Salatiga adalah salah satu kota yang tidak jauh dari ibukota Jawa Tengah yaitu Semarang. Salah satu kuliner Semarang yang cukup terkenal dan sering saya kunjungi saat melewati Kabupaten Semarang adalah Ayam Goreng Bu Toha. Maka beberapa waktu yang lalu saat kami melewati kota Salatiga, kamipun mencari salah satu kuliner legendaris kota tersebut. Dan salah satu referensi yang kami dapat adalah kuliner Sate Sapi Suruh.
Sekilas Sate Sapi Suruh
Dari namanya sudah terdengar unik yaitu Sate Sapi Suruh. Ternyata nama Suruh berasal dari nama sebuah kecamatan di kabupaten Semarang yaitu Kecamatan Suruh. Di kota inilah awal mula asal sate sapi khas Suruh. Namun dengan berjalannya waktu, sate suruh sekarang lebih terkenal di Salatiga karena lokasinya yang lebih dekat dengan Salatiga daripada Semarang.
Salah satu Sate Sapi Suruh di Salatiga yang terkenal adalah Sate Sapi Suruh & Bakso Bu Harkim yang telah berdiri sejak tahun 1987. Sate Sapi Suruh ini berlokasi di Komplek Ruko 16 no. F1 Pasaraya 2, Jl. Jend. Sudirman, Salatiga. Warung ini buka setiap hari dari jam 09.30 - 21.30 WIB. Dan kini juga sudah membuka cabang baru yang berlokasi di dekat Exit Toll Salatiga.
Kedua lokasi ini sangat mudah dijangkau karena berada dekat dengan jalan tol dan juga dekat dengan pusat kota. Sehingga buat pengunjung yang dari arah Semarang ataupun Solo bisa sejenak mampir untuk menikmati kuliner khas sate suruh ini.
Ciri Khas Sate Sapi Suruh
Jika sate biasanya menggunakan daging ayam atau kambing, maka sate suruh mempunyai ciri khas menggunakan daging sapi. Sehingga buat teman-teman yang kadang tidak suka sate daging kambing karena khawatir aroma yang kurang sedap maka sate sapi suruh bisa menjadi alternatif pilihan.
Dan ciri khas lainnya adalah penggunaan sambal kacang yang gurih manis sebagai toppingnya. Dan jika sate biasanya menggunakan lontong, maka sate sapi Suruh menggunakan ketupat sebagai sumber karbohidratnya. Meskipun sama-sama terbuat dari beras namun rasa yang di dapat dari lontong dan ketupat terasa berbeda.
Meskipun menu utamanya adalah sate sapi, namun disini juga disediakan sate ayam sebagai pilihan lainnya. Serta ada beberapa menu lainnya yang berasal dari olahan daging sapi seperti bakso dan sop iga.
Sate Sapi Suruh yang Empuk
Hari itu, kami sampai di warung Sate Sapi Suruh menjelang jam makan siang. Saat itu pengunjung sedang tidak terlalu ramai, hanya terlihat beberapa pengunjung di bagian dalam juga area teras. Sampai disana kita bisa langsung memesan di bagian order/kasir yang terletak di depan samping area masuk. Kami memesan sate campur dan ketupat serta teh hangat sebagai minumannya. Sate campur disini terdiri dari irisan daging sapi dan juga lemak.
Area bakar sate terletak di bagian paling depan, sehingga aroma sate bakar langsung tercium semerbak di sepanjang jalan. Disini kita bisa melihat proses bakar sate dan penyajiannya. Sate dibakar dengan menggunakan bumbu yang telah turun temurun dengan berbagai perpaduan rempah seperti kencur dan kunyit.
Satu porsi sate disajikan pada sebuah piring yang diberi alas daun pisang. Satu porsi terdiri dari sepuluh tusuk sate. Jika teman-teman tidak suka ketupat maka bisa diganti dengan nasi putih atau hanya sate saja. Irisan daging sapinya terlihat sedang dan tidak terlalu besar. Bumbu kacang sebagai topingnya juga tidak pelit.
Seperti yang saya sebutkan diatas, rasa bumbu kacangnya gurih manis dengan rasa pedas yang samar-samar. Karena tidak terlalu pedas maka sate ini juga cocok untuk dikonsumsi anak-anak. Bagi penggemar pedas akan lebih nikmat jika ditambahakan sambal ataupun irisan cabe dan bawang merah. Satenya sendiri terasa sangat empuk tanpa perlawanan sama sekali saat digigit, sehingga kita bisa benar-benar menikmati setiap gigitannya.
Potongan ketupatnya juga lumayan cukup banyak. Sehingga satu porsi ini menurut saya sudah cukup membuat isi perut tenang dan tidak berontak lagi. Untuk satu porsi sate sapi diharga 40rban sedangkan sate ayam di harga 30rban. Harga yang tidak murah dan juga tidak terlalu mahal menurut saya.
Semakin siang pengunjung di sate sapi suruh ini semakin banyak, baik yang rombongan maupun satu-dua orang. Bahkan ada yang membeli untuk bungkus dibawa pulang. Pengunjung yang selalu silih berganti menandakan bahwa warung sate sapi suruh memang sangat diminati baik warga sekitar maupun dari luar kota.
Jadi buat teman-teman yang sedang melewati arah Salatiga atau Semarang bisa mampir ke Sate Sapi Suruh untuk bisa menikmati kuliner khas Salatiga ini. Bumbu kacang yang gurih dan daging sate yang sangat empuk terasa layak untuk sejenak kita singgahi.
Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💖💖



