adjQDGiw9zV3ZrtlDmdv0xUy2YCAW5gNJ7prCidQ

Mengagumi Keindahan Koleksi Museum Jenang & Gusjigang Kudus

Museum Jenang dan Gusjigang Kudus adalah sebuah wisata edukasi tidak hanya tentang budaya namun juga nilai luhur sebagai sebuah bangsa
Museum Jenang Gusjigang

Salah satu oleh-oleh yang terkenal dari Kudus adalah jenang kudus dengan aneka rasa. Rasanya belum lengkap mengunjungi Kudus jika tidak membeli oleh-oleh Jenang Kudus ini. Makanan ini berbahan dasar tepung beras ketan, gula pasir, gula kelapa, santan, dan lemak nabati.

Jenang Kudus terkenal dengan rasanya yang manis legit dalam potongan kecil-kecil. Jika dulu yang kita kenal hanya jenang dengan rasa originalnya, maka sekadrang ada banyak pilihan rasa, seperti mocca, durian, pandan dll.

Kudus mempunyai banyak produsen jenang dari industri kecil rumahan hingga industri besar. Bahkan sentra pembuatan jenang Kudus bisa kita temuai di desa Kaliputu. Salah satu produsen jenang kudus yang sudah terkenal sejak generasi ke generasi adalah jenang kudus mubarok. Jenang Kudus Mubarok juga memiliki museum Jenang yang merupakan museum Jenang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Museum Jenang

Museum Jenang Gusjigang

Museum Jenang berlokasi di Jl Sunan Muria no 33 A Kudus, Jawa Tengah. Museum ini berlokasi di lantai dua, dimana lantai pertama di gunakan sebagai pusat oleh-oleh Jenang Mubarok. Sehingga saat kita datang kesini, kita bisa wisata edukasi sekaligus belanja oleh-oleh Jenang Kudus Mubarok. Toko dan museum buka setiap hari dari jam 07.00 - 21.00 WIB.

Museum Jenang dibuka pada tahun 2017 dan pada tahun 2022 mendapatkan rekor dari Muri sebagai museum Jenang pertama di Indonesia. Tiket masuk ke Museum Jenang adalah 15rb per orang. Selain Museum Jenang dan toko oleh-oleh, di lokasi ini juga ada Wisata Edukasi Gusjigang yang juga berada di lantai dua. Sehingga kita hanya perlu membeli satu tiket untuk mengunjungi kedua museum ini. 

Di Museum Jenang kita bisa melihat perjalanan H Mabruri dan istrinya Hj Alawiyah dalam memproduksi jenang kudus. Beliau berdua merupakan pendiri Jenang Kudus Mubarok pada tahun 1910-1940. Saat ini Jenang Kudus Mubarok telah dilanjutkan oleh generasi ketiga. 

Di sini dijelaskan tentang proses pembuatan jenang serta berbagai koleksi peralatan yang digunakan dalam membuat jenang. Di Museum Jenang kita bisa melihat diorama Pasar Bubar Menara Kudus yang merupakan pasar pertama jenang kudus pada tahun 1930. 

Museum Jenang Gusjigang

Pada bagian tengah dari Museum Jenang terdapat miniatur Masjid Menara Kudus dan juga rumah tradisional Kudus. Masuk ke ruangan selanjutnya kita akan disuguhi miniatur rumah adat Kudus yang dikenal dengan nama Joglo Pencu. Di sekeliling miniatur rumah tersebut terdapat berbagai macam peralatan masak pada jaman dahulu serta berbagai macam permainan anak-anak.

Wisata Edukasi Gusjigang

Museum Jenang Gusjigang

Memasuki ruangan selanjutnya merupakan ruangan untuk Wisata Edukasi Gusjigang. Ruangan ini mempunyai suasana yang berbeda dengan Museum Jenang di ruangan sebelumnya. Jika sebelumnya kita melihat museum jenang yang tampak sederhana dengan banyak ornamen kayu, maka di Gusjigang kita akan melihat banyak peninggalan seni yang apik dan terkesan mewah karena pencahayaan yang sangat terang.

