adjQDGiw9zV3ZrtlDmdv0xUy2YCAW5gNJ7prCidQ

Keseruan Booktour "Kembali ke Rumah" di Gramedia Solo

Booktour "Kembali ke Rumah" karya JS Khairen berlangsung seru karena banyak pengunjung yang sangat berantusias berbagi pengalaman tentang novel Rumah
Booktour Rumah

Malam itu saat sedang asik scroll instagram, perhatian saya langsung tertuju pada salah satu utasan dari Gramedia Solo tentang acara yang akan diadakan esok hari. Sebuah acara booktour novel "Rumah" karya JS Khairen. Sebagai salah seorang yang sudah membaca novel "Rumah" dan sekaligus penggemar karya JS Khairen tentu saya tidak ingin melewatkan moment tersebut. 

Acara booktour "Rumah" ini diadakan pada hari Kamis 26 Maret 2026 jam 14.00 - 16.00 WIB di Gramedia Slamet Riyadi Solo. Saya kemudian mengajak salah seorang teman yang juga sudah membaca karyanya untuk datang ke acara tersebut. Acara bedah buku ini merupakan acara kedua yang pernah saya ikuti. Sebelumnya saya pernah mengikuti acara bedah buku "Gadis Kretek" saat di Banjarmasin tahun kemarin.  

Mengenal JS Khairen

Jombang Santani Khairen atau yang lebih dikenal dengan nama JS Khairen adalah salah satu penulis muda di Indonesia. Dia adalah penulis kelahiran kota Padang, 35 tahun silam. Sampai saat ini karyanya sudah lebih dari 15 judul. Namanya baru mulai dikenal saat salah satu karyanya yang berjudul "Kami Bukan Sarjana Kertas" yang terbit di tahun 2019 menjadi best seller di Gramedia.

Novel "Kami Bukan Sarjana Kertas" adalah novel keenamnya, namun novel-novel sebelumnya tidak begitu terdengar gaungnya. Baru setelah novel tersebut menjadi best seller di Gramedia, akhirnya novel-novel karya JS Khairen selanjutnya juga menduduki peringkat yang sama. 

buku karya JS Khairen

Di tahun 2024 JS Khairen juga sempat mendapatkan dua penghargaan sekaligus. Yaitu penghargaan "Writer of The Year" dari IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) dan "Book Of The Year" dari Islamic Book Fair untuk karyanya yang berjudul "Kado Terbaik".

Saya sendiri mengenal nama JS Khairen juga dari novel "Kami Bukan Sarjana Kertas". Kalau tidak salah ingat, waktu itu saya tertarik membelinya karena judulnya yang terlihat berbeda dari judul pada umumnya. Apalagi setelah membaca sinopsisnya jadi semakin tertarik untuk membeli karena ada sisipan komedinya juga. 

Novel "Kami Bukan Sarjana Kertas" menceritakan tentang dunia mahasiswa yang penuh canda tawa, persahabatan, idealisme dan tentu kisah cinta didalamnya. Sedikit banyak seperti mengenang masa-masa saat menjadi mahasiswa dulu.

Dan setelah membacanya, saya jadi semakin tertarik untuk membaca karya-karya JS Khairen selanjutnya. Untuk novel series "Kami Bukan...." telah terbit empat judul dan semuanya menarik menurut saya. Dan setiap karya yang dihasilkan, tersirat sedikit sentilan tentang kondisi pemerintahan saat itu. Akhirnya saya keterusan sehingga mengoleksi setiap karyanya, yang hingga sekarang sudah ada sembilan judul buku yang sudah saya tuntaskan.

Keseruan Acara Booktour

Lanjut cerita tentang acara booktour "Rumah", kami kesana dengan membawa kedelapan buku JS Khairan yang saya miliki. Walaupun sebenarnya ada beberapa buku yang sudah bertanda tangan namun teman saya memaksa untuk membawa semuanya. Dia mengatakan "nanti bukunya dipamerin saat minta tanda tangan, siapa tau dapat buku gratis" hahaha...

