Solo dan Jogja adalah dua kota di Jawa yang selalu identik dengan kuliner manis. Namun bukan berarti kita tidak bisa menemukan kuliner pedas di kedua kota tersebut. Di Solo, beberaoa bulan terakhir ini saya mendapatkan rekomendasi dari teman untuk mencicipi kuliner pedas yang sedang hits di Solo. Kuliner ini adalah Warung Cari Makan
Lokasi
Kembali ke Warung Cari Makan, karena banyaknya peminat maka dibuka warung kedua yang lokasinya hanya selisih dua bangunan dari warung yang pertama. Keduanya mirip sebuah rumah yang disulap menjadi warung makan. Menggunakan area teras dan ruang tengah sebagai area makan. Dan ruangan di dalam sebagai dapurnya.
Menurut pengamatan saya kedua warung tersebut mempunyai tempat yang sama-sama luas sehingga kita tinggal memilih ingin ke warung pertama atau kedua. Dan keduanya buka setiap hari dari pukul 08.00 - 22.00 WIB
Menu
Untuk menu sego sambel maka sambel disediakan menjadi satu pada piring. Namun bagi yang tidak suka pedas atau untuk anak-anak bisa meminta sambal dipisah ataupun tanpa sambal. Masing-masing menu sego sambal berkisar di harga 20-30an ribu.
Sebagai pelengkap disediakan pilihan sayuran kauh yaitu sayur asem dan sop iga. Juga disediakan menu pendamping berupa kol goreng, terong goreng, telur dadar dan juga selada air goreng. Untuk minumannya tersedia es teh, es jeruk, es timun serut dan juga air mineral.
Pengalaman Makan Siang di Cari Makan
Beberapa kali saya ingin mencoba kulineran di Cari Makan dan akhirnya hari Selasa kemarin, saya bersama seorang teman bisa kulineran disana. Kami tiba di Cari Makan sekitar pukul 11,00 WIB, belum benar-benar waktu makan siang sehingga kondisi warung tidak begitu ramai, Beberapa orang juga menyarankan jika ingin kesana jangan pada saat jam makan siang ataupun jam makan malam karena biasanya pengunjung mengular.
Kami mencoba di Warung Cari Makan yang pertama. Disana saya memesan sego sambel cumi asin cabe ijo, sayur asem dan es teh kampul. Sedangkan teman saya memesan sego sambel tongkol suwir dan juga sayur asem. Tak perlu menunggu lama, maka pesanan kami pun sudah datang.
Pesanan kami disajikan lengkap diatas piring. Disajikan nasi, kering tempe, cumi sambal ij, lalapan seperti timun, selada dan juga daun kemangi. Untuk sayur asemnya di sajikan dalam sebuah mangkok dan disediakan sambal tomat sebagai tambahan. Mas pelayan menyampaikan bahwa sambal tomat ini disajikan secara graris dan kita bisa memintanya lagi jika ternyata kurang.
Untuk sayur asemnya sangat segar dan jika ditambah sedikit sambal tomat maka akan terasa pedas segar mirip dengan sayur asem jakarta. Kering tempenya mempunyai rasa manis gurih, dan tempenya digoreng garing sehingga tidak lembek.
Sego sambel cumi asin cabe ijo menurut saya lumayan pedas namun masih dalam batas normal. Untuk tongkol suwir saya juga ikut mencicipinya sedikit dan ternyata pedasnya bener-bener nampol. Jauh lebih pedas daripada si cumi cabe ijo.
Tongkol suwir ini jenis lauk yang bisa menghabiskan banyak nasi. Rasanya yang pedas gurih membuat kita ingin menambah nasi lagi dan lagi. Teman saya merasakan pedas yang sampai di ubun-ubun kepala namun tetap menghabiskan semuanya karena enak.
Saat kami mulai menghabiskan pesanan kami, maka pengunjung di Cari Makan bertambah ramai karena sudah masuk jam makan siang. Kami berdua merasa puas dengan makanan yang kami pesan di Cari Makan. Penyajian yang rapi dan tempat yang bersih juga menjadi nilai tambahnya.
Lain waktu rasanya saya ingin kembali ke warung Cari Makan. Saya ingin mencoba beberapa menu lainnya yang ada disana. Meskipun warung Cari Makan mempunyai tagline sebagai kuliner pedas, namun kita juga tetap bisa request menu tanpa sambal. Warung Cari Makan bisa menjadi salah satu alternatif kuliner di pusat kota Solo.
Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💗💗


