adjQDGiw9zV3ZrtlDmdv0xUy2YCAW5gNJ7prCidQ

Menikmati Pecel Khas Madiun di Depot Nasi Pecel 99

Madiun dikenal sebagai kota Pecel dimana kita bisa menemukan banyak tempat makan menyajikan pecel sebagai hidangan utamanya
Depot Nasi  Pecel 99

Kota Madiun adalah salah satu kota yeng terletak di bagian barat Provinsi Jawa Timur. Kota ini menjadi penghubung anatara kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Madiun selain terkenal sebagai kota Pendekar juga di kenal sebagai kota Pecel

Saat ini pecel tidak hanya sekedar makanan khas Madiun, namun juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda di tanah air berdasarkan ketetapan dari Kemendikbud. Di setiap sudut kota Madiun kita akan menemukan banyak warung makan yang menyajikan menu pecel. Dari pedagang kaki lima di trotoar jalan, hingga rumah makan yang menjadi langganan kalangan atas. 

Depot Nasi Pecel 99

Meskipun pecel saat ini mudah kita temukan dimana saja, namun bumbu pecel Madiun mempunyai ciri khasnya sendiri. Bumbu pecel Madiun biasanya cenderung kental, gurih dan pedas. Namun saat sekarang level kepedasan cukup beragam yaitu dari yang tidak pedas, sedang dan pedas, menyesuaikan kebutuhan konsumen.

Jika Solo terkenal dengan nasi liwet yang bisa disajikan sebagai menu sarapan hingga menu makan malam, maka pecel di Madiun juga bisa dinikmati setiap saat. Di kota ini kita bisa menemukan warung Pecel yang menyajikannya sebagai menu sarapan hingga makan malam.

Salah satu warung makan pecel yang cukup terkenal di Madiun adalah Depot Nasi Pecel 99 yang terletak di Jl Cokroaminoto No.99, Kejuron, Kec. Taman, Kota Madiun, Depot Nasi Pecel 99 buka setiap hari dari pukul 05.00 - 23.00 WIB. 

Depot Nasi Pecel 99 sudah berdiri sejak tahun 1987. Nomor 99 yang disematkan tidak hanya menandakan nomor bangunan, melainkan sudah menjadi identitas yang melekat di benak para penikmat kuliner pecel. Hingga saat ini Depot Nasi Pecel 99 telah dikelola oleh generasi ketiganya. 

Depot Nasi  Pecel 99
deretan foto selebritas dan politisi

Yang menjadi ciri khas Depot Nasi Pecel 99 selain sambalnya adalah cara penyajiannya pada sebuah pincuk daun pisang. Yang mana cara penyajian pada daun pisang sudah jarang kita temukan. Depot Nasi Pecel 99 juga telah populer baik di kalanagn masyarakat maupun pejabat. Bahkan mantan Presiden SBY menjadi salah satu pelanggan di Depot Nasi Pecel 99.

Pengalaman Menikmati Pecel 99

Kebetulan beberapa waktu yang lalu saat mengunjungi kota Madiun, saya sempat singgah di Depot Nasi Pecel 99. Kala itu kami singgah ke sana untuk makan malam. Setiap kali lewat depot ini, terlihat deretan kendaraan pengunjung yang silih berganti. Kebetulan saat kami tiba suasana sedang tidak ramai.

Dari depan, warung makan ini terlihat sederhana dan tidak terlalu luas. Depot Nasi Pecel 99 menempati sebuah bangunan dengan dua lantai, dan untuk lantai dua kita bisa masuk melalui tangga yangterletak di bagian depan. Pada bagian dalam, di setiap sisi tembok terlihat foto berbagai selebritis hingga politisi yang pernah berkunjung ke Depot Nasi Pecel 99. Pada jam-jam tertentu juga ada live music yang menemani para pengunjung bersantap.

Depot Nasi  Pecel 99

Masuk ke Depot 99 maka kita diarahkan untuk langsung antri menuju bagian pemesanan. Disini kita akan langsung diracikkan menu pecel beserta lauk yang kita inginkan. Dan bisa langsung kita bawa menuju meja selanjutnya yang berisi pilihan minuman jeruk dan teh baik hangat maupun dingin. 

Saat itu saya memesan nasi pecel dengan lauk telur ceplok dan juga teh hangat sebagai minuman. Setelah kita mendapat mandapatkan makanan dan minuman, maka kita tinggal memilih meja kursi duduk. Saat itu kami memilih duduk di lantai satu saja karena memang terlihat masih banyak bangku yang kosong. 

Seperti yang sudah disebutkan diatas salah satu ciri khas Depot Pecel 99 adalah penyajiannya dalam pincuk daun pisang. Selain itu ciri khas lainnya adalah taburan serundeng dan dilengkapi dengan kerupuk uli atau bagi orang Solo saya menyebutnya karak.Untuk aneka sayuran yang digunakan seingat saya adalah kacang panjang, touge, bayam dan juga daun kemangi yang menambah kesedapan aroma pecel. 

Bentuk pincuk yang digunakan sangat lancip sehingga saat diletakkan di meja akan terlihat miring seakan tumpah. Sehingga saat kita akan menikmatinya, maka pincuk tersebut terlebih dahulu kita buka lidinya sehingga bentuk pincuk akan lepas dan terlihat sebagai alas makan. Saat itulah kita baru bisa menikmati nasi pecel dengan nyaman 😊

Depot Nasi  Pecel 99

Dan setelah saya coba memang sambal pecelnya terasa lebih kental dan gurih serta pedas yang pas menurut saya. Saat itu saya memesan sambal dengan level sedang. Malam itu kami menikmati makan malam nasi pecel ditemani alunan musik yang menambah kehangatan.

Untuk harga satu porsi nasi pecel hanya 8rb rupiah saja belum termasuk lauknya. Kita bisa memilih lauk sesuai dengan selera kita seperti telur dadar atau ceplok, empal, paru, tahu, tempe dan berbagai lauk lainnya. 

Selain itu sebagai oleh-oleh kita juga bisa membeli sambal pecel khas Depot 99 yang telah dikemas dengan ukuran 250gr. Terdapat tiga macam level kepedesan yaitu tidak pedas, sedang dan pedas. Saat itu saya membeli dua buah sambal dengen level sedang. Jika tidak salah harga perpacknya adalah 25rb

Penutup

Rasanya tidak salah jika saya membuat ungkapan "Jangan ngaku pernah ke Madiun jika belum cobain ke salah satu warung makan pecel disana"😊. Karena saking banyaknya warung makan pecel jadi kita bisa mencoba kuliner pecel ini dimana saja kapan saja dan salah satunya adalah Depot Nasi Pecel 99 ini. Karena sudah terkenal di banyak kalangan sehingga tidak perlu diragukan lagi keotentikan rasanya. 

Dan sebagai oleh-oleh, teman-teman juga bisa membeli sambal pecel khas Depot 99 yang tersedia dalam berbagai level kepedasan. Selain itu juga tersedia beberapa camilan lainnya khas Madiun salah satunya adalah kerupuk puli. Jadi buat teman-teman yang pernah singgah ke Madiun, sudah pernah mencoba warung pecel mana nih???😊

Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💗💗

21 komentar
  • Antung apriana
    Antung apriana
    pecel ini termasuk makanan kesukaanku juga nih soalnya aku bisa makan sayurnya. hehe. kalau di rumah kadang aku nyetok sambal kacang buat pecel ini jadi bisa bikin pecel sendiri di rumah
    Balas
  • Didik Purwanto
    Didik Purwanto
    Pecel Madiun emg legendaris sih. Emg wajib coba kalo ke sana. Krn rasa pecel tiap2 daerah berbeda. Dan ada topping khusus yang berbeda pula. Rasanya bikin unik dan ketagihan deh.

    Jujur, aku malah ga suka dikasih serundeng di atasnya. Sama kyk di Kediri, malah dicampur tumpang. Rasanya jd campur aduk. Tp herannya, kok bnyk yg suka yak. Selera org kan beda2 yak. Hehe.

    Kalo di tempatku, karak tuh yg msh mentah mbak. Jd nasi basi yg dikeringkan. Kalo puli itu yg udh digoreng. Kwkwkwk. Tp rasanya emg enak sih. Mau rempeyek/puli, tetap nampol mah kalo sama pecel.
    • erykaditya
      erykaditya
      iyaahhh bener mas, setiap daerah sepertinya memang ada cirikhas nya masing2 yakkk...kalo serundeng aku masih bisa lahh makan tapi kalo yang pecel sama tumpang aku juga gak suka..maunya satu2 aja klo pecel2 aja klo tumpang ya tumpang aja hehe...
      Wahhh berarti kebalikan ya sama disini kalo disini yeng mentah itu namanya puli kalo yang mateng namanya karak hehe
    Balas
  • Ariefpokto
    Ariefpokto
    Kalau dekat saya pasti beli dah karena saya paling suka nih sama pecel yang enak gimana selain rasa tapi kualitas dari anak macam-macam sayuran dan juga jenisnya bisa membuat kita ngefans sama pecel itu dan memang dari Jawa Timur biasanya otentik kan sedap-sedap bikin saya jadi pengen pecel deh
    Balas
  • Heni Hikmayani Fauzia
    Heni Hikmayani Fauzia
    Duh jadi pengen punya pintu Doraemon biar bisa langsung menclok di Madiun hehehe,,,,nasi pecelya menggoda banget mba Eruykaa,,,,,saya jadi kepengen nyobain deh. Enak sepertinyaa,,,,apalagi saya tuh suka sayuran,,,,duuh ngiler banget melihatnyaaa....jarang lho,,,makanan khas lokal daerah bisa menjadi kuliner warisan budaya yaa
    Balas
  • AlineaLala
    AlineaLala
    Kebetulan aku belum pernah singgah di Madiun Mbak. But, aku happy sekali baca cerita mbak Eryka mampir dan mencicipi pecel khas Madiun di kedai legendaris Depot Nasi Pecel 99. Umurnya sudah lama, beneran keren masih survive dan di gandrungi.

    Aku salut deh, pecel khas Madiun menjadi warisan Budaya tak Benda di negeri tercinta. Ternyata Murmer sekali perporsinya lho. Terus aku suka mereka mempertahankan menggunakan pincuk daun pisang, lebih ramah lingkungan dan autentik.

    Nah, selain bisa makan ditempat, ada oleh-oleh yang dapat dibeli dan dibawa pulang. Ini jempolan banget, pinter owner nya.
    Balas
  • Asri M Lestari
    Asri M Lestari
    Wuih makan pecel madiun langsung di kotanya pasti nikmat. Aku juga suka pecel madium. Bumbunya yang kental bikin makin nikmat. Tapi kalau aku sukanya yang nggak pedas.

    Sudah jarang jual pecel pakai pincuk. Apalagi yang makan di tempat. Kebanyakan sudah pakai piring. Keren ini di Depot 99 masih pakai pincuk. Mana harganya murah banget cuma 8000.
    • erykaditya
      erykaditya
      iyaaa bener mbaa pecel madiun ini bedanya di bumbu kacangnya lebih kentel gitu yaa menurutku juga
    Balas
  • Katerina
    Katerina
    Ikut senang dan bangga Pecel Madiun jadi warisan budaya tak benda di Tanah Air berdasarkan ketetapan dari Kemendikbud. Memang layak diakui dan dipatenkan. Saya belum pernah ke Madiun, tapi makan pecel khas Madiun sudah pernah, karena di BSD tempat saya tinggal ini ada restonya, gede dan selalu rame. Ternyata pincuk itu piring daun buat makan pecelnya ya. Saya kira penamaan pecel. Soalnya di tempat saya juga ada kedai pecel namanya Pecel Pincuk.

    Btw saya masih kesulitan membedakan ciri khas masing-masing pecel. Perasaan saya, mau pecel apapun, kok ya sama aja rasanya hihi. Tapi memang kalau isian, ada beda-bedanya.
    • erykaditya
      erykaditya
      jujurly aku juga tidak bisa membedakan mbaa mana pecel madiun pecel solo peccel kediri karena memang bumbu dasarnya sama yaa sambal pecel hanya isian nya aja yang kadang2 berbeda ada sayuran2 tambahan gt mbaa
    Balas
  • Tukang jalan jajan
    Tukang jalan jajan
    wadawww hatiku jadi sangat kacau karena kepengen juga hahaha... seolah ikut merasakan aroma sedap daun kemangi dan bumbu kacang yang kental di Depot Nasi Pecel 99.
    Penyajian menggunakan pincuk daun pisang memang memberikan sentuhan autentik yang sulit digantikan, ya. Rasanya makan jadi lebih lahap dan tradisional. Menarik juga mengetahui bahwa tempat legendaris ini sudah dikelola hingga generasi ketiga namun tetap mempertahankan kualitasnya. Benar kata Kakak, ke Madiun memang belum lengkap tanpa ritual makan pecel.
    Balas
  • Farida Pane
    Farida Pane
    Pecel madiun itu seger banget karena ada kemangi dan timun potongan kotak kecil. Ini versi pecel paling favoritku
    Balas
  • Dian Restu Agustina
    Dian Restu Agustina
    Beberapa kali ke Nasi Pecel 99 karena Mertuaku orang Madiun. Sudah kujabanin juga depot nasi pecel lainnya di kota pecel ini hihihi. Memang depot ini yang paling ramai di antara yang lainnya. Saat lebaran lalu aku batalin masuk karena antriannya panjaaaaang banget. Karena aku dikejar waktu, sekarang ke Madiun cuma nyekar, Mertua sudah meninggal, jadi hanya singgah dari perjalanan balik Kediri-Jakarta
    Balas
  • Yuni Bint Saniro
    Yuni Bint Saniro
    Salah satu makanan favoritku adalah pecel. Sering banget sih lihat kalau ada ke toko oleh-oleh dan nemu bumbu pecel, pasti dibilangnya khss Madiun.