Pertama kali membaca kata "Gusjigang", saya penasaran dengan maksud dan arti kata tersebut karena sepertinya saya belum pernah mendengar kata tersebut sebelumnya. Ternyata Gusjigang adalah sebuah falsafah hidup yang diajarkan oleh Sunan Kudus.

Gusjigang adalah akronim dari baGus akhlaknya (spiritual), pinter ngaJi (intelektual) dan terampil daGang (enterprenur). Filosofi Gusjigang tersebut menjadi falsafah hidup masyarakat Kudus dalam berkehidupan dan bermasyarakat. 

Memasuki ruang Gusjigang kita akan disuguhi dengan berbagai poster penjelasan tentang filosifi agung Gusjigang ini. Terdapat banyak karya tulis para sastrawan yang mengangkat nilai luhur Gusjigang. Ruang Wisata Gusjigang dibagi menjadi beberapa ruangan diantaranya adalah :

  • Galeri Trilogi  Ukhuwah
  • Galeri Asmaul Husna
  • Galeri Al Qur'an
  • Galeri Kaligrafi

Galeri Trilogi Ukhuwah

Museum Jenang Gusjigang

Ruang Trilogi Ukhuwah memuat penjabaran tentang Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), Ukhuwah Wathaniyah (persaudaran antar warga negara), dan Ukhuwah Basyariah (persaudaraan sesama umat manusia). Ruangan ini menggambarkan nilai-nilai yang terkait dengan ikatan kebangsaan dan kemanusiaan.

Di ruangan ini kita juga bisa melihat persaudaraan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia yaitu Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama. Ruangan ini juga memberikan motivasi untuk selalu mengedepankan nilai toleransi sesama umat manusia setanah air. 

Galeri Asmaul Husna

Museum Jenang Gusjigang

Di ruang Galeri Asmaul Husna kita akan melihat replika dari Ka'bah. Di ruangan ini juga terdapat 99 mutiara nasehat yang bersumber dari 99 Asma Allah (asmaul husna).

Galeri Al Qur'an

Museum Jenang Gusjigang

Di Galeri Al Qur'an kita akan melihat berbagai macam koleksi Al Qur'an kuno yang berhasil dikumpulkan dan disimpan di museum ini. Ada beberapa koleksi Al Qur'an yang terbuat dari daun lontar, kulit sapi, kertas kuno serta berbagai Al Qur'an lainnya.

Koleksi-koleksi Al Qur'an tersebut dikumpulkan dari berbagai kota di Indonesia bahkan luar negeri. Di setiap koleksi yang ditampilkan juga dilengkapi dengan keterangan tentang asal dan bahan yang digunakan dalam pembuatan Al Qur'an tersebut.

Dan yang paling menarik perhatian adalah Al Qur'an jumbo dengan ukuran 3x6 meter. Al Qur'an tersebut dibuat dengan menggunakan bahan akrilik dan merupakan karya dari para santri Pesantren Seni Rupa dan Kaligrafi Al Qur'an (PSKQ) Modern Kudus. 

Galeri Kaligrafi

Museum Jenang Gusjigang

Galeri Kaligrafi menampilkan berbagai macam jenis karya kaligrafi yang telah mendunia hasil dari karya anak Kudus. Kita bisa melihat seni kaligrafi baik yang berbentuk lukisan maupun kaligrafi 3D/ relief. 

Memasuki rungan ini membuat saya terpukau akan karya indah yang dihasilkan para seniman kaligrafi ini. Semua karya yang ditampilan sangat indah dan tidak bosan untuk dipandang mata. Tidak menyangka sebuah teknik menulis bisa menghasilkan sebuah karya yang begitu indah.

Selain keempat ruang galeri tersebut juga terdapat beberapa ruangan lainnya. Diantaranya adalah ruangan yang menceritakan sejarah singkat Raja Kretek Nitisameta. Terdapat juga ruangan yang menyimpan alat gamelan dan juga proses pembuatan jenang kudus. 

Penutup

Di Museum Jenang Kudus kita bisa mempelajari cikal bakal dalam pembuatan jenang dan proses pemasarannya. Sebuah kebudayaan kuliner Jenang Kudus yang terjaga secara turun temurun hingga saat ini bahkan dikenal hingga ke luar negeri. 