Saat itu kami tiba di Gramedia Slamet Riyadi sekitar pukul 13.00 WIB. Kami memang berencana datang awal agar bisa sekalian melihat-lihat buku disana, siapa tahu ada yang menarik. Dan karena saya mempunyai voucher Gramedia 25rb akhirnya saya memutuskan untuk membeli dua buah buku yaitu buku "Melangkah" karya JS Khairen dan buku "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" karya Brian Khrisna.

Acara booktour diselenggarakan di lantai dua Gramedia dengan konsep santai dimana pengunjung bisa duduk bersila diatas karpet yang sudah disediakan. Menurut informasi yang diberikan, pendaftar acara booktour di Solo adalah yang terbanyak dibandingkan kota-kota lainnya. Pendaftar acara ini sekitar 300 orang, termasuk jumlah yang banyak mengingat JS Khairen baru pertama kali singgah di Solo. 

booktour rumah

Sekitar pukul 14.00 WIB acara dimulai, dan pengunjung saat itu kumayan banyak sehingga banyak juga yang berdiri di area belakang dan samping. Saat JS Khairen datang, dia langsung menyapa para pengunjung dan menceritakan sedikit kesan-kesannya tentang Solo. Dia tidak menyangka jika daya literasi masyarakat di Solo ternyata juga tinggi.

Disini dia juga menceritakan tentang perjalanan penulisan novel "Rumah". Novel "Rumah" ini selesai dalam waktu lima hari dalam pembuatan draft pertamanya. Penulisan yang cepat namun melewati riset dan pengumpulan materi bertahun-tahun.

Dia menginfokan bahwa akan ada dua film yang akan dibuat berdasarkan novel karyanya yang berjudul "Dompet Ayah Sepatu Ibu" dan "Kami Bukan Sarjana Kertas". Dia memberikan bocoran bahwa film "Dompet Ayah Sepatu Ibu" akan rilis pada lebaran tahun depan dimana OSTnya akan diisi oleh Fiersa Besari dan liriknya ditulis sendiri oleh JS Khairen. 

Sesi selanjutnya adalah sesi QnA dimana banyak pengunjung yang begitu antusian. Ada yang menanyakan tentang proses pembuatan novel, pencarian ide ataupun alasan dalam pembuatan sebuah alur. Selain itu juga ada beberapa pengunjung yang menceritakan bahwa kisah dalam novel "Rumah" begitu related dengan kehidupan yang sedang mereka jalani saat ini. Dan beberapa karya JS Khairen juga banyak yang menginspirasi sehingga mereka mendapatkan perspektif dan hidup yang lebih baik.

Sesi yang terakhir adalah sesi tandatangan. Saya tentu memanfaatkan sesi ini untuk tandatangan buku-buku yang saya bawa. Karena kami duduk di barisan depan, akhirnya kami dapat giliran di awal sehingga tidak perlu berlama-lama menunggu dan atri. Setelahnya kami langsung bergegas pulang karena jika menunggu sampai semua acara selesai tentu akan lama.

Kesan Mengikuti Booktour

Karena ini adalah acara bedah buku kedua yang saya ikuti maka saya memiliki dua cerita yang berbeda. Jika acara bedah buku "Gadis Kretek" terkesan formal karena diadakan oleh instansi pemerintah, maka bedah buku "Rumah" lebih santai dan tidak kaku. JS Khairen juga bisa membawa suasa menjadi lebih bersemangat dan ceria karena dia ternyata memang seheboh itu.

Setelah mengikuti acara ini sepertinya saya tidak ingin melewatkan lagi jika ada acara bedah buku selanjutnya. Tentu saja jika buku dan penulis tersebut saya kenal, karena kita akan lebih mudah memahaminya jika kita sudah mengenal karya-karyanya terlebih dahulu.

Itulah cerita pengalaman kami mengikuti acara booktour di Gramedia Solo. Apakah teman-teman juga memiliki pengalaman yang samar?? Bisa berbagi di kolom komentar yaa....

Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💖💖

Posting Komentar