lebih nyaman.
Khusus perlengkaan pribadi yang saya bawa adalah :
- Tas & tumbler
- Jaket & celana longjohn (karena suhu di Madinah lebih rendah ditambah angin)
- 2 pcs gamis putih, 4 pcs gamis hitam, 2 pcs gamis coklat (termasuk yang saya pakai)
- 3 pcs baju tidur
- 7 pcs hijab
- Kaos kaki & handsock secukupnya
- Inner hijab & inner gamis secukupunya
- Pakaian dalam secukupnya
- Skincare yang penting saja seperti pelembab, sunscreen dan lipbalm
- Obat-obatan pribadi dan obat basic (ex : paracetamol, diapet, tolak angin)
Untuk suami, yang utama kami membawa 2 pasang kain ihram karena kami berencana untuk melakukan 2 kali umroh nantinya. Sehingga saat umroh diusahakan ihram yang dipakai benar-benar bersih. Apalagi khusus pria yang ingin masuk ke area Kabah juga diharuskan menggunakan kain ihram.
Tidak lupa kami juga membawa plastik & alat vaccum yang bisa kami gunakan untuk packing baju saat pulang nanti. Dengan menggunakan vaccum, sisa space koper jadi lebih banyak sehingga bisa digunakan untuk tempat oleh-oleh nantinya😉. Di Madinah maupun Makkah juga terdapat jasa laundry kilat sehingga kalaupun kita sampai kehabisan baju kita tinggal masukin saja ke laundry.
Itulah beberapa hal yang saya siapkan sebelum keberangkatan umroh kami. Untuk perjalanan selanjutnya selama di Al Ula, Madinah dan Makkah akan saya tulis terpisah yaa😉
Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat dan sampai bertemu di tulisan selanjutnya 💓💓