Melalui Galeri Gusjigang kita akan mempelajari nilai luhur peninggalan para sunan dan tokoh agama. Beliau tidak hanya mengajarkan untuk menjadi pribadi yang taat pada agama namun juga mengajarkan indahnya toleransi dan saling menjaga sebagai sebuah bangsa. 

Mengunjungi Museum Jenang dan Gusjigang membuat saya kagum akan kebudayaan kuliner dan keragaman di Indonesia. Sebuah ruang galeri seni yang tampak terjaga dengan sangat apik dan indah, membuat saya sebagai pengunjung betah berlama-lama disana. 

Tak lupa, setelah puas menjelajah di Museum Jenang Kudus dan Gusjigang, saya turun ke lantai satu untuk membeli oleh-oleh. Ada beberapa macam jenis oleh-oleh namun yang tidak boleh dilewatkan tentu Jenang Mubarok dengan berbagai pilihan rasa.

Terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💖💖

25 komentar
  • Antung apriana
    Antung apriana
    Wah ternyata museumnya nggak cuma menampilkan hal-hal terkait jenang tapi ada juga unsur syiar Islam yaa. Aku sendiri suka juga sama jenang cuma kalau mau makan jenang ini harus ke Jawa dulu kayaknya soalnya di sini nggak ada yang jual hehe
    • erykaditya
      erykaditya
      Jenang ini mirip dodol mbaa..klo ke arah barabai itu banyak kan mba yang jualan dodol aneka rasa,,,tekstur rasanya mirip2 lahh ;)
    Balas
  • Bambang Irwanto
    Bambang Irwanto
    Saya dulu nggak tahu apa itu Jenang, Mbak. Sampai saya ke rumah nenek saya di kebumen dan tetangganya jualan jenang. Tenryata dodol. Nah, kalau Jenang kudus saya belum pernah coba. tapi mungkin walau sudah banyak varuan rasa, saya lebih suka original.
    Dan ini keren ada museum jenang, jadi generasi muda bisa tahu bagaimana sejarah dan proses membuat jenang itu. Terus ada museum Gusjigang juga yang berada dalam lokasi yang sama. Jadi cukup bayar 1 tiket saja.
    • erykaditya
      erykaditya
      Klo istilah jenang di jawa itu bisa jadi dua macem sie pak..ada jenang yang dodol trus ada juga jenang ya bubur macam bubum sumsum atau bubur nasi nyebutnya disini juga jenang sumsum sama jenang lemu hehehe
    Balas
  • fanny Nila (dcatqueen.com)
    fanny Nila (dcatqueen.com)
    Aku agak lupa nih jenang Kudus rasanya yg mana. Saking banyak dodol yg pernah dicoba, jadi lupa yg mana satu yg pernah dimakan 😅🤭. Tp harusnya pernah nyobain yg Kudus juga.

    Malah baru tahu ada museumnya mbaaa. Kereen ih. Nyesel pas ke Kudus dulu malah ga tahu ada tempat ini. Tp trakhir ke Kudus aku memang ga lama sih, pulang hari, trus balik ke solo lagi.

    Menarik juga museumnya, apalagi ada 2 tempat yg bisa dimasuki yaaa. Galeri alqurannya juga baguuuus, penasaran mau liat Alquran raksasanya 😍.
    • erykaditya
      erykaditya
      Iyaa mbaa harusnya pernah sie soalnya kan emang terkenal banget yaa apalgi klo dh pernah ke kudus pasti pernah beli hehehe...
      Ini yang wadahnya warna coklat mba,,,sayang yaa kemarin gak tak foto hasil belanja oleh2 ku
    Balas
  • HazinMaLeo.blogspot.com
    HazinMaLeo.blogspot.com
    menjelajahi museum jenang ini sangat cocok bagi peneliti yang fokus di bidang sejarah islam. hal menarik terletak pada lanscape asmaul husna yang cukup elegan, apalagi kudus juga terkenal sebagai warisan mutlak daro wali songo. jelas memberikan kesempatan untuk bisa explore di banyak lokasi di sana
    Balas
  • Aprillia Ekasari
    Aprillia Ekasari
    Jadi dalam satu area ada dua museum ya mbak, museum jenang dan gusjigang.
    Baru tahu lho kalau ada museum jenang gini mbak :D
    Aku juga paling suka sama jenang kudus, kalau misalnya naik kereta antar kota tu selalu beli minimal sekotak jenang Kudus :D
    Tapi aku ya belum pernah ke Kudus.
    Akronim Gusjigang ini bagus banget, mengingatkan manusia hidup disuruh berusaha sekaligus ngaji (ibadah) yaaa.
    Nggak cuma disuguhi informasi mengenai pembuatan jenang, juga sejarahnya, tetapi juga galeri2 tentang agama Islam.
    Noted, semoga nanti bisa mengunjungi museum2 ini.
    • erykaditya
      erykaditya
      iyaa mbaa bener banget di satu tempat ada dua museum ini hanya dipisahkan oleh sebuah pintu ;)
    Balas
  • Dyah Kusuma
    Dyah Kusuma
    Gusjigang, filosofi luhur warisan Sunan Kudus yang harus dijaga, bagus perilakunya, pintar mengaji dan pintar berdagang.
    Saya baru tahu kalau ada museum Jenang, di dalamnya banyak menyimpan koleksi bersejarah dan memiliki filosofi yang dalam maknanya. Harus diagendakan nih ke Kudus, tetangga Propinsi sekalian icip Soto Kudus yang legend
    Balas
  • Alienda Sophia
    Alienda Sophia
    Baru tahu kalau Kudus punya Museum Jenang yang sekaligus berkaitan dengan cerita dan filosofi Gusjigang. Jadi bukan cuma tempat wisata, tapi juga bisa mengenal budaya dan sejarah Kudus. Semoga suatu saat bisa berkunjung langsung ke sana. Aku jadi pengen tau lebih banyak tentang Gusjigang ini deh Mba..
    Balas
  • Ditopuccino
    Ditopuccino
    Kudus ini emang udah terkenal bgt jadi kota jenang ya kak. Makanya sampe dibikinin museum. Bahkan pertama kali loh di Indonesia. Jadi rekor nih. Makanya ekonomi di sana berkembang pesat ya krn dagang jenang ini.

    Salfok ama gusjigang. Aku kira ini nama penemu/yg populer ini jenang kudus pertama kali gt loh. Ternyata bukan. Malah falsafah hidup. Dan artinya bagus bgt.

    Smg jenang Kudus makin terkenal dan masyarakatnya memegang teguh gusjigang sesuai ajaran Sunan Kudus.
    Balas
  • Dee_Arif
    Dee_Arif
    Wah, jenang mubarok ini terkenal banget. Klo ke Kudus, nggak lengkap tanpa beli jenang ini ya. Nggak nyangka ada museunya juga. Mana bagus bagus isi koleksi museumnya
    Balas
  • Ariefpokto
    Ariefpokto
    Demi apa saya baru tahu ada museum jenang dan galeri Gusjidang sebuah kata yang benar-benar saya baru tahu ternyata sebuah filosofi hidup yang yang amat dalam maknanya. lain kali kalau ke Kudus saya mau mampir untuk merasakan yang langsung di sana
    Balas
  • Asri M Lestari
    Asri M Lestari
    Wah saya baru tahu ada Museum Jenang dan Galeri Gurjidang ini. Menarik banget. Apalagi Galeri Gusjidangnya. Ada Galeri Al Qur'an, Galeri Asmaul Husna dan Galeri Kaligrafi segala.

    Btw saya suka jenang Kudus dan sering makan yang merk mubarok ini. Sukanya yang rasa original. Jadi pengin lagi kan. Udah lama banget nggak makan.
    Balas
  • Fenni Bungsu
    Fenni Bungsu
    Yang daku ingat kalau udah membicarakan Jenang adalah Jenang Mubarak, khas dah. Ternyata bisa banget ini sekalian mampir ke museumnya, sekalian pula singgah ke Gusjigang. Walau buat daku menyebut akronim Gusjigang agak susah karena terbiasa hihi, tapi ga disangka artinya bagus banget 👍
    • erykaditya
      erykaditya
      hehehe bener mbaa akronim nya berasa aneh gitu yaa...aku pikir juga nama apa kok terdengar tidak familiar namun ternyata artinya bagus banget
    Balas
  • AlineaLala
    AlineaLala
    Bener banget. Jenang khas Kudus ini salah satu oleh-oleh yang nggak boleh dilewatkan. Setiap kali sanak saudara ada yang habis dari Kudus pasti bawa jenang. Tapi jujur, ku lebih suka jenang yang kekinian rasanya lebih variatif gitu.

    Senengnya bisa explore museum Jenang Kudus dan Galeri Gusjigang dan ternyata kata Gusjigang itu ada akronimnya yaaa, bagus nih. Setiap galeri yang dikunjungi sangat menarik dan epic. Jadi belajar banyak hal. Memang nggak akan bosan kalau wisata kota mampirin ke museum, itu yang selalu aku lakukan kalau lagi liburan.
    • erykaditya
      erykaditya
      Tapi jenang mubarok ini juga rasanya sudah mulai variatif mbaa..ada rasa lainnya selain rasa gula jawa..ada rasadurian, mocca, trus apalagi yaa kemarin lupaa hehe
    Balas
  • Tukang jalan jajan
    Tukang jalan jajan
    Ulalalaaaaaaa... fiiix ini mah jadi pengen agendain liburan ke Kudus lagi. Seru banget ya ternyata di sana bukan cuma bisa jajan jenang yang manis legit, tapi juga dapat banyak ilmu sejarah dan budaya di museumnya.
    Paling penasaran sama galeri Al Qur'an jumbo sama filosofi Gusjigang yang keren banget itu. Pas banget nih buat nambah wawasan sekaligus bernostalgia. Habis dari museum pasti kalap sih borong banyak buat oleh-oleh di rumah.
    Anyweiii Kalau dikalimantan udah pasti ngga kenal jenang... tahunya dodol. dan beebrapa dodol emang jadi favorit disini. BTW pernah makan dodol durian ngga sih kak?
    • erykaditya
      erykaditya
      iyaaa bener kalo di kalimantan terkenalnya dodol...dl pas di kalimantan juga sempet beli dodol aneka rasa di mubarok sendiri juga ada lo jenang rasa durian jadi sekarang rasanya ada macam2 gak cuma rasa gula aren aja :)
    Balas
  • Fajarwalker.com
    Fajarwalker.com
    Jenang tuh sebelas dua belas sama dodol kan ya? Soalnya saya inget temen saya, kalo ngata-ngatain tuh suka pake diksi ini, "Dasar jenang lu" hhihihi. Kurang lebih berarti sama kayak "dodol lu" gitu kali ya mbak, ahihihi.

    Seneng siii aku bacanya mbak. Yang namanya museum itu, pasti ada banyak banget kepingan sejarah yang bisa diulik. Gak cuma perkara jenang aja, tapi juga sejarah lawas seputar pergerakan nilai keagamaan Kudus di museum Gusjigang.
    Takjub liat NU dan MU yang selama ini sering dianggap 'berseteru', justru bisa disatukan secara apik di museum ini.
    • erykaditya
      erykaditya
      iyaa mas bener jenang disini = dodol karena mungkin beda tempat beda penyebutan aja kali yaaa
    Balas
  • Okti Li
    Okti Li
    Alhamdulillah. Terimakasih banyak sekali informasi baru yg saya dapat Mbak Erika... Museum jenang, gusjigang, sampai toleransi dua organisasi besar Islam yaitu NU dan Muhammadiyah ada di lantai dua ini ya. Jadi membayangkan sebesar apa ini gedung bangunannya...

    Saya dan suami penyuka jenang. Kuliner mirip di Sunda disebut wajit atau dodol
    (Asal manis aja lah ya. Haha) Pokoknya mirip jenang gitu deh... Nah itu kami suka. Teman ngeteh atau ngopi
    • erykaditya
      erykaditya
      iyaaa bener teh okti..jenang yang dimaksud disini = dodol atau wajik..beda tempat beda penyebutan yaa hihihi
    Balas