Mendapat tambahan hari libur di tengah minggu itu termasuk salah satu berkah yang harus disyukuri. Bukan saya sih sebaenarnya yang mendapat libur, tapi pak suami. Karena beliau libur pasti sebagai istri saya ikut gembira berarti saya bisa mengajaknya jalan-jalan 😀
Sebenarnya tidak banyak pilihan tempat wisata di wilayah Banjarmasin-Banjarbaru yang bisa kami datangi. Beberapa tempat wisata juga telah kami singgahi diantaranya adalah Pulau Bakut, Danau Seran, Bukit Batu dan beberapa tempat wisata lainnya. Akhirnya saya ngikut saja dengan pak suami yang biasanya sudah ekplore tempat-tempat baru terlebih dahulu😁.
Kali ini kami akan menyusuri jalan antar kota Banjarmasin-Banjar-Tanah laut. Ada beberapa destinasi wisata yang kami datangi dalam perjalanan tersebut. Secara keseluruhan jalan yang kami lewati juga sudah beraspal, bahkan ada yang jalan baru sehingga perjalanan sangat lancar. Cerita lengkapnya saya rangkum di bawah ini :
Masjid Bambu Kiram
Nama KH Abdul Qadir Hasan adalah seorang tokoh ulama Martapura, Kalimantan Selatan. Beliau adalah murid dari KH Hasyim Ashari (pendiri NU) dan menjadi penyebar NU di Propinsi Kalimantan Selatan.
Masjid Bambu Kiram dibangun pada tanggal 14 Agustus 2020 yang terdiri dari dua lantai. Lantai pertama digunakan sebagai tempat wudhu, toilet dan bersantai. Sedangkan ruangan utama untuk sholat berada di lantai dua. Masjid ini mampu menampung sekitar 250 jamaah.
Masjid Bambu Kiram jika dilihat dari samping atau dari atas maka terlihat seperti sebuah kapal yang sedang berlayar. Dengan menonjolkan kearifan lokal yaitu penggunaan bambu yang biasa digunakan sebagai balanting lanting di Loksado, masjid Bambu Kiram terlihat sangat unik dan menarik.
Kiram Park
Untuk masuk, kita akan dikenakan biaya @10k pada hari libur. Kesan pertama saat kami sampai disana adalah terlihat sangat sepi. Kiram park ini sebenarnya cukup luas namun sayang sepertinya sudah jarang digunakan.
Terdapat beberapa villa yang disewakan dan juga beberapa gazebo. Ada juga sebuah panggung teater dan lapangan yang cukup besar, namun sayang sudah tidak terawat. Terlihat besi penopang yang sudah berkarat dan beberapa rumput liar tumbuh disekitarnya.
Berjalan masuk ke dalam akan terlihat dua buah kolam renang. Namun sayang salah satu kolam kolam terlihat kosong dan kotor sedangkan kolam yang lain terlihat air yang sudah coklat.
Cafe dan minimarket yang ada didalamnya juga terlihat tidak beroperasi. Saya bayangkan mungkin pada masanya tempat ini cukup menarik dan ramai dengan pengunjung. Namun entah kenapa saat ini terlihat terbengkalai, hanya ada beberapa pengunjung yang duduk bersantai di gazebo mencari ketenangan.
Bukit Pematang Kaca
Bukit Pematang Kaca ini sebenarnya adalah sebuah pemandangan di tepi jalan utama dengan hamparan hijau yang sangat luas. Hamparan tersebut terlihat sangat unik dan membentuk beberapa undakan secara alami.
Tempat inilah yang sedang viral saat ini di sosmed. Banyak wisatawan jauh-jauh menuju ke Pematang Kaca untuk mendapatkan foto estetik termasuk saya sendiri😉. Di sepanjang jalur ini terlihat hamparan hijau pepohonan yang luas dan indah. Ada beberapa spot foto cantik jika kita jeli dalam mengamatinya.
Lembah Bajuin
Lembah Bajuin berlokasi di Desa Sungai Bakar, Bajuin, Tanah Laut Kalimantan Selatan. Dari Banjarmasin berjarak 66km atau sekitar 2 jam perjalanan. Namun karena kami dari Pematang Kaca, maka jarak yang kami tempuh adalah 64km atau sekitar 1,5jam perjalanan.
Lembah Bajuin adalah sebuah hamparan rumput hijau di tengah pohon karet yang terdapat sebuah aliran sungai yang cukup jernih dan segar. Lembah Bajuin ini sering digunakan sebagai salah satu lokasi camping. Karena letaknya yang dekat dengan mata air menjadikannya sebuah lokasi yang strategis.
Tiket masuk pengunjung adalah @5k. Untuk yang ingin camping kami kurang tahu apakah dikenakan biaya yang sama atau berbeda, karena saat itu kami lupa menanyakannya.
Saat kami tiba di Lembah Bajuin hari menjelang sore namun masih terlihat masih penuh dengan pengunjung. Ada pengunjung yang asik bersantai di tepi sungai sambil menikmati bekal yang mereka bawa. Terlihat juga beberapa anak kecil yang asik bermain di tengah sungai. Ada juga beberapa pengunjung yang mulai mendirikan tenda untuk menginap.
Untungnya sore itu cuaca di Lembah Bajuin bersahabat tidak begitu panas dan juga tidak hujan. Di dekat Lembah Bajuin juga terdapat tempat wisata lain yaitu Air Terjun Bajuin, namun kami tidak singgah di tempat tersebut.
Ketika hari mulai beranjak semakin sore, maka kami memutuskan untuk beberes untuk kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke Banjarmasin.
Sebuah pengalaman baru untuk saya, menjelajah jalan dan lokasi wisata baru yang belum pernah saya singgahi. Meskipun hanya beberapa tempat wisata sederhana namun cukup untuk mendapatkan semangat baru menjalani hari.
Sekian cerita saya hari ini, terima kasih sudah membaca dan sampai bertemu di cerita selanjutnya 💓💓