    Ntar kalau main ke Madiun, aku pasti sempatin makan di Depot Nasi Pecel 99
    Balas
  • Dee_Arif
    Dee_Arif
    Salah satu khas Madiun ya Pecel ya
    Emang khas pecel Madiun bisa dibedakan dengan pecel Kertosono or Nganjuk
    Aku juga klo ke Madiun, selain makan pecel juga beli bumbu pecelnya buat oleh-oleh
    Balas
  • Sukacita
    Sukacita
    OMG delapan ribu sudah termasuk laut, nikmat banget ya hidup di negeri tercinta ini ha ha ha.
    Aku tuh termasuk orang yang kurang suka dengan kacang, tetapi kalau urusan pecel daaah lupa dengan hal itu. Apa karena sayurannya itu jadi langsung habis aja kalau disuguhkan.

    Sepertinya aku belum pernah menjelajah Madiun nih, menarik juga ya. Semoga ada kesempatan.
    Balas
  • Nuylentik
    Nuylentik
    seeumur aku dong 1987 - 2026 = 39 thun masya Allah udh generasi ke 3 ini. Kuliner yg bertahan lama gini biasanya cita rasa dijaga jdi pelnggan ttuh ya pasti setia balik lagi. Nasi pecel teh yg pake sayur di di bumbui bumbu kacang bukaan sih teh , bntar aku browsing dulu
    • erykaditya
      erykaditya
      hahaha bener mbaa nasii pecel itu sayuran yang dipakein sambal kacang mirip gado2 ketoprak gitu kalo jakarta yaa tapi beda isiannya dan bumbu kacangnya juga sedikit berbeda
    Balas
  • Fenni Bungsu
    Fenni Bungsu
    Yang kebayang sama daku itu kalau menunya adalah pecel, terus wadahnya ada daun pisang juga, bakalan terasa wangi dan bikin lahap makannya.
    Nggak jauh dari tempat daku ada yang dagang pecel sayur, terus wadahnya pakai daun pisang gitu beuuh enak banget
    Balas
  • Fajarwalker.com
    Fajarwalker.com
    Panjang beneerrrr itu jam bukanya mbak. Dari abis subuh, sampe menjelang ganti hari lhoo jam operasionalnya, bukan mainnn ini, pantesan sebegitu legendarisnya dan diturunkan turun menurun ya sampe 3 generasi.
    Aku penasaran bentuknya macem gimana tp kok ndak ada. Mbak Eryka lupa foto kah? Ehehehe
    Tapi pecel itu emang mantep bangettt lho mbak buat sarapan. Aku beberapa kali kalo lagi jalan ke tempat wisata, pasti makannya sama pecel mulu. Bumbunya itu lho, sedap betullll.. Apalagi kalo ditambah sama bakwan, trus ditutup dengan teh anget. beuh... Rasanya pagi hari terasa sempurna, hahaha

    Bibir tersenyum, wajah terpana
    Melihat foto penuh nostalgia
    Laki laki itu makhluk sederhana
    Sarapan pecel aja sudah bahagia
    • erykaditya
      erykaditya
      cakeppppp hehehe...iyahhh menurutku pecel ini memang cocok buat sarapan sie yaa tapi kalo aku biasanya minta nasinya sedikit aja nti banyakin sayur sama lauknya dh penuh tuuu piring nanti...
      Bentuk tampak depan warungnya kah mas??? iyaa lupa gak difoto proper kmrn soalnya fotonya kurang estetik kalo dipajang wkwkwkwk
    Balas